Kepala BGN Dicopot

Soal JC Sony Sonjaya Eks Wakil Kepala BGN di Kasus Korupsi Program MBG, Ini Respon Kejagung

Tersangka kasus korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sonny Sonjaya, resmi mengajukan diri sebagai

Tayang:
Editor: Moch Krisna
Kompas.com/Nugraha Perdana
Presiden Prabowo Subianto turut mencopot Irjen (Purn.) Sony Sonjaya dari jabatan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Lulusan Akpol tahun 1991. 

Dia hanya mengatakan, bahwa kliennya akan bekerjasama dengan penyidik guna mengungkap aktor lain yang disinyalir memiliki peran lebih besar dibanding Sony.

Adapun salah satu yang akan diungkap oleh Sony lanjut Krisna terkait proses tender pengadaan ribuan unit motor listrik hingga tablet yang sebelumnya dilakukan oleh eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs terkait kasus MBG.

"Klien kami akan mengungkap bagaimana daripada proses tender seperti motor, alat IT kemudian tablet lalu ada pengadaan kaos kaki," jelasnya.

"Itu akan diungkap lebih lagi oleh klien kami  dan dipastikan klien kami tidak membidangi daripada pengadaan-pengadaan itu," sambungnya.

 

Ada 26 Nama Tokoh Besar

Mantan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengklaim mengantongi lebih dari 30 nama tokoh besar yang diduga terlibat dalam korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dalam ponselnya yang kini disita Kejaksaan Agung.

Hal tersebut disampaikan Sony Sonjaya melalui kuasa hukumnya Elza Syarief.

"(Orang yang terlibat) 26 nama dan lain-lain jadi lebih. Tapi lebih karena untuk mengetahui semua, perlu ada datanya di handphone di mana handphone itu disita oleh penyidik," kata Elza Syarief melansir Bangkapos.com, Minggu (7/6/2026).

Elza menuturkan informasi yang diperolehnya tersebut berasal dari Sony Sonjaya eks Wakil Ketua BGN jadi tersangka bersama dengan eks Kepala BGN Dadan Hindayana dan eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung.

Elza juga mengungkapkan nantinya seluruh nama yang diklaim terlibat dalam kasus korupsi MBG tersebut tertuang dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

"Kami sudah minta untuk BAP-nya mem-backup keterangannya (Sony). Ada chatting ada di situ, ada di handphone-nya (Sony)," katanya.

Elza berharap orang-orang yang dimaksud diperiksa oleh penyidik Kejagung untuk dimintai keterangannya.

Dia mengatakan ketika mereka diperiksa, akan diketahui titik-titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga dijualbelikan dan pelaku yang menjualbelikan.

Ia mengakui bahwa orang yang mengawasi dan akses masuk ke sistem terkait pengajuan pembangunan SPPG adalah Sony. 

Namun, lantaran permintaan yang begitu masif, akhirnya situs untuk pendaftaran SPPG ditutup.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved