Kecelakaan di Karawang

Curhat Sifa usai Orang Tua dan Adik Tewas Tertimpa Kontainer di Karawang: Mama Papa Dipanggil Diam

Idik Tasdik (46), sang istri Itiar (42) bersama anak ketiganya M.A. Miyaz (8) tewas di tempat

Tayang:
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Dokumentasi/Warta Kota/Muhammad Azzam
DIMAKAMKAN- Suasana pemakaman satu keluarga yang tewas tertimpa kontainer di TPU Wagirmalang, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Senin (16/2/2026). Para korban antara lain, Idik Tasdik (46) dan istrinya, Itiar (42) bersama anak ketiganya M.A. Miyaz (8). 

Ringkasan Berita:
  • Sifa (19), salah satu korban selamat yang duduk di kursi belakang, membagikan detik-detik mencekam saat mobil keluarganya tertimpa kontainer.
  • Peristiwa terjadi sepulang acara syukuran makan-makan. Kondisi jalan saat itu gelap dan sedang macet, sehingga mobil ayahnya terjebak dan tidak memiliki ruang untuk gerak atau mundur.
  • Sifa bercerita bahwa ayahnya sempat berteriak dan menginjak gas untuk berusaha menghindar, namun truk tronton di depan mereka sudah terlanjur terguling.

TRIBUNSUMSEL.COM - Sifa (19), korban selamat kecelakaan maut mobil yang tertimpa kontainer di Jalan Raya Tanggul Rawagabus, Desa Kondangjaya, Karawang Timur, Jawa Barat, Minggu (15/2/2026) malam, memberi kesaksian usai ayah, ibu dan adik tewas.

Dalam kejadian tersebut Idik Tasdik (46), sang istri Itiar (42) bersama anak ketiganya M.A. Miyaz (8) tewas di tempat.

Sedangkan tiga lainnya yakni Hafid, Sifa dan Echa duduk di belakang.

Sifa anak pertama dari Idik Tasdik dan Itiar yang selamat mengungkapkan kesaksian bagaimana mobil mereka tertimpa kontainer. 

Dikutip dari akun Instagram @halokrw, Sifa bercerita peristiwa menyeramkan itu terjadi sepulang keluarganya dari acara makan-makan.

"Kita habis makan-makan, mama ngajak makan-makan. Terus pulangnya itu emang niatnya jenguk om karena habis sakit," ungkap Sifa.

Baca juga: Identitas 3 Anggota Keluarga Tewas Tertimpa Truk Kontainer, Pulang Syukuran Anak Hafal Al-Quran

Kecelakaan terjadi ketika ayah Sifa yang mengemudikan mobil tidak melihat adanya truk kontainer di depan mereka. 

Menurut Sifa, kondisi saat itu gelap sehingga jalan memang kurang terlihat. Kondisi semakin mengkhawatirkan karena kondisi macet sehingga mobil yang dinaiki keluarga Sifa tidak punya ruang gerak.

"Papa saya udah terlanjur masuk (ke area di dekat truk kontainer), nggak bisa mundur lagi. Jadi di situ kita panik, kita panik banget. Papa saya itu udah ngegas, udah teriak. Terus trontonnya ngeguling," cerita Sifa mengenang malam mengerikan itu.

Di saat itu semua sudah terlambat, mobil yang dianiki Sifa dan keluarga tak lagi bisa menghindar. Dalam sekejam, kontainer truk menimpa sedan yang mereka naiki hingga bagian depan ringsek berat.

"Di depan itu ada papa saya, adik saya yang anak ketiga, sama ibu saya. Yang di belakang itu Alhamdulillah selamat semua. Ada saya, adik saya paling terakhir, sama adik saya yang anak kedua," lanjutnya.

Sifa lantas bercerita bagaimana ia berusaha keluar dari mobil dengan sisa tenaga.

"Pas mobil nabrak terus truk keguling, itu saya kan mau buka pintu udah nggak bisa, pintunya udah bengkok, handle luarnya udah copot. Terus kuncinya saya tarik-tarik itu udah nggak bisa dari dalem," ceritanya.

Sifa lantas berupaya keluar dari kaca belakang yang memang sudah pecah.

"Saya keluar dari kaca belakang itu tu emang udah pecah dari ketimpa trontonya. Jadi agak dipecahin lagi supaya saya bisa keluar.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved