Maulid Nabi Muhammad

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Berawal dari Negara Mesir, Berikut Keutamaan dan Hikmah Maulid Nabi

 Barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi saw., maka ia akan menjadi temanku di surga.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
GRAFIS TRIBUN SUMSEL/VANDA
SEJARAH MAULID NABI --Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW, berikut sejarah Peringatan Maulid Nabi Berawal dari Negara Mesir. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Maulid Nabi yang menjadi salah satu hari besar umat Islam setiap tanggal 12 Rabiul Awal, ternyata telah berlangsung sejak berabad-abad silam.

Dikutip dari laman nu.or.id, sejarah peringatan Maulid Nabi dimulai pada era Dinasti Fatimiyah di Mesir pada abad ke-10. 

Simak artikel-artikel seputar Maulid Nabi Muhammad SAW, di sini.

Peringatan Maulid Nabi di masa itu, awalnya dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah. 

Namun lama kelamaan berkembang menjadi acara besar yang diisi dengan pembacaan sirah Nabi, doa bersama, dan pembagian sedekah.

Lalu, Maulid Nabi semakin populer pada abad-abad berikutnya, hingga menjadi tradisi yang diterima luas di kalangan umat Islam hampir di seluruh dunia,  termasuk di Indonesia.

Meskipun ada perbedaan pandangan di antara ulama mengenai hukum merayakan Maulid Nabi, mayoritas ulama menyetujui peringatan ini selama dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai dengan ajaran Islam. 

Bagi mayoritas  umat Islam, Maulid Nabi adalah kesempatan untuk mengingat kembali kehidupan Nabi Muhammad, mengambil pelajaran dari teladan beliau, memperkuat cinta kepada Rasulullah SAW.

Dan yang paling penting, umat Islam dapat mengimplementasikan teladan Rasulullah dalam berkehidupan agar dapat menjadi rahmat seluruh alam.

Berikut ini adalah 5 Keutamaan Maulid Nabi Muhammad

Berdasarkan berbagai riwayat dari para sahabat Rasulullah dan ulama terkemuka, berikut keutamaan bagi kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

1. Menjadi Teman Rasulullah di Surga

Dari Abu Bakar ra., sahabat terdekat Nabi Muhammad saw., pernah berkata

 “Barangsiapa membelanjakan satu dirham untuk mengadakan pembacaan Maulid Nabi saw., maka ia akan menjadi temanku di surga.”

Membudayakan sedekah, akan menjadi teman Rasulullah di surga.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved