Tahun Baru Islam

Pesan Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H/2026

Semangat hijrah, kata Menag, harus tercermin dalam kepedulian kepada sesama, kecintaan terhadap lingkungan, komitmen menghadirkan kemaslahatan

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
instagram/nasaruddin_umar
PESAN MENAG -- Foto dokumentasi Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, berikut Pesan Menag Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H/2026. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Menyambut Tahun Baru Islam 1448 H/2026, Menteri Agama Republik Indonesia (RI) KH Nasaruddin Umar, mengajak umat Islam untuk memperkuat persaudaraan, menebarkan kasih sayang dalam bermasyarakat.

Dikutip dari laman resmi kemenag.go.id, Senin 15 Juni 2026, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriah 1448 H sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menebarkan cinta kasih, dan menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam tausiyahnya di depan masyarakat dan jemaah Masjid di Kota Bandung belum lama ini, Menag menjelaskan bahwa makna hijrah tidak sekadar perpindahan tempat, melainkan perubahan menuju pribadi yang lebih baik. 
Semangat hijrah, menurut Menag, harus tercermin dalam meningkatnya kepedulian kepada sesama, kecintaan terhadap lingkungan, serta komitmen menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

"Kalau kita mau mengukur apakah kita beragama atau tidak, lihatlah seberapa besar rasa cinta kita terhadap sesama," ujar Menag.

Menurut Menag, seluruh ajaran agama pada hakikatnya mengajarkan kasih sayang. Dalam Islam, nilai tersebut tercermin dalam sifat Allah SWT, Ar-Rahman dan Ar-Rahim, yang menjadi fondasi hubungan manusia dengan Allah sekaligus dengan sesama manusia.

Karena itu, Menag menegaskan bahwa agama tidak boleh dijadikan alasan untuk menyebarkan kebencian, permusuhan, maupun prasangka. Sebaliknya, agama harus menjadi sumber kedamaian yang menghadirkan ketenteraman dan energi positif dalam kehidupan.

"Kalau ada orang berbicara tentang agama tetapi mengumbar kebencian, maka sesungguhnya ia sedang menjauh dari substansi ajaran agama itu sendiri," tegasnya.

Menag juga mengulas sejarah penetapan kalender Hijriah pada masa Khalifah Umar bin Khattab yang menjadikan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai awal penanggalan Islam. Menurutnya, peristiwa hijrah mengandung pelajaran penting tentang perubahan, pengorbanan, serta pembangunan peradaban yang relevan sepanjang zaman.

Hijrah dengan Perilaku yang Lebih Baik

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam tidak sekadar memaknai Tahun Baru 1448 H sebagai pergantian kalender, melainkan sebagai momentum untuk melakukan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Semangat hijrah harus diwujudkan dalam aksi konkret yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.

"Hijrah itu bukan sekadar perpindahan tempat dari satu titik ke titik lain, melainkan sebuah transformasi spiritual dan sosial menuju pribadi yang lebih baik. Semangat hijrah kita saat ini harus tecermin dari seberapa peduli kita kepada sesama, bagaimana kita menjaga lingkungan, serta komitmen kita untuk selalu menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat," ujar Menag.

Selain refleksi personal, Menag juga menyerukan restrukturisasi peran masjid di era modern. Merujuk pada sejarah penetapan kalender Hijriah di masa Khalifah Umar bin Khattab, momentum hijrah Nabi Muhammad SAW adalah awal dari pembangunan peradaban baru. Pada masa itu, masjid berfungsi multisektoral.

"Masjid harus terus menjadi pusat peradaban yang menghadirkan manfaat bagi umat dan memperkuat persatuan serta kepedulian sosial," ungkapnya.

Menurutnya, masjid tidak boleh pasif dan hanya menjadi tempat ibadah ritual, melainkan harus hidup sebagai pusat pendidikan, musyawarah, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Demikian Pesan Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar Menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H/2026. (lis)

Baca juga: 20 Pantun Lucu dan Unik Cocok untuk Status Medsos, Memeriahkan HUT ke 1.343 Tahun Kota Palembang

Baca juga: 15 Ucapan Selamat HUT ke 1.343 Tahun Kota Palembang, Diperingati 17 Juni 2026, Kebanggaan Wong Kito

Baca juga: Mengenang Bambang Utoyo: KASAD yang Kenyang dengan Medan Perjuangan

Baca juga: Doa Jelang Akhir Dzulhijjah 1447 H dan Memasuki 1 Muharram 1448 H, Tulisan Arab dan Arti

Baca juga: Kapan Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 2027? Berikut Kalender Hijriah 1448 H dan Hari Besar Islam

Baca juga: Kalender dan Almanak Tahun Hijriyah 1448 H Lengkap dan Perkiraan Hari Besar Islam 2026–2027

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved