Berita Palembang

Pelatihan Manajemen dan Audit Energi Digelar di Palembang, Fokus Efisiensi dan Pengurangan Emisi

Pelatihan Manajemen dan Audit Energi Digelar di Palembang, Fokus Efisiensi dan Pengurangan Emisi

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati
TRANSISI ENERGI - Pelatihan Dasar Manajemen dan Audit Energi di Wilayah Sumsel yang diselenggarakan pada 7–8 Februari 2026 di Hotel Grand Daira, Sabtu (7/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pelatihan Dasar Manajemen dan Audit Energi digelar di Palembang untuk mendorong transisi energi berkeadilan di Sumatera Selatan.
  • Kegiatan ini membekali peserta dari berbagai komunitas dengan pemahaman efisiensi energi, audit energi, dan pengurangan emisi karbon.
  • Pelatihan diharapkan melahirkan penggerak aksi nyata penerapan pengelolaan energi berkelanjutan di lingkungan masing-masing.

 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Upaya mendorong transisi energi berkeadilan terus diperkuat di Sumatera Selatan melalui Pelatihan Dasar Manajemen dan Audit Energi di Wilayah Sumsel yang diselenggarakan pada 7–8 Februari 2026 di Hotel Grand Daira, Palembang.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan energi yang efisien, adil, dan berkelanjutan di tingkat institusi dan komunitas.

Pelatihan ini diikuti sekitar 30 peserta yang berasal dari organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, pengelola rumah ibadah, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, serta komunitas.

Para peserta dibekali pemahaman dasar mengenai transisi energi berkeadilan, efisiensi energi, serta praktik nyata pengurangan konsumsi energi dan emisi karbon di lingkungan masing-masing.

Materi pelatihan mencakup manajemen energi gedung, efisiensi energi bangunan, energi baru terbarukan, hingga praktik penghitungan jejak karbon menggunakan aplikasi cahayamu.id.

Salah satu materi kunci yang mendapat perhatian adalah audit energi, yang diperkenalkan sebagai proses evaluasi sederhana dan sistematis untuk memahami pola penggunaan energi serta mengidentifikasi peluang penghematan yang realistis dan berbiaya rendah.

“Audit energi adalah langkah awal yang paling efektif untuk melihat di mana energi digunakan, di mana terjadi pemborosan, dan langkah apa yang paling rasional dilakukan terlebih dahulu. Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tata kelola dan cara berpikir yang lebih adil dalam mengelola energi,” kata Dicky Edwin Hindarto, Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau sekaligus narasumber audit energi, Sabtu (7/2/2026). 

Baca juga: Progres Perluasan Jargas OKU Timur Capai 65 Persen, Ribuan Rumah Tangga Segera Nikmati Energi Bersih

Baca juga: Neonverse Celebration Rayakan Tahun Baru dengan Energi Penuh Warna di BATIQA Hotel Palembang

Menurutnya, Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Yayasan Mitra Hijau (YMH) dengan Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah dalam kerangka Proyek IKI–JET yang didukung pendanaan Pemerintah Jerman. Proyek IKI–JET sendiri merupakan kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jerman untuk mempersiapkan implementasi transisi energi berkeadilan, khususnya di daerah penghasil energi fosil seperti Sumatera Selatan.

Dicky menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah dilakukan untuk memperluas jangkauan penyadaran publik tentang transisi energi berkeadilan, terutama melalui pendekatan berbasis komunitas dan nilai-nilai keagamaan. 

"Transisi energi berkeadilan adalah isu bersama yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami ingin isu transisi energi masuk ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk melalui praktik keberagamaan,” katanya.

Sementara itu Direktur Eksekutif Yayasan Mitra Hijau, Dr. Doddy S. Sukadri, menambahkan bahwa pelatihan ini menekankan dua isu penting yang saling mendukung, yaitu efisiensi energi dan konservasi energi. 

"Efisiensi energi berkaitan dengan pengelolaan dan kebijakan, sementara konservasi energi menekankan perubahan perilaku masyarakat agar lebih hemat energi dalam kehidupan sehari-hari," katanya. 

Sedangkan, Wakil Direktur Program Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah, Sudarto M. Abukasim, menegaskan bahwa efisiensi dan transisi energi tidak cukup hanya menjadi wacana atau hitung-hitungan di atas kertas, tetapi harus diimplementasikan secara nyata. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved