Seputar Islam

Dzikir dan Doa di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Hari Arafah hingga Idul Adha

dzikir Lailaha illah Allah ‘adadad duhur, Lailaha illah Allah ‘adada ayyam was shuhur, Lailaha illah Allah adada amwajil buhur

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel.com/ChatGPT AI
DZULHIJJAH 1447 H -- Ilustrasi bulan Dzulhijjah 1447 H atau 2026, berikut Dzikir dan Doa di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Hari Arafah hingga Idul Adha. 

TRIBUNSUMSEL.COM  — Ada banyak keutamaan bulan Dzulhijjah yang insya Allah akan kita masuki bertepatan pada Senin 18 Mei 2026 mendatang.

Selain berkurban dan puasa sunnah, di sepuluh hari di awal Dzulhijah Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memperbanyak zikir.

Dijelaskan dalam Al Quran Surat Al Hajj : 28, Allah SWT berfirman adanya manfaat berzikir kepada Allah di hari-hari yang telah ditentukan.

ليشهدوا منافع لهم ويذكروا اسم الله في أيام معلومات

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan…”

Berikut ini Tribunsumsel.com rangkum zikir dan doa di bulan Zulhijah yang dapat dibaca, dilansir dari bincangsyariah.com.


لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ اللَّيَالِيْ وَالدُّهُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ اْلأَيَّاِم وَالشُّهُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ أَمْوَاجِ الْبُحُوْرِ،

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ أَضْعَافِ اْلأُجُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الْقَطْرِ وَالْمَطَرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ أَوْرَاقِ الشَّجَرِ،اَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الشَّعْرِ وَالْوَبَرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الرَّمْلِ وَالْحَجَرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الزَّهْرِ وَالثَّمَرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ أَنْفَاسِ الْبَشَرِ.

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ لَمْحِ الْعُيُوْنِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ مَا كَانَ وَمَا يَكُوْنُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ تَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُوْنَ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ فِي اللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ فِي الصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ الرِّيَاحِ فِي الْبَرَارِيْ وَالصُّخُوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عَدَدَ خَلْقِهِ أَجْمَعِيْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

Lailaha illah Allah ‘adadad duhur, Lailaha illah Allah ‘adada ayyam was shuhur, Lailaha illah Allah adada amwajil buhur

Lailaha illah Allah adada adh’afil ujur, Lailaha illah Allah adada qatril matar, Lailaha illah Allah adada awraqis syajar, Lailaha illah Allah adada sya’ri wal wabar,

Lailaha illah Allah adada ramli wal hajar, Lailaha illah Allah adada zahri was samar, Lailaha illah Allah adada anfasil basyar

Lailaha illah Allah adada lamhil ‘uyun, Lailaha illah Allah adada ma kana wa ma yakun, Lailaha illah Allah taala amma yushrikun, Lailaha illah Allah khaira mimma yajma’un,

Lailaha illah Allah fil laili iza ‘as’as, Lailaha illah Allah fis subhi iza tanaffas, Lailaha illah Allah adada riyah fil birar was sokhur, Lailaha illah Allah min yaumina haza ila yauma yunfaghu fis suur,

Lailaha illah Allah adada khalqihi ajmain, Lailaha illah Allah min yaumina haza ila yaumad din.

Artinya:

“Tiada Tuhan selain Allah sebanyak / sepanjang malam-malam dan masa, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak hari-hari dan bulan-bulan, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak ombak di lautan”

“Tiada Tuhan selain Allah sebanyak pelipat gandaan pahala-pahala, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak rintik-rintik hujan, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak dedaunan di pohon-pohon, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak rambut dan bulu,”

“Tiada Tuhan selain Allah sebanyak pasir dan batu, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak bunga dan buah, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak hembusan nafas manusia”

“Tiada Tuhan selain Allah sebanyak kedipan mata, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi,”

Tiada Tuhan selain Allah Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan, Tiada Tuhan selain Allah lebih baik dari segala yang mereka kumpulkan (dari harta benda), Tiada Tuhan selain Allah pada malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,”


“Tiada Tuhan selain Allah pada waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, Tiada Tuhan selain Allah sebanyak angin (yang bertiup) di gurun dan tanah berbatu, Tiada Tuhan selain Allah mulai hari ini hingga hari di mana ditiup sangkakala,”

“Tiada Tuhan selain Allah sebanyak seluruh makhluk-Nya, Tiada Tuhan selain Allah mulai hari ini hingga hari pembalasan.”

Zikir dan doa di bulan Zulhijah tersebut disadur dalam kitab Kanzun Najah Was Surur dari Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds.

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhu juga meriwayatkan Rasulullah Muhammad SAW berkata:

Pembangunan Tower Yang Akan di Bangun di Sebelah Masjid
“Tak ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini (Zulhijah),” (HR. At-Trimidzi).

Ibnu ‘Abbas menegaskan, lebih diutamakan di hari-hari 10 Zulhijah itu dianjurkan memperbanyak takbir, tahlil dan tahmid.

Adapun satu hari dari ke 10 Zulhijah pula hari baik yang tidak boleh dilewatkan umat muslim untuk berdoa dan berzikir.

Satu di antara hari terbaik untuk berdoa juga terdapat pada hari ke 9 Zulhijah atau disebut juga hari Arafah.

Pada hari Arafah ini umat muslim khususnya jemaah yang berhaji tengah berbondong-bondong memanjatkan doa.

Sebagai rangkaian penting dan puncak dari ibadah haji, kaum muslimin hendak melaksanakan wukuf di padang Arafah.

Menurut Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr Yusuf Zainal Abidin pada hari Arafah tersebut Allah SWT membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul beribadah di padang Arafah, tempat di hadapan para Malaikat.

Oleh karena itu, kaum muslimin yang tidak sedang berwukuf di Arafah pun disyariatkan juga beribadah puasa dan memperbanyak zikir sebagai gantinya.

Dilansir dari muslim.or.id, dijelaskan sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah atau 9 Zulhijah.

Maksud dari pernyataan tersebut ialah hari di mana doa mustajab paling cepat diijabah.

Hal tersebut juga dimaksudkan sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadis Muslim no 1348.

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda:

“ا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”

Dasar hadis tersebut djelaskan Syaikh Sholih Al Munajjid dalam fatwanya no. 70282, mustajabnya doa hari Arafah belaku bagi umum.

Baik bagi yang sedang berwukuf di Arafah atau pun bagi yang tidak berwukuf.

Demikian Dzikir dan Doa di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah, Hari Arafah hingga Idul Adha. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: Arti Walayalin Ashr, Kutipan Surat Al Fajr Ayat 2 Penjelasan Keutamaan 10 Malam Pertama Dzulhijjah

Baca juga: Doa Menenangkan Hati Saat Disakiti Orang Lain, Arab & Arti, Allahumma Inni Audzubika Min Syarrinnaas

Baca juga: Sejarah Penetapan Hari Jadi Provinsi Sumatera Selatan ke-80 Diperingati 15 Mei 2026

Baca juga: Hari Keluarga Internasional 2026 Diperingati 15 Mei: Sejarah, Tema & Cara Mewujudkan Keluarga Ideal

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved