Seputar Islam

Hadits Tentang Belajar Mengajar dan Menghormati Para Guru, Adab dalam Menuntut Ilmu

Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu (HR Thabrani)

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
Tribun Sumsel/Google Play
HADITS MENGHORMATI GURU -- Ilustrasi siswa salaman kepada guru sebagai sikap hormat dan adab menuntut ilmu dalam Islam. 

TRIBUNSUMSEL.COM  — Belajar dan menuntut ilmu adalah kewajiban dalam Islam.  Hal ini telah disampaikan  banyak hadits yang merupakan nasihat dan teladan dari Rasulullah SAW.

Salah satunya adalah hadits yang mengajak umat untuk belajar mengajar dan menghormati guru sebagai salah satu adab menuntut ilmu dalam Islam.

Berikut redaksi haditsnya, tulisan Arab, latin Arab dan arti

Teks Arab:

تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ

Latin Arab:
 Ta‘allamū wa ‘allimū wa tawāḍa‘ū li-mu‘allimīkum wa layyinū li-mu‘allimīkum.

Artinya:

“Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.” (HR Thabrani).

Hadits ini mengandung pesan penting tentang adab dalam menuntut ilmu, yang menjadi fondasi utama dalam tradisi pendidikan Islam.

Pertama, Rasulullah memerintahkan untuk “ta‘allamū” (belajarlah).

Ini menunjukkan bahwa mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Ilmu menjadi kunci kemajuan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Tanpa ilmu, seseorang akan mudah tersesat dalam mengambil keputusan.

Kedua, perintah “wa ‘allimū” (dan ajarkanlah) menegaskan bahwa ilmu tidak boleh berhenti pada diri sendiri. Ilmu harus dibagikan agar memberi manfaat lebih luas.

Dalam Islam, orang yang mengajarkan ilmu memiliki kedudukan yang sangat mulia karena menjadi perantara tersebarnya kebaikan.

Ketiga, bagian “wa tawāḍa‘ū li-mu‘allimīkum” (bersikap rendah hatilah kepada guru kalian) menekankan pentingnya tawadhu’ (rendah hati) terhadap guru. Ini berarti: menghormati guru, tidak merasa lebih pintar serta menerima ilmu dengan sikap terbuka.

Dalam tradisi Islam, adab kepada guru bahkan sering dianggap lebih penting daripada ilmu itu sendiri, karena keberkahan ilmu sangat dipengaruhi oleh sikap murid terhadap gurunya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved