Kebakaran di Palembang

Ledakan LPG di Palembang, Pertamina Patra Niaga Tekankan Edukasi Keselamatan

Pasca terjadinya peristiwa ledakan LPG di Jalan Ratu Sianum Lorong Nepos, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Moch Krisna
Dokumentasi/Rekaman CCTV
ELPIJI MELEDAK -- Tangkap layar rekaman CCTV yang merekam ledakan elpiji hingga memicu kebakaran rumah di alan Ratu Sianum, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II pada Sabtu 31 Januari 2026 siang. Dari sembilan orang yang mengalami luka bakar, dua di antaranya meninggal dunia dan sudah dimakamkan, Minggu (1/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pertamina Patra Niaga Sumbagsel menyampaikan duka cita dan empati atas peristiwa ledakan LPG di Palembang.
  • Pertamina menegaskan komitmen keselamatan, memastikan LPG resmi telah melalui pengendalian mutu ketat.
  • Edukasi penggunaan LPG yang aman ditekankan, karena insiden bisa dipicu kondisi regulator, selang, atau tata cara pemakaian konsumen.

 


TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -
Pasca terjadinya peristiwa ledakan LPG di Jalan Ratu Sianum Lorong Nepos, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, pada Sabtu (31/1/2026), PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menegaskan pentingnya edukasi keselamatan penggunaan LPG kepada masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Rusminto Wahyudi mengatakan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut serta menyatakan empati kepada para korban, keluarga, dan masyarakat yang terdampak.

"Kami turut berempati atas dampak yang dialami oleh korban, keluarga, serta masyarakat sekitar. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan pemahaman terhadap aspek keselamatan dalam penggunaan LPG,” kata Rusminto, Senin (2/2/2026). 

Sehubungan dengan peristiwa tersebut, Pertamina Patra Niaga menyatakan menghormati dan mendukung sepenuhnya proses penanganan serta investigasi yang tengah dilakukan oleh aparat berwenang guna memastikan penyebab kejadian secara menyeluruh dan objektif.

Menurutnya, sebagai badan usaha yang bertanggung jawab dalam penyediaan dan penyaluran LPG, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan kualitas produk. 

"LPG yang didistribusikan melalui jaringan resmi Pertamina telah melalui proses pengendalian mutu yang ketat, mulai dari pengisian, pemeriksaan kelayakan tabung, hingga penyaluran ke konsumen sesuai standar dan regulasi yang berlaku," ungkapnya. 

Pertamina Patra Niaga juga mengingatkan bahwa potensi kebocoran atau insiden LPG dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, khususnya kondisi perlengkapan pendukung seperti regulator dan selang, serta tata cara penggunaan di tingkat konsumen.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan keselamatan dalam penggunaan LPG, antara lain dengan memeriksa kondisi tabung secara berkala, memastikan pemasangan regulator dan selang dilakukan dengan benar, serta menggunakan perlengkapan pendukung yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Apabila tercium bau gas atau ditemukan indikasi kebocoran, masyarakat diminta segera menjauh dari sumber api. Bisa juga menghubungi layanan darurat atau Pertamina Contact Center 135.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel akan terus memperkuat program edukasi dan sosialisasi keselamatan penggunaan LPG melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terkait, guna meminimalisir potensi kejadian serupa di masa mendatang.


LPG 12 Kg Meledak di Palembang

Jumlah korban jiwa akibat ledakan tabung gas LPG 12 kilogram yang terjadi di Jalan Ratu Sianum Palembang bertambah menjadi 3 orang. 

Sebelumnya, ada 9 orang termasuk anak-anak yang menjadi korban dan mengalami luka bakar akibat kejadian tersebut. 

Kanit Reskrim Polsek Ilir Timur II Iptu Roland Kharis S Baemamenteng mengatakan, kronologis peristiwa ledakan itu ketika korban sedang kumpul dan masak untuk persiapan ruwah. Kemudian di tengah proses memasak tercium bau gas.

"Pada saat proses masak lagi berlangsung ada kebocoran gas, singkat cerita itu diketahui lalu tabung gas itu dimasukkan ke dalam wadah berisi air," ujar Roland saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved