Seputar Islam

Penjelasan Hadits Dua Kenikmatan yang Kebanyakan Orang Tertipu, Nikmat Kesehatan dan Waktu Luang

Hadist tersebut memberitahukan bahwa salah satu kenikmatan yang sering menipu manusia ialah nikmat sehat dan nikmat waktu luang.

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
LISMA/GRAFIS/CANVA
SEHAT DAN WAKTU LUANG -- Ilustrasi waktu dan sehat, berikut penjelasan Hadits Dua Kenikmatan yang Kebanyakan Orang Tertipu yaitu Nikmat Kesehatan dan Waktu Luang 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Terdapat hadits tentang dua kenikmatan yang kebanyak orang tertipu olehnya.

Hadits tersebut tentang nikmat sehat dan waktu luang. Berikut penjelasannya.

Simak artikel-artikel Seputar Islam lainnya di sini.


Dari Ibnu Abbas RA dia berkata, Nabi SAW bersabda: 


Tek Arab
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ 

Latin Arab:
Ni'matani maghbunun fi-hima katsirun minan-nasi: As-shihhatu wal-faragh

Artinya "Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, yakni kesehatan dan waktu luang". (HR. Bukhari)

Hadist tersebut memberitahukan bahwa salah satu kenikmatan yang sering menipu manusia ialah nikmat sehat dan nikmat waktu luang.


Kita ketahui bahwa hidup sangat dibatasi dengan waktu dan sangat berkaitan dengan masa hidup manusia. 
Perjalanan waktu merupakan pertambahan umur dan pengurangan kesempatan. Jika umur berkurang maka kesempatan juga akan ikut menipis. 

Selagi sehat, selagi ada waktu manfaatkan sebaik-baiknya untuk kebaikan diri sendiri dan kebaikan orang lain.


 Bagi yang paham pentingnya memanfaatkan waktu, dia akan menyadari makna kehidupan sebenarnya, yakni berlomba untuk memperbanyak bekal untuk kehidupan setelah mati, hingga memperoleh keuntungan yang berlipat ganda. 

Seseorang yang beriman tidak akan menyia-nyiakan waktu sedetik pun, namun senantiasa menghabiskan waktunya semata-mata untuk lebih dekat dengan Allah SWT.

Ibnu Hajar dalam Fathul Bari membawakan perkataan Ibnu Bathal beliau berkata, 
"Makna hadist ini adalah bahwa seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya yang sehat. Barangsiapa yang mendapatkan semacam ini maka bersemangatlah agar tidak tertipu dengan lalai dari bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan-Nya. Dan di antara bentuk bersyukur ialah dengan melakukan ketaatan dan menjauhi larangan-Nya, dan barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini maka dialah orang yang telah tertipu".

Agar waktu tidak terbuang sia-sia dan agar kita tidak menyesal di waktu yang akan mendatang, maka marilah menggunakan waktu hidup kita sebaik-baiknya.


Menggunakan waktu untuk apa?

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved