Tahun Baru Imlek

Mengenal Makna Angpao Saat Perayaan Imlek, Bukan Hanya Jumlahnya Tapi Terselip Doa dan Harapan

Tjik Harun mengatakan, rangkaian perayaan Imlek diawali dengan ibadah di tempat ibadah masing-masing pada malam pergantian tahun. 

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com
ILUSTRASI IMLEK DAN ANGPAO - Mengenal Makna Angpao Saat Perayaan Imlek, Bukan Hanya Jumlahnya Tapi Terselip Doa dan Harapan 

Ringkasan Berita:
  • Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sumsel, Tjik Harun, menyebut perayaan Imlek 2577 Kongzili diawali ibadah malam pergantian tahun dan dilanjutkan silaturahmi keluarga.
  • Tradisi khas seperti kue keranjang dan angpao dimaknai sebagai simbol persatuan, doa, serta harapan rezeki dan keberkahan.
  • Memasuki Tahun Kuda Api 2026, ia berharap semangat baru, energi, dan keberanian membawa optimisme serta kemajuan bagi masyarakat.

 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ornamen merah tampak menghiasi kediaman Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Provinsi Sumatera Selatan, Tjik Harun, dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada Selasa (17/2/2026). 

Tjik Harun mengatakan, rangkaian perayaan Imlek diawali dengan ibadah di tempat ibadah masing-masing pada malam pergantian tahun. 

"Kalau kemarin kita sudah lakukan ibadah di tempat ibadah masing-masing. Malam pergantian tahun, umat melaksanakan ritual sembahyang mulai sekitar pukul 22.00 WIB dan mencapai puncaknya tepat pukul 00.00 tengah malam,” kata Tjik Harun saat dikediamannya.

Setelah ibadah, perayaan dilanjutkan dengan kegiatan silaturahmi bersama keluarga dan kerabat.

Menurutnya, inti dari perayaan Imlek adalah mempererat hubungan, saling menghormati, serta saling memaafkan satu sama lain.

Tradisi kuliner juga menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Imlek.

Berbagai hidangan khas seperti kue keranjang, bolu lapis, dan aneka kue yang mengembang selalu hadir di meja makan. 

Ia menjelaskan, setiap makanan memiliki filosofi tersendiri.

Baca juga: 55 Pantun Minta Angpao Kode Lucu, Memeriahkan Tahun Baru Imlek 2026 Kirim Keluarga dan Saudara

Baca juga: 25 Ide Pantun Minta Angpao saat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Lucu dan Mengundang Tawa

Kue keranjang misalnya, melambangkan keakraban dan persatuan, sementara kue berlapis dan mengembang dimaknai sebagai harapan agar rezeki terus bertambah dan berlapis-lapis.

Selain itu, tradisi pemberian angpao juga menjadi momen yang dinanti, khususnya bagi anak-anak.

Tjik Harun menuturkan, angpao umumnya diberikan oleh mereka yang sudah menikah kepada yang belum menikah atau kepada anak-anak sebagai simbol transfer rezeki dan keberkahan.

Bahkan, anak yang telah dewasa juga dapat memberikan angpao kepada orang tua sebagai bentuk terima kasih.

"Makna angpao bukan dilihat dari isinya, tetapi dari bungkusan merahnya. Di dalamnya terselip doa dan harapan. Tangan yang menerima di bawah, suatu saat nanti akan berada di atas untuk memberi. Itu harapan kita, agar filosofi ini terus berlanjut sampai mereka berkeluarga,” katanya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved