Idul Fitri
Sosok Nasaruddin Umar, Menteri Agama Umumkan Hasil Sidang Isbat Penetapan Idulfitri 1447 H
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, akan secara langsung mengumumkan Idulfitri 2026 pada hari ini, Kamis, 19 Maret 2026.
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Ringkasan Berita:
- Nasaruddin Umar merupakan tokoh intelektual Islam kelahiran Bone, 1959.
- Nasaruddin memulai studinya di Pesantren As'adiyah Sengkang.
- Sejak 2016, ia menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara.
TRIBUNSUMSEL.COM - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, akan secara langsung mengumumkan penetapan Idulfitri 2026 pada hari ini, Kamis, 19 Maret 2026.
Penetapan hari raya oleh pemerintah melalui Kementerian Agama akan didasarkan pada hasil perhitungan astronomi (hisab) serta pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari ratusan titik di seluruh Indonesia.
Sidang isbat akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Lantas, siapakah sosok Menag ini?
Sosok Nasaruddin Umar adalah seorang tokoh Islam yang terkemuka di Indonesia kelahiran Ujung-Bone, 23 Juni 1959.
Kini menjabat sebagai Menteri Agama, Nasaruddin Umar memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat.
Nasaruddin memulai studinya di Pesantren As'adiyah Sengkang, sebelum melanjutkan ke Fakultas Syariah IAIN Alauddin Ujung Pandang, di mana ia meraih gelar sarjana muda dan sarjana lengkap.
Baca juga: Resmi, Jadwal Sidang Isbat Digelar Kamis 19 Maret 2026, Idulfitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026?
Gelar pascasarjana dan doktoralnya ia selesaikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tempat ia kemudian menjadi guru besar dalam bidang tafsir di Fakultas Ushuluddin.
Tak hanya dikenal sebagai tokoh agama, Nasaruddin Umar memiliki pengalaman yang luas di bidang pendidikan dan organisasi keagamaan.
Sejak 2016, ia menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara.
Sebelum itu, ia juga pernah memegang jabatan penting di Kementerian Agama.
Termasuk sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dari 2006 hingga 2012 dan Wakil Menteri Agama pada 2011–2014.
Bukan hanya di lingkup pemerintahan, Nasaruddin juga aktif di berbagai lembaga pendidikan dan sosial.
Ia merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Nasaruddin memiliki pengalaman mengajar di berbagai institusi pendidikan, termasuk di Universitas Indonesia dan Yayasan Wakaf Paramadina.
Hingga saat ini, namanya masih tercatat sebagai salah satu dosen di unit Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah.
Dalam peran internasional, Nasaruddin juga dikenal sebagai akademisi yang aktif.
Ia terlibat dalam berbagai kerja sama internasional, termasuk dengan lembaga-lembaga keagamaan terkemuka seperti Al-Azhar di Mesir.
Kini Nasaruddin juga termasuk salah satu Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022–2027.
Tahapan Sidang Isbat
Tahapan sidang isbat dimulai pada pukul 16.30 WIB, di mana kegiatan diawali dengan seminar posisi hilal yang bersifat terbuka untuk umum.
Dalam sesi ini, akan dipaparkan posisi hilal awal Syawal 1447 H secara astronomis.
Selanjutnya, pukul 18.45 WIB, sidang isbat utama digelar secara tertutup setelah waktu Magrib.
Dalam sidang ini, peserta akan membahas hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari berbagai titik di Indonesia serta mencocokkannya dengan data hisab.
Kemudian, pada pukul 19.25 WIB, Menteri Agama RI dijadwalkan mengumumkan hasil penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah kepada publik.
Prediksi Lebaran 2026 Menurut Data Astronomi
Meski hasil resmi menunggu sidang isbat, sejumlah lembaga telah mengeluarkan analisis awal terkait posisi hilal pada 19 Maret 2026.
Data dari BMKG menunjukkan bahwa konjungsi (fase bulan baru) diperkirakan terjadi pada Kamis pagi pukul 08.23.23 WIB.
Namun, ketinggian hilal saat Matahari terbenam pada tanggal tersebut diprediksi masih rendah, yakni berkisar antara 0,91 derajat (di Merauke) hingga 3,13 derajat (di Sabang). Jarak sudut atau elongasi hilal diperkirakan berada di rentang 4,54 derajat hingga 6,1 derajat.
"Karena ketinggian hilal pada 19 Maret belum memenuhi kriteria minimal MABIMS, bulan Ramadan 1447 H digenapkan menjadi 30 hari. Jadi, Idulfitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026," ucap Ketua Tim Kerja Bidang Tanda Waktu BMKG, Himawan Widiyanto, dilansir dari Kontan, Sabtu (14/3/2026).
Berdasarkan kriteria baru MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang digunakan pemerintah, awal bulan Hijriah baru dimulai jika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Karena posisi hilal di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi belum memenuhi kriteria tersebut pada 19 Maret, peneliti dari BRIN, Thomas Djamaluddin, memperkirakan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Jika prediksi ini tepat, maka Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
"Dalam kriteria yang digunakan oleh Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu, hilal dinyatakan dapat terlihat jika memiliki tinggi minimal 3 derajat dan sudut elongasi setidaknya 6,4 derajat," ujar Thomas dikutip dari Kontan, Kamis (12/3/2026).
Walau begitu, kepastian akhir tetap berada pada keputusan Menteri Agama setelah sidang isbat selesai dilaksanakan.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
menteri agama
Nasaruddin Umar
Sidang Isbat Idul Fitri 2026
Tribunsumsel.com
Ramadan 2026
Ramadan 1447H
| Selama Periode Lebaran 11-30 Maret 2026, 321.751 Kendaraan Melintasi Tol Kayuagung-Palembang |
|
|---|
| Selama Momen Lebaran Idul Fitri 2026, Bandara SMB II Palembang Layani 193 Ribu Penumpang |
|
|---|
| 5 Contoh Teks Doa Acara Halal Bihalal Lebaran Idul Fitri 2026 yang Berkesan dan Penuh Doa |
|
|---|
| 2 Contoh Kata Sambutan Tuan Rumah Acara Halal Bihalal 2026 dalam Bahasa Sunda, Mengandung Makna |
|
|---|
| KUMPULAN Tema Acara Halal Bihalal 2026 yang Berkesan dan Penuh Makna Sebagai Referensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Sidang-isbat-1-Syawal-1447-H-akan-ditetapkan.jpg)