Berita Nasional
Respon Dedi Mulyadi Soal Wagub Kalbar Sesumbar Cium Lutut Tantang Perbaiki Jalan Rusak, Minta Maaf
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merespon pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan yang menantangnya perbaiki jalan
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Moch Krisna
Ringkasan Berita:
- Wagub Krisantus Kurniawan sesumbar akan mencium lutut menantang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) jika berhasil perbaiki jalan di Kalbar
- KDM meminta maaf dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud membandingkan pembangunan di Jawa Barat dengan daerah lain.
- Menurut Dedi, hal seperti itu sebaiknya tidak perlu dibesar-besarkan. Sebaliknya, lebih baik fokus bekerja membangun infrastruktur.
TRIBUNSUMSEL.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan yang menantangnya memperbaiki jalan rusak di Kalimantan Barat. Bahkan, Krisantus sesumbar akan mencium lutut KDM jika tantangan tersebut berhasil dibuktikan.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas viralnya video keluhan warga di wilayah Sepauk, Kabupaten Sintang, yang membandingkan kondisi jalan rusak di kampung halaman mereka dengan mulusnya jalanan di Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi.
Menanggapi itu, Dedi Mulyadi merespons tantangan Krisantus secara bijak. KDM meminta maaf dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud membandingkan pembangunan di Jawa Barat dengan daerah lain.
“Buat Bapak Wakil Gubernur Kalimantan Barat, saya mengucapkan terima kasih atas tantangannya. Mohon maaf selama ini saya melakukan pembangunan di Jawa Barat, tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain,” ujar Dedi Mulyadi dikutip dari Instagram miliknya pada Sabtu (11/4/2026).
Menurut Dedi, hal seperti itu sebaiknya tidak perlu dibesar-besarkan. Sebaliknya, lebih baik fokus bekerja membangun infrastruktur.
Dedi menjelaskan, setiap daerah mempunyai kondisi yang berbeda-beda, mulai dari luas wilayah, anggaran, dan tantangan pembangunan yang tidak sama.
"Kami juga memahami setiap daerah punya tantangannya sendiri-sendiri dan persoalan fiskal. Kami juga memahami betapa beratnya daerah-daerah dengan luas seluas Kalimantan Barat dengan keterbatasan fiskal," ujar Dedi.
Dia pun meminta maaf jika apa yang dilakukan di Jawa Barat dianggap menyinggung daerah lain. Namun, Dedi menegaskan bahwa tujuannya adalah untuk melayani masyarakat, bukan untuk dibandingkan.
"Saya juga mohon maaf apabila apa yang dilakukan di Jawa Barat menyinggung daerah lain," tuturnya.
Dedi mengajak semua daerah untuk tetap fokus bekerja dan saling mendukung. Menurut dia, kerja sama lebih penting daripada saling membandingkan.
"Semoga kita bisa bersama-sama untuk terus melayani masyarakat dengan baik dan semoga ke depan daerah-daerah tumbuh kemampuan fiskalnya sehingga dana bagi hasilnya bisa mengalir ke daerah," kata Dedi.
| SMAN 1 Pontianak Tolak Tanding Ulang LCC 4 Pilar, Pilih Dukung SMAN 1 Sambas ke Tingkat Nasional |
|
|---|
| Fakta Ferdy Sambo Lulus S-2 saat Dihukum Kasus Kematian Brigadir J: Dapat Beasiswa, Kuliah Online |
|
|---|
| Profil Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan yang Dilaporkan 5 Dokter Terkait Gelar "Insinyur" |
|
|---|
| Isi Pertemuan Josepha Alexandra "Ocha" dengan Wapres Gibran usai Viral LCC 4 Pilar MPR RI |
|
|---|
| 5 Keputusan MPR RI usai Kontroversi LCC 4 Pilar Kalbar: Final Diulang dan Libatkan Juri Independen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-KDM-merespon-pernyataan-Wakil-Gubernur-Kalimantan-Barat.jpg)