Berita Palembang

Libur Natal-Tahun Baru, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG di Sumatera Selatan Aman

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyiapkan strategi khusus menghadapi

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Moch Krisna
/www.canva.com/s/templates
BBM dan LPG untuk Nataru - (pakaian putih) Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar didampingi Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto saat di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Kamis (18/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pertamina Sumbagsel siapkan pasokan BBM dan LPG untuk libur Natal-Tahun Baru 2025/2026.
  • Konsumsi gasoline diprediksi naik 4,3 persen, LPG 5,6 % , avtur 10,8 % , sementara gasoil turun.
  • Distribusi diperkuat dengan tambahan kapal suplai, 43 mobil tangki, dan 144 SPBU siaga penuh.

 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG -- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyiapkan strategi khusus menghadapi lonjakan konsumsi energi pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. 

Kesiapan pasokan BBM dan LPG ini menjadi fokus utama agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara aman dan lancar.

Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar, yang menyoroti kelancaran distribusi energi selama libur akhir tahun di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Gunhar menilai, secara umum, kesiapan Pertamina Sumbagsel cukup baik dalam menjaga keseimbangan suplai dan permintaan BBM. Namun, ia menekankan adanya tantangan dari sisi hulu yang berada di luar kendali Pertamina.

“Kebutuhan BBM nasional sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri baru mencapai 600 ribu barel per hari. Sisanya bergantung pada impor, yang sering terkendala, termasuk faktor cuaca dalam pengiriman kapal,” kata Gunhar saat di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, keterbatasan pasokan dari hulu sempat berdampak pada ketahanan stok beberapa jenis BBM, seperti Dexlite di Sumsel yang tercatat hanya mencapai 0,8 hari.

Kondisi ini bukan karena gangguan distribusi Pertamina, melainkan ketersediaan pasokan dari upstream yang belum optimal.

Sementara itu Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto mengatakan, akan terjadi peningkatan konsumsi energi selama Satgas Nataru. 

"Konsumsi gasoline diperkirakan naik 4,3 persen dibanding rata-rata November, sementara gasoil diproyeksikan turun 6,03 persen. Konsumsi LPG diprediksi meningkat 5,6 persen, dan avtur melonjak hingga 10,8 persen," kata Erwin. 

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pertamina menyiapkan tambahan pasokan gasoline sebesar 27.262 kiloliter dan LPG 2.002 metrik ton. Pasokan gasoil tetap dijaga sesuai kebutuhan mengingat proyeksinya menurun.

Dari sisi distribusi, Pertamina menambah satu kapal suplai berkapasitas 9.400 kiloliter dan 43 unit mobil tangki, sehingga total armada meningkat dari 357 unit menjadi 405 unit. Penambahan awak mobil tangki juga dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi.

“Kami juga menyiapkan skema emergensi. Jika ada terminal BBM dalam kondisi kritis, pasokan akan dialihkan dari terminal lain agar stok SPBU tetap terjaga,” jelas Erwin.

Di wilayah Sumatera Bagian Selatan, Pertamina mengawasi operasional 144 SPBU serta sejumlah lembaga penyalur LPG yang disiagakan penuh selama Nataru.

Langkah ini bertujuan memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan aman dan lancar selama perayaan Natal dan Tahun Baru

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved