Berita Palembang

Daftar Titik Rawan Kemacetan di Palembang, Dishub Sebut Didominasi Wilayah Sekolah

Dinas Perhubungan (Dishub) kota Palembang mencatat puluhan titik rawan kemacetan yang ada di Palembang.

Tayang:
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Dishub Palembang
MACET - Peta Lokasi rawan macet di kota Palembang 

"Ganjil genap memang ada rencana di sepanjang kawasan Charitas mau diterapkan namun hal itu susah, karena ada mobil online dan siapa yang akan menyotir itu, dan ada perkantoran juga, kan maka masyarakat akan ribut. Apalagi mobil online sulit untuk dibatasi karena itu mata pencarian," tuturnya.

Dilanjutkan Julyanzah, solusi yang terbaik yaitu menggunakan angkutan umum dan hal ini perlu kesadaran dari masyarakat, sehingga bisa menekan angka kemacetan yang ada.

"Jadi, kembali ke angkutan umum bisa mengurai kendaraan termasuk dengan naik LRT, karena ada feeder bisa, karena perpanjangan dari LRT yang selama ini ingin naik LRT bisa langsung trayek terhubung," jelasnya.

Selain itu, dengan kemacetan yang terjadi pasti berdampak pada kesehatan dan waktu yang terbuang.

"Pastinya antre menghambat perjalanan sehingga memakan waktu, kalau masalah kesehatan paling polusi dan tak menutup kemungkinan kecelakaan," tandasnya.

Untuk usulan flextime (jam kerja fleksibel) dan flexplace (atau pengaturan jam kerja), hal itu kembali ke dinas terkait, mengingat setiap kebijakan harus ada kajian.

"Solusinya kembali ke angkutan umum, karena ini upaya untuk mengurangi kemacetan," tegasnya.

Sekedar informasi, Walikota Palembang Ratu Dewa selalu aktif menggalakkan penggunaan transportasi publik, khususnya LRT dan Teman Bus hingga Feeder, untuk mengatasi kemacetan dan mengurangi emisi.

Ratu Dewa mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang, menggunakan angkutan umum, contohnya pada awal bulan, sebagai teladan bagi masyarakat. Hal ini sebagai contoh langsung dengan naik transportasi umum saat berangkat kerja.

 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved