Seputar Islam

Sedekah Ruwah di Bulan Syaban, Pendapat Ustadz Abdul Somad dan Pengamat Sosial Prof Abdullah Idi

Ustadz Abdul Somad dalam tausiahnya di chanel Youtube miliknya, mengatakan ada dua tujuan dari ruwahan, yaitu hablumminallah dan hablumminannas.

Tayang:
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel
SEDEKAH RUWAH -- Ilustrasi tentang sedekah ruwah, atau ruwahan yang telah mentradisi di masyarakat muslim Indonesia di bulan Syaban jelang Ramadhan. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Sedekah ruwah sudah menjadi tradisi masyarakat muslim di Indonesia dilakukan di bulan Syaban jelang memasuki bulan Ramadhan.

Sedekah Ruwah dilakukan mulai pertengahan bulan Syaban atau Nisfu Syaban (15 Syaban) sampai penghujung Syaban, dengan menggelar doa dan makan bersama atau membagikan sedekah makanan.

Simak artikel-artikel Seputar Islam lainnya, di sini.

Ruwahan merupakan tradisi mendoakan arwah orang yang telah meninggal dunia, seperti Orang Tua, Adik, Kakak, Keluarga dan Lainnya.

Tak hanya mengirim doa untuk orang-orang yang sudah meninggal, tradisi ruwahan juga biasanya diwarnai dengan  sedekah berupa makanan dan kental dengan silaturahmi.

Ruwahan dalam Pandangan Islam

Ustadz Abdul Somad dalam tausiahnya di chanel Youtube miliknya, mengatakan ada dua tujuan dari ruwahan, yaitu hablumminallah dan hablumminannas.

Hablum minallah, kita membacakan shalawat, puji-pujian kepada Allah, membaca surat Yasin serta mendoakan orang-orang yang telah meninggal dunia.

Hablumminannas, dalam ruwahan terdapat silaturahmi, saling memaafkan dengan keluarga, tetangga dan sedekah berbagi makanan.  "Jadi ruwahan ini tradisi yang baik, tidak mengapa untuk kita lakukan bila mau dan bila mampu," katanya.

Sementara pengamat sosial yang juga Cendikiawan Muslim, Prof Dr Abdullah Idi M Ed dalam sebuah artikel yang diterbitkan di assajidin.com, mengatakan bahwa meski dalam sunah Nabi Muhammad SAW sedekah Ruwah ini tidak ada namun konsep sedekah Ruwah ini mengandung nilai kebaikan dan pahala.

Hal tersebut sama dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mesti tak diajarkan oleh Baginda Nabi namun didalamnya terdapat peringatan atau kegiatan menimba ilmu melalui ceramah agama dan diikuti makan-makan baik itu kudapan atau pun makan siang.

"Karena dalam Islam ini kan ada namanya Bid'ah hasanah. Apalagi ada konsep sedekah dan berbagi dalam Sedekah Ruwah," jelasnya.

Dosen tetap di Pasca Sarjana  Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang menambahkan selama hal ini tak menyimpang dalam Islam masyarakat juga bisa ambil positifnya.

Apalagi hal itu juga bukan hanya mendoakan orang atau keluarga yang sudah meninggal dan dibarengi dengan sedekah dan silaturahim terhadap sesama.

Menurutnya, bagi masyarakat yang melaksanakan tidak dilarang dan bagi yang tidak melaksanakan juga tidak diwajibkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved