Berita Viral
Bupati Brebes Ancam Pecat Perawat RSUD yang Ketus ke Pasien BPJS, Minta Warga Rekam dan Laporkan
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma mengancam tenaga medis yang sombong dalam melayani pasien BPJS di wilayahnya.
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Moch Krisna
Ringkasan Berita:
- Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, memberikan peringatan keras kepada seluruh tenaga medis (dokter dan perawat) di fasilitas kesehatan pemerintah agar tidak bersikap sombong atau "judes" kepada pasien, terutama pengguna BPJS.
- Bupati menegaskan bahwa keramahan dan perhatian adalah pelayanan dasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang sedang sakit.
- Bupati menegaskan tidak akan main-main dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
TRIBUNSUMSEL.COM - Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma mengancam tenaga medis yang sombong dalam melayani pasien BPJS di wilayahnya.
Hal ini diungkapnya saat menghadiri khitanan massal di RSUD Soekarno Ketanggungan, baru-baru ini.
Bupati Brebes menegaskan, fasilitas kesehatan milik pemerintah harus mengedepankan pelayanan yang ramah dan manusiawi.
"Perawat-perawat yang judes harusnya sudah gak ada. Tidak ada lagi dokter atau perawat yang ketus sama pasien, walaupun berobat gratis pakai BPJS," tegasnya, dilansir Instagram @viralno.1, Rabu (18/2/2026).
Tak main-main, Paramitha meminta masyarakat berani melapor jika menemukan tenaga kesehatan tidak profesional atau kedapatan bermain ponsel saat jam kerja.
Ia bahkan meminta warga mendokumentasikan bukti berupa foto atau video dan mengirimkannya melalui pesan pribadi (DM) ke akun Instagram miliknya.
"Kalau ada silahkan DM di Instagram saya, sebut nama dan foto orangnya, di videokan juga," terangnya.
Baca juga: 5 Fakta Pembunuhan Kakek Sapri di Brebes, Pamit Tagih Utang hingga Ditemukan di Rumah Kosong
Ia juga memastikan akan menurunkan pangkat hingga memecat tenaga medis tersebut.
"Kalau ada pelayanan di Rumah Sakit maupun di Puskesmas yang tidak baik, videokan. Saya pastikan saya turunkan pangkatnya, atau kalau perlu saya keluarkan dari RSUD atau Puskesmas," imbuhnya, disambut tepuk tangan warga
Menurutnya, pasien yang datang ke rumah sakit sedang dalam kondisi tidak mudah. Karena itu, keramahan menjadi bentuk pelayanan paling dasar yang wajib diberikan.
"Karena masyarakat kita yang dibutuhkan di Rumah Sakit itu perhatian," katanya.
"Kalau pengen mengabdi untuk masyarakat harus memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat, pelayanan untuk masyarakat harus ditingkatkan," sambungnya.
| Buntut Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Resmi Dilarang Bermain Bola Selama 3 Tahun oleh Komdis PSSI |
|
|---|
| Jeni Rahmadial Putri Indonesia Riau 2024 Tersangka Malapraktik Klinik Ditangkap, Gelarnya Dicabut |
|
|---|
| Sosok Slamet Suradio Masinis Tragedi Bintaro 1987, Viral Lagi di Tengah Kecelakaan Kereta di Bekasi |
|
|---|
| Nasib 15 Orang Jadi Korban Malpraktik Mantan Finalis Putri Indonesia, Ada yang Sampai Luka Bernanah |
|
|---|
| Profil Jeni Rahmadial Fitri, Finalis Puteri Indonesia 2024 Asal Riau Diduga Terjerat Malapraktik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Bupati-Brebes-Paramitha-Widya-Kusuma-saat-menghadiri-khitanan.jpg)