Berita Palembang

Asal Usul Gandus: Dari Kue Tradisional hingga Jadi Kawasan Modern Palembang

Asal usul nama Gandus. Gandus merupakan salah satu wilayah di Kota Palembang

Tayang:
Penulis: Hartati | Editor: Moch Krisna
Dokumen
GANDUS - Ikon wisata religi Alquran Al akbar yang berada di kecamatan Gandus 
Ringkasan Berita:
  • Nama Gandus diyakini berasal dari kue tradisional Palembang berbahan tepung beras dan santan.
  • Dahulu Gandus dianggap wilayah paling ujung Palembang, kini berkembang jadi pusat hunian dan ekonomi.
  • Destinasi wisata religi Alquran Akbar menjadikan Gandus terkenal hingga mancanegara.

 

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Asal usul nama Gandus. Gandus merupakan salah satu wilayah di Kota Palembang yang berada di Kecamatan Gandus. Nama Gandus diyakini berasal dari kuliner tradisional dari Palembang, yakni kue gandus.

Kue gandus terbuat dari bahan dasar tepung beras dan santan, dengan tekstur lengket atau padat sesuai dengan arti namanya.

Proses pembuatannya dilakukan dengan cara dikukus sehingga menghasilkan cita rasa gurih dan legit.

Sajian ini biasanya ditaburi cabai bubuk, potongan daun seledri, serta tambahan abon di bagian atasnya.

Kue basah berbahan tepung beras dan santan ini sudah ada ratusan tahun lalu. Muncul akibat akulturasi budaya Tionghoa dan Eropa di Palembang.

Kue Gandus diyakini melambangkan kesucian yakni warna kue putih dan kebijaksanaan dari cita rasa kue yang gurih.

Kue ini biasanya disajikan pada acara adat, melambangkan kekentalan hubungan kekerabatan. Rasanya gurih dengan topping bawang goreng, ebi, cabai, dan daun seledri.

 

Asal Wilayah Gandus Dulunya Hutan

Gandus dulunya juga kerap disebut "tempat membuang anak jin" atau istilah yang mengungkap bahwa daerah ini adalah bagian Palembang yang paling jauh.

Bahkan ada pula yang menyebut Gandus sebagai Palembang coret alias bukan wilayah Palembang lagi.

Kalimat-kalimat itu dulu kerap dilontarkan sebagai candaan oleh sejumlah orang karena wilayah Gandus memang letaknya paling ujung Palembang yang berbatasan dengan kabupaten tetangga.

Namun stigma negatif itu kini sirna sejak pesatnya pembangunan di Gandus.

Gandus sejak lama jadi sentra industri perusahaan karet, kini juga menjelma menjadi kawasan hunian padat penduduk juga pusat ekonomi dan bisnis yang terus berkembang dan semakin maju.

Jalan utama ataupun jalan kecil di lorong rumah warga nyaris semuanya sudah diaspal atau dicor sehingga memudahkan mobilitas dan jalan juga diterangi lampu penerangan jalan sehingga meriah dan semarak saat malam hari.

Di Gandus juga ada pusat destinasi wisata religi yang paling menyita perhatian publik sat pelaksanaan pesta olahraga Negara-Negara Arab atau OKI beberapa waktu waktu lalu yakni wisata Alquran Akbar.

Alquran raksasa yang terbuat dari ukiran kayu berukuran puluhan meter lengkap sebanyak 30 juz yang dipasang di kawasan itu.

Ukuran bait Alquran di atas papan besar itu menarik banyak minat wisata domestik bahkan mancanegara berkunjung karena keunikannya dan satu-satunya Alquran besar di dunia.

Hingga kini ikan wisata religi itu masih berdiri kokoh bersanding dengan pesantrennya yang masih terus berkembang.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved