Berita Nasional

'Saya Kasih Hadiah', KSP Dudung Abdurachman Tantang Buktikan Tuduhan Dirinya Punya Dapur MBG

Isu keterlibatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman dalam operasional dapur program Makan Bergizi Gratis(MBG) dibantah, buktikan

Tayang:
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Youtube/Tribunnews
KLARIFIKASI DAPUR MBG- Isu keterlibatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman dalam operasional dapur program Makan Bergizi Gratis(MBG) dibantah, buktikan 

Ringkasan Berita:
  • KSP Dudung Abdurachman menantang membuktikan kebenaran isu dirinya memiliki dapur MBG
  • Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini mengaku isu itu berawal  saat berniat membantu sebuah pondok pesantren dengan memperkenalkannya kepada mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana.
  • Kejagung telah menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dan menahan ketiganya untuk 20 hari pertama sejak penetapan.

TRIBUNSUMSEL.COM — Isu keterlibatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman dalam operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN) dibantah keras.

Dudung bahkan menantang publik untuk membuktikan kebenaran isu yang beredar tersebut. 

Ia bahkan menjanjikan imbalan bagi siapa saja yang bisa menemukan bukti keterlibatannya.

Hal itu disampaikan Dudung usai menerima audiensi Kepala BGN Nanik S Deyang di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

"Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi tidak ada sama sekali saya punya dapur ya. Jelas ya rekan-rekan sekalian," beber Dudung, dilansir dari Tribunnews.com.

Baca juga: Sony Sanjaya Bongkar Alasan Gandeng Anak-Saudara di Proyek BGN Sebelum Jadi Tersangka Korupsi MBG

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini menjelaskan bahwa isu miring tersebut merupakan salah paham dari niat baiknya beberapa bulan lalu. 

Saat itu, Dudung berniat membantu sebuah pondok pesantren dengan memperkenalkannya kepada mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana.

Langkah tersebut diambil karena pengurus pesantren (Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar) berharap santri mereka yang berjumlah ribuan bisa menjadi penerima manfaat program MBG.

"Saya kan dekat dengan pesantren. Ada pengurus-pengurus pesantren itu ada Abah Junaidi, ada Ustaz Iskandar, itu menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren ya untuk sebagai sasaran penerima manfaat karena di pesantren itu kan ada penerima ada santrinya 4.000, ada yang 5.000," ungkapnya.

Lalu, Dadan menugaskan stafnya untuk sekadar menyambungkan komunikasi kedua belah pihak.

"Akhirnya silakanlah, mereka berhubungan, mereka berhubungan saya sudah tidak ngerti apa-apa," jelasnya.

Ironisnya, hingga saat ini rencana pembangunan dapur di pesantren tersebut ternyata belum terealisasi. 

Dudung menyayangkan bagaimana niat tulusnya menjembatani program sosial ini justru dipelintir menjadi isu bisnis atau kepemilikan proyek pribadi.

"Cuma karena saya yang minta tolong ke Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur," pungkasnya.

Sony Sonjaya Bongkar Bakal Bongkar Aktor Intelektual Korupsi MBG

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengajukan Justice Collaborator (JC) usai menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Bundar Kejaksaan Agung.
 
Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, Sony menyatakan enggan pasang badan sendirian dalam sengkarut proyek dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved