Berita Viral
Kisah Alfatih Selamat 3 Hari Bertahan Dibawah Reruntuhan Ponpsel Al Khoziny: Saya Mimpi Minum
Kisah Alfatih Cakra Buana santri selamat dari reruntuhan Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo setelah tiga hari bertahan.
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM - Kisah Alfatih Cakra Buana santri selamat dari reruntuhan Musala Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo setelah tiga hari bertahan.
Sang ayah Abdul Hanan tak henti mengucapkan syukur saat mengetahui anak keduanya Alfatih Cakra Buana selamat.
Bahkan ia merasa mendapat keajaiban karena rupanya Alfatih tertidur pulas selama berada di dalam puing reruntuhan sekitar tiga hari.
Peristiwa ambruknya Musala itu terjadi pada Senin (29/9/2025) sore. Alfatih baru berhasil dievakuasi pada Rabu (1/10/2025) sore.
Jika dihitung Alfatih berada sekitar tiga hari di dalam puing reruntuhan bangunan.
"Alhamdulillah, Alhamdulillah," ucap warga Bangkalan ini di RSUD Notopuro Sidoarjo, Kamis (2/10/2025), dikutip Tribunjatim.com
Pada saat dievakuasi, Alfatih tak mengalami luka serius, hanya lecet. Dalam ceritanya, remaja 14 tahun itu merasa tidur. Ia bahkan tak mengingat pasti kejadian ini.
Alfatih hanya mengingat bahwa sebelum gedung itu ambruk sempat terdengar suara gemuruh seperti gempa.
Begitu gedung itu rubuh, Alfatih sempat berlari untuk keluar gedung. Namun ia tak berhasil dan pingsan.
Baca juga: VIDEO Detik-detik Evakuasi Haikal, Selamat Usai 3 Hari Terjebak Reruntuhan Ponpes Al Khoziny
Saat bangun, Alfatih sudah tak bisa melihat apa-apa alias gelap gulita. Namun, Alfatih masih sempat berkomunikasi dengan teman di sebelahnya dalam posisi sama-sama terjebak.
"Setelah itu saya tidur dan tidak ingat lagi. Saya sempat mimpi minum lewat selang. Mimpi tapi kayak asli rasanya," kata Alfatih saat bercerita diatas tempat tidur tempat ia di rawat di RSUD Notopuro Sidoarjo.
Dalam tidurnya selama tiga hari itu, Alfatih merasa mimpi berkeliling ke sejumlah tempat. Namun, ia tak mengingat rinci.
Ia hanya ingat, berkeliling menggunakan transportasi pickup. Didalam reruntuhan itu, Alfatih sebenarnya tertimpa gundukan pasir dan seng. Namun komponen inilah yang menyelamatkan posisi Alfatih dari puing-puing bangunan.
Alfatih baru sadar saat ada bunyi suara petugas tengah menggetok puing-puing. Semula, ia mengira itu suara tukang sedang menggarap bangunan. Namun rupanya itu adalah petugas yang berupaya untuk menyelamatkan Alfatih.
"Terus saya tanya apakah sudah bisa keluar, akhirnya saya bisa keluar dengan merangkak," ucap Alfatih.
| Tangis Ibu Hamil Korban Penendangan Preman Pecah Saat Berterima Kasih ke Polisi, Janinnya Sehat |
|
|---|
| Pernah Keguguran dan 4 Tahun Menanti, Kondisi Terkini Ibu Hamil yang Ditendang Preman di Tembung |
|
|---|
| UI Skors 14 Mahasiswa hingga 3 Semester dalam Kasus Pelecehan, Satu Orang Dinyatakan Tak Bersalah |
|
|---|
| Ditangkap Polisi, Ini Motif Pelaku Perusakan Spion Mobil Menggunakan Kunci Roda di Tol JORR |
|
|---|
| Lansia di Boyolali Tewas usai Diduga Santap Sate yang Dikirim Lewat Ojol, Menantu Dicurigai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Alfatih-Cakra-Buana-santri-Pondok-Pesantren-Al-Khoziny.jpg)