Berita Palembang

Peternak Telur Sumsel Bersiap Go Ekspor, Karantina dan DKPP Turun Langsung Beri Pendampingan

Peternak telur ayam di Sumatera Selatan mulai bersiap menembus pasar ekspor dengan pendampingan Balai Karantina dan DKPP Sumsel.

Dokumentasi/Balai Karantina Sumsel
EKSPOR TELUR -- Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumsel kunjungan ke PT BMI yang berlokasi di Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin beberapa waktu lalu. Saat ini peternak telur asal Sumsel siap Go Ekspor. 

Ringkasan Berita:
  • Peternak telur asal Sumsel siap Go Ekspor dengan pendampingan dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan
  • Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari program Go Ekspor guna memastikan produk telur ayam asal Sumsel memenuhi standar
  • Sebagai salah satu komoditas unggulan, telur ayam konsumsi di Sumsel didukung oleh sekitar 100 peternakan ayam petelur

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Peternak telur ayam di Sumatera Selatan mulai bersiap menembus pasar ekspor.

Kesiapan tersebut mendapat pendampingan langsung dari Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Selatan.

Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari program Go Ekspor guna memastikan produk telur ayam asal Sumsel memenuhi standar kesehatan hewan dan keamanan pangan sesuai persyaratan negara tujuan.

Kepala Balai Karantina Sumsel, Sri Endah, mengatakan bahwa keterlibatan langsung Karantina dan DKPP menjadi langkah penting dalam mendorong daya saing peternak lokal.

"Sumsel memiliki potensi besar sebagai penghasil telur ayam konsumsi. Melalui pendampingan ini, kami memastikan peternak siap secara teknis dan administratif untuk ekspor,” kata Endah, Selasa (20/1/2026). 

Sebagai salah satu komoditas unggulan, telur ayam konsumsi di Sumsel didukung oleh sekitar 100 peternakan ayam petelur.

Salah satu peternakan terbesar adalah PT Banyuasin Mukut Inti (BMI) di Kabupaten Banyuasin, yang mampu memproduksi hingga 17 ton telur per hari dari 400.000 ekor ayam petelur. 

Selain PT BMI, peternakan besar lainnya antara lain PT Pulau Farm dan PT Gunawan Farm.

Dalam kunjungan ke PT BMI yang berlokasi di Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sri Endah bersama Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Sumatera Selatan, Jafrizal, meninjau langsung penerapan biosekuriti, manajemen pemeliharaan ayam petelur, sarana dan prasarana produksi, serta aspek higiene dan sanitasi lingkungan.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan mutu dan keamanan telur ayam yang dihasilkan.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan monitoring keamanan pangan dan Surveilans Nomor Kontrol Veteriner (NKV) oleh DKPP Sumsel.

Hasilnya, PT BMI dinilai telah menerapkan standar biosekuriti dengan baik, memiliki NKV, serta mengantongi sertifikat kompartemen bebas Avian Influenza dan bebas Salmonella.

“Berdasarkan kelengkapan dokumen dan penerapan standar yang ada, PT BMI dinilai siap untuk ekspor. Tahapan selanjutnya adalah pemenuhan persyaratan sesuai ketentuan negara tujuan,” kata Endah.

Pejabat Otoritas Veteriner Sumatera Selatan, Jafrizal, menambahkan bahwa PT BMI telah memperoleh NKV Level 1 dan saat ini berada dalam masa surveilans. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved