Seputar Islam

Pengertian Hadits Shahih, Hadits Hasan, Hadits Dhaif, Hadits Maudhu, Hadits Berdasarkan Kualitasnya

ciri hadits-hadits yang benar di antaranya bila isi hadits tidak bertentangan atau sesuai dengan isi kandungan Al Quran yang merupakan firman Allah

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
LISMA/GRAFIS/CANVA
MACAM-MACAM HADITS -- Ilustrasi macam-macam hadits menurut kualitasnya, ada empat yaitu hadits Shahih, hadits hasan, hadits dhaif dan hadits maudhu. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Hadits dalam agama Islam adalah sumber hukum kedua setelah Alquran. Hadits adalah setiap perkataan, perbuatan, atau ketetapan yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Hadits berfungsi menjelaskan, merinci, dan menyempurnakan ajaran yang disebutkan secara umum dalam Al-Qur'an. 

Simak artikel-artikel Seputar Islam lainnya, di sini.

Dalam bahasa lain, hadits ialah setiap informasi yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Misalnya, ketika kita mengatakan “Rasulullah SAW pernah berkata” atau “Rasulullah SAW pernah melakukan..”, secara tidak langsung pernyataan tersebut sudah bisa dikatakan hadits.

Dalam memelajari hadits, yang sering menjadi persoalan adalah tentang kebenaran isi serta sumbernya. 

Benarkah Rasul pernah melakukan atau mengucapkannya? Sebab itu, mengetahui kebenaran sebuah informasi yang mengatasnamakan Rasulullah (hadits) sangatlah penting. 

Para ulama hadits membagi hadits berdasarkan kualitasnya dalam tiga kategori, yaitu hadits shahih, hadits hasan, hadits dhaif.

Berikut penjelasannya, dikutip dari berbagai sumber.

Pengertian Hadits Shahih

Hadits shahih ialah hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang berkualitas dan tidak lemah hafalannya, di dalam sanad dan matannya tidak ada syadz dan illat.

Mahmud Thahan dalam Taisir Musthalahil Hadits menjelaskan hadits shahih adalah:

ما اتصل سنده بنقل العدل الظابط عن مثله إلى منتهاه من غير شذوذ ولا علة

Setiap hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit dari awal sampai akhir sanad, tidak terdapat di dalamnya syadz dan ‘illah.

Untuk memudahkan memahami hadits shahih adalah

Hadits Shahih adalah Hadits yang paling kuat dan terpercaya

Ciri-ciri:

Sanad (rantai perawi) bersambung
Perawi adil dan kuat hafalannya
Tidak ada kejanggalan (syadz)
Tidak ada cacat tersembunyi (‘illat)
Contoh sumber:  Sahih Bukhari,  Sahih Muslim dan ini hadits yang pasti boleh diamalkan

Hadits Shahih terbagi dalam dua bagian yaitu hadits  li Dzatihi yaitu hadits shahih karena kekuatannya sendiri
dan Hadits Shahih li Ghairihi yaitu hadits yang awalnya awalnya hasan, tapi menjadi kuat (shahih( karena banyak jalur.

Pengertian Hadits Hasan

Hadits Hasan

Hadits hasan hampir sama dengan hadits shahih, yaitu hadits yang rangkaian sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit, tidak terdapat syadz dan ‘illah.

Perbedaan dari kedua jenis hadits ini adalah kualitas hafalan perawi hadits hasan tidak sekuat hadits shahih. Ulama hadits sebenarnya berbeda-beda dalam mendefenisikan hadits hasan. Menurut Mahmud Thahhan, defenisi yang mendekati kebenaran adalah definisi yang dibuat Ibnu Hajar. Menurut beliau hadits hasan ialah:

هو ما اتصل سنده بنقل العدل الذي خف ضبطه عن مثله إلى منتهاه من غير شذوذ ولا علة

Hadits yang sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh perawi adil, namun kualitas hafalannya tidak seperti hadits shahih, tidak terdapat syadz dan ‘illah.

Jadi hadits hasan adalah Hadits yang baik, tapi tingkatnya sedikit di bawah shahih

Ciri: Mirip shahih, tapi daya hafalan perawi sedikit lebih lemah. Hadits hasan masih bisa diamalkan sebagai dalil.

Hadits hasan terbagi  menjadi dua, yaitu Hadits Hasan li Dzatihi yaitu Hasan murni dari sanadnya dan hadits hasan 
hadits Hasan li Ghairihi yaitu hadits yang awalnya hadits dhaif ringan, tapi naik derajat karena banyak penguat.

Pengertian Hadits Dhaif


Hadits dhaif ialah hadits yang tidak memenuhi persyaratan hadits shahih dan hadits hasan. Dalam Mandzumah Bayquni disebutkan hadits hasan adalah:

وكل ما عن رتبة الحسن قصر  #  فهو الضعيف وهو اقسام كثر

Setiap hadits yang kualitasnya lebih rendah dari hadits hasan adalah dhaif dan hadits dhaif memiliki banyak ragam.

Dilihat dari definisinya, dapat dipahami bahwa hadits shahih adalah hadits yang kualitasnya paling tinggi, kemudian di bawahnya adalah hadits hasan.

Para ulama sepakat bahwa hadits shahih dan hasan dapat dijadikan sebagai sumber hukum. Sementara hadits dhaif ialah hadits yang lemah dan tidak bisa dijadikan sebagai sumber hukum.

Namun dalam beberapa kasus, menurut ulama hadits, hadits dhaif boleh diamalkan selama tidak terlalu lemah dan untuk fadhail amal.

Jadi hadits dhaif adalah hadits yang lemah disebabkan :

Sanad terputus
Perawi lemah
Ada cacat dalam riwayat

Umumnya tidak dipakai untuk hukum.  Sebagian ulama membolehkan untuk fadhail amal (keutamaan amal) dengan syarat tertentu.

Pengertian Hadits Maudhu’

Hadis Maudhu secara bahasa memiliki beberapa makna, yaitu menggugurkan (al-masqath), meninggalkan (al-matruk), dan menga-ada (al-muftara).

Oleh karenanya, hadis maudhu adalah segala sesuatu yang dinisbatkan kepada Muhammad, baik perbuatan, perkataan, ataupun taqrirnya secara rekaan atau dusta semata-mata.

Pada intinya, hadis maudhu bukanlah hadis. Umat Islam juga mengenalnya dengan sebutan hadis palsu

Jadi hadits maudhu adalah Hadits yang dibuat-buat atau hadits palsu

Cirinya adalah perawi pendusta; Isi bertentangan dengan Al-Qur’an atau hadits shahih

Dari penjelasan di atas, ada satu benang merah yang mesti kita ingat. Bahwa salah satu ciri hadits yang benar adalah bila isi hadits tidak bertentangan atau sesuai dengan isi kandungan Al Quran yang merupakan firman Allah SWT.

Demikian Pengertian Hadits Shahih, Hadits Hasan, Hadits Dhaif, Hadits Maudhu, Hadits Berdasarkan Kualitasnya. Semoga bermanfaat. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: Hadits Tiga Wasiat Rasulullah SAW Tentang Sholat, Menjaga Lisan dan Qonaah, Tulisan Arab dan Arti 

Baca juga: Arti Ihfazhillaha Yahfazhka, Hadits Jagalah Allah Niscaya Allah Menjagamu, Penjelasan Ulama 

Baca juga: 4 Kedudukan Anak dalam Alquran, Kebanggaan, Penyejuk Hati, Fitnah hingga Musuh, Tanggung Jawab Ortu

Baca juga: Ayat Attoyyibatu Littoyyibina Waṭtoyyibuna Littoyyibat Surat Apa, Wanita Baik untuk Laki-laki Baik

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved