Berita Palembang

Air Sungai Kian Dangkal, Gapasdap Desak Pengerukan Segera di Pelabuhan Tanjung Api-api

Gapasdap menyorot dangkalnya alur dan dermaga Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) yang kini hanya sekitar 2,8 meter.

|
Tribunsumsel.com/M. Ardiansyah
PENDANGKALAN PELABUHAN TAA -- Warga yang hendak nyebrang melalui Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA). Kedalaman alur pelayaran dan muka air dermaga di Pelabuhan TAA mengalami pendangkalan sehingga membutuhkan pengerukan segera. 

Ringkasan Berita:
  • Gapasdap menyoroti dangkalnya alur dan dermaga Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA) yang kini hanya sekitar 2,8 meter.
  • Atas kondisi tersebut, Gapasdap menilai perlu dilakukan pengerukan segera.
  • Dishub Sumsel mengklaim telah beberapa kali menyampaikan permohonan ke Kementerian terkait untuk dilakukan perawatan, namun belum ada tindak lanjut.

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menyoroti kondisi alur dan dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Tanjung Api-Api (TAA) yang dinilai semakin dangkal dan membutuhkan pengerukan segera.

Saat ini, kedalaman alur pelayaran dan muka air dermaga di Pelabuhan TAA rata-rata hanya sekitar 2,8 meter.

Padahal, kedalaman ideal agar kapal dapat bersandar dengan aman dalam berbagai kondisi pasang surut berada di kisaran 3,5 hingga 4 meter.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, Musni Wijaya, menjelaskan bahwa alur pelayaran pelabuhan penyeberangan Tanjung Api-Api berada di Sungai Banyuasin dengan panjang kurang lebih 22 mil laut.

"Karena alur pelayaran berada di sungai, kondisi tersebut secara alami sangat dipengaruhi oleh sedimentasi," kata Musni Wijaya saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).

Oleh sebab itu, alur pelayaran sebaiknya dilakukan pemeliharaan rutin oleh pemangku kebijakan, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, guna menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran kapal.

“Pemeliharaan rutin penting agar operasional kapal tidak terganggu atau bergantung pada kondisi pasang surut air Sungai Banyuasin,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perhubungan telah beberapa kali menyampaikan permohonan kepada pihak terkait untuk dilakukan perawatan dan pemeliharaan alur dimaksud. Namun, belum ada tindak lanjut.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kondisi pasang surut, kapal penyeberangan yang melayani rute Tanjung Api-Api menuju Pelabuhan Tanjung Kalian saat ini disesuaikan dengan spesifikasi alur pelayaran dan dermaga yang ada, serta mempertimbangkan kebutuhan atau permintaan pengguna jasa.

Di sisi lain, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan, Nurhadi Unggul Wibowo, menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait kondisi tersebut.

"Akan saya cek terlebih dahulu," katanya singkat.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved