Arti kata bahasa Arab

Arti Allahumma Inni Audzubika Minarrihil Ahmar, Doa agar Terhindar dari Stroke dan Penyakit Berat

Ya Allah tuhanku lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Tribun Sumsel
ANGIN MERAH -- Ilustrasi orang sedang berdoa berikut, bacaan doa rihul ahmar, Allahumma Inni Audzubika Minarrihil Ahmar, Doa agar Terhindar dari Stroke dan Penyakit Berat. 

TRIBUNSUMSEL.COM  -- Rihul ahmar adalah berasal dari bahasa Arab, Rihul ahmar artinya angin merah.

Doa rihul ahmar artinya adalah doa agar terhindar dari angin merah yang di negara Arab tergolong penyakit berat  yang dapat menyerang manusia. 

Simak artikel-artikel Arti Kata Bahasa Arab lainnya, di sini.

Berikut bancaan doa rihil akhmar dikutip dari laman NU Online. 

Allahumma inni audzubika minarrihil ahmar waddamil aswad waadauk ajbar

Artinya:

Ya Allah tuhanku lindungi aku dari angin merah dan lindungi aku dari darah hitam (stroke) dan dari penyakit berat.

Masih dari sumber nu.or.id, rihul ahmar dalam kamus kosakata bahasa Arab berjudul Tajul ‘Arusy min Jawahiril Qamus karya Mustadha az-Zabidi.  

Penyebutan Arrihul Ahmar adalah ketika mendeskripsikan makna tumbuhan Al-Badzaruj atau dikenal dengan Selasih atau Daun Basil (Ocimum Basilicum) atau dinisbatkan juga kepada tumbuhan lemon balm (Melissa officinalis). (Lihat sumber ini)

“Guru kita berkata, [tumbuhan ini] kerap disebut ‘Sulaimani’, alasannya jin membawanya kepada nabi Sulaiman, kemudian tumbuhan ini digunakan untuk mengobat penyakit Angin Merah (Arrihul Ahmar).” Ujar Murtadha az-Zabidi. (lihat Murtadha az-Zabidi, Tajul ‘Arusy, [Darul Hidayah, t.t.], jilid V, 414). 

Selain itu, rihul Ahmar atau angin merah pernah dideskripsikan oleh Ad-Dairabi dalam karyanya, Fathul Malik al-Majid. Kisah tersebut sebagai berikut:

Diriwayatkan dari Asif bin Barkhiya (tokoh yang membawa takhta Ratu Balqis kepada Nabi Sulaiman), ia berkata, suatu hari ketika nabi Sulaiman sedang duduk di tempat tidur kerajaannya, telah hadir di hadapannya orang-orang besar. Nabi Sulaiman dilayani oleh jin, manusia, angin, binatang buas, dan burung, dan saat itu Nabi Sulaiman sedang memutuskan perkara di antara mereka.

Nabi Sulaiman berkata kepada kawan-kawannya, “Allah telah menundukkan untukku jin, manusia, binatang buas, burung-burung, dan babon kuning (papio cynocephalus). Apakah Allah swt menciptakan suatu ciptaan dan tidak menundukkan mereka untukku?”

Asif menjawab, “Mohon maaf Wahai Nabi Allah, setiap kali Allah menundukkan bagimu suatu makhluk, dia hanyalah secuil kecil dari kekuasaan Allah.” 

Tidak berselang lama, satu makhluk setinggi dan selebar 40 [tidak disebutkan patokan ukurannya, entah meter atau yang lainnya], di hadapan Nabi Sulaiman dan mulai menyemburkan api. Nabi Sulaiman dan para sahabatnya takut. Asif bin Barkhiya berkata kepada Nabi Sulaiman, “Jangan takut, ucapkan, 'Allahu Akbar' tiga kali.” 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved