Berita Palembang
62 Kasus Super Flu Terdeteksi di Indonesia, 5 Diantaranya Ditemukan di Sumsel
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, membenarkan adanya temuan tersebut.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 5 kasus varian baru Influenza A (H3N2) subclade K ditemukan di Sumatera Selatan dari total 62 kasus di Indonesia hingga akhir 2025
- Dinkes Sumsel menegaskan istilah “super flu” bukan istilah medis resmi dan hingga kini belum ada penetapan KLB nasional oleh Kemenkes RI.
- Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gejala influenza berat, sementara penguatan surveilans dan edukasi kesehatan terus dilakukan.
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dari total 62 kasus varian baru Influenza A (H3N2) subclade K atau yang kerap disebut sebagai “super flu” di Indonesia hingga akhir 2025, sebanyak lima kasus di antaranya ditemukan di Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, membenarkan adanya temuan tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa deteksi kasus itu terjadi beberapa bulan lalu dan pasien sudah sembuh.
“Sudah ada surat dari Balai Biologi Kesehatan (Biokes) memang ada yang positif lima kasus pada bulan Oktober 2025. Itu sampel kiriman dari RSMH Palembang,” kata Ira saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).
Menurut Ira, data kasus tersebut disampaikan oleh pihak Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Meski demikian, pihaknya belum mendapatkan informasi detail terkait usia pasien, apakah anak-anak atau orang dewasa.
“Kalau kejadiannya di Oktober 2025, menurut saya pasti pasiennya sudah sembuh, karena ini sudah Januari 2026,” ujarnya.
Meski kasus telah tertangani, Dinkes Sumsel tetap melakukan langkah kewaspadaan. Ira menegaskan bahwa istilah “super flu” bukanlah istilah medis resmi, melainkan istilah awam yang digunakan media untuk menggambarkan virus influenza yang dinilai lebih menular atau mengalami mutasi genetik.
“Secara ilmiah, virus ini tetap termasuk kelompok virus influenza, baik Influenza A maupun B, seperti H5N1 atau flu burung, H1N1, maupun influenza musiman dengan variasi genetik,” jelasnya.
Baca juga: Kasus Flu Meningkat di Prabumulih, Dinkes Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Panas Ekstrem
Baca juga: Terserang Flu, Megawati Soekarnoputri Dipastikan Tak Hadir di Pelantikan Prabowo-Gibran
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan RI terkait penetapan kejadian luar biasa (KLB) nasional akibat varian influenza baru.
Informasi yang beredar masih berada dalam konteks kewaspadaan global dan belum masuk kategori darurat nasional.
"Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap gejala influenza berat seperti demam tinggi mendadak, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot hebat, lemas, hingga sesak napas," katanya
Sebab, risiko komplikasi dapat meningkat pada anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis, serta mereka yang memiliki riwayat kontak dengan unggas sakit atau mati.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Sumsel telah memperkuat edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), etika batuk, serta mengimbau penggunaan masker bagi masyarakat yang sedang sakit.
Selain itu, kewaspadaan juga ditingkatkan tanpa menimbulkan kepanikan.
Di sektor layanan kesehatan, penguatan surveilans Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) terus dilakukan, termasuk kewaspadaan dini terhadap kasus influenza berat dan pelaporan berjenjang sesuai mekanisme yang berlaku.
Sementara itu Humas RSMH, Suhaimi mengatakan, pihaknya akan mencari informasi terlebih dahulu terkait hal tersebut.
"Untuk informasi lebih lanjut terkait hal tersebut akan saya informasi besok, Senin (5/1/2025)," katanya singkat.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Daftar 2 Dandim di Jajaran Korem 044/Gapo yang Resmi Berganti |
|
|---|
| Tergiur Untung Besar Bisnis Alat Berat via Facebook, Pensiunan di Palembang Tertipu Puluhan Juta |
|
|---|
| Foto Disebar Disebut Pelakor, Wanita Muda di Palembang Laporkan Pemilik Akun TikTok dan FB ke Polisi |
|
|---|
| Sensasi Pempek Tumpah di Pasar 16 Ilir Palembang, Laris Manis hingga Cuan Rp1 Juta Sehari |
|
|---|
| Harga Bright Gas Melonjak, Elpiji Nonsubsidi 12 Kg Jadi Rp235 Ribu per Tabung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/62-Kasus-Super-Flu-Terdeteksi-di-Indonesia-5-Diantaranya-Ditemukan-di-Sumsel.jpg)