Sejarah Hari Bumi Internasional Diperingati 22 April 2026, Angkat Tema: Our Power Our Planet

Hari Bumi adalah hari untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan, untuk mengadvokasi pelestarian alam, dan untuk belajar cara melindungi bumi

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
LISMA/GRAFIS/CANVA
HARI BUMI 2026 -- Ilustrasi Hari Bumi Internasional, sejarah dan tema Hari Bumi Internasional Diperingati 22 April 2026. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Pada Rabu 22 April 2026, diperingati sebagai Hari Bumi Internasional.
Pada peringatan tahun ini, Hari Bumi Internasional 2026 mengangkat tema Our Power Our Planet atau Kekuatan Kita Planet Kita.

Dikutip dari laman ksdae.kehutanan.go.id, sejarah peringatan hari bumi pertama kali dilaksanakan 56 tahun lalu, yaitu pada 22 April 1970.

Dekade 1960-an di Amerika Serikat ditandai dengan meningkatnya kesadaran akan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia.

Pabrik-pabrik melepaskan kepulan asap hitam ke udara. Bahan kimia dibuang ke sungai. Orang-orang mulai mengecam kekejaman ini, tetapi planet ini membutuhkan lebih banyak dukungan.

Senator Gaylord Nelson, dari Partai Demokrat Wisconsin, mengadakan demonstrasi nasional pada hari yang kemudian menjadi Hari Bumi pertama untuk mendesak pemerintah federal mengambil langkah-langkah yang lebih kuat untuk melindungi lingkungan. 

Hari Bumi pertama itu menjadi katalisator gerakan lingkungan modern. Hal itu mengarah pada terciptanya undang-undang konservasi mendasar termasuk Undang-Undang Spesies Terancam Punah dan Undang-Undang Air Bersih.

56 tahun setelah Hari Bumi pertama, kita masih merayakannya setiap tahun karena kita semua ingin generasi mendatang dapat menikmati planet yang indah dan penuh dengan kehidupan ini.

Hari Bumi adalah hari untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan, untuk mengadvokasi pelestarian alam, dan untuk belajar serta saling mendidik tentang cara melindungi planet kita.

Makna Our Power Our Planet, atau dalam bahasa Indonesia  Kekuatan Kita Planet Kita

Hari Bumi 2026 mengajak komunitas di seluruh dunia untuk bertindak selama Pekan Bumi guna mendukung udara bersih, air bersih, energi bersih, sumber daya alam yang terlindungi, dan stabilitas iklim.

Faktor-faktor ini terkait langsung dengan kesehatan manusia, prediktabilitas ekonomi, ketahanan pangan, dan kinerja infrastruktur lintas batas.

Dikutip dari laman earthday.org, tema ini merujuk pada peran masyarakat dan komunitas di seluruh dunia dalam mempertahankan perlindungan lingkungan yang memengaruhi biaya hidup, kesehatan masyarakat, keandalan infrastruktur, dan stabilitas jangka panjang.

Kondisi lingkungan memengaruhi sistem pangan, ketersediaan air, akses energi, risiko bencana, dan ketahanan ekonomi di semua wilayah. 

Partisipasi komunitas secara historis telah membentuk hasil-hasil ini di berbagai negara dan sistem politik.

Sejak Hari Bumi pertama pada tahun 1970, aksi kewarganegaraan telah membantu membentuk dan memperkuat lembaga, undang-undang, dan norma-norma internasional di bidang lingkungan. 

Langkah-langkah ini telah dikaitkan dengan penurunan penyakit terkait polusi, peningkatan akses terhadap air bersih, serta manfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat dan ekonomi di banyak belahan dunia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved