Bulan Rajab

4 Bacaan Doa Berbuka Puasa Bulan Rajab 1447 H, Teks Arab, Latin dan Terjemahan

Empat bacaan doa berbuka Puasa Bulan Rajab 1447 H, teks Arab, latin dan terjemahan. Perkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Tayang:
Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
Tribunsumsel.com/Grafis/Vanda Rosetiati
DOA BERBUKA PUASA - Grafis ilustrasi 4 bacaan doa berbuka Puasa Bulan Rajab 1447 H. Doa berbuka puasa juga memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta sembari memohon agar pahala puasanya diterima dan ditetapkan di sisi-Nya. 

Namun, hadis ini dinilai mursal (terputus sanadnya) karena Mu‘adz bin Zuhrah tidak mendengar langsung dari Nabi.

Imam Abu Dawud dalam Sunan Abu Dawud mencantumkan hadis ini tanpa menyatakan kesahihannya, dan sebagian ulama menilai sanadnya lemah (dhaif). Namun, Imam an-Nawawi dalam al-Adzkâr menyatakan hadis ini meskipun mursal, telah diamalkan oleh banyak ulama salaf dan khalaf (generasi awal dan setelahnya).

“Maka doa ini boleh diamalkan karena isinya baik dan tidak bertentangan dengan dalil sahih.” demikian tulis Imam Nawawi di Kitab Al-Adzkar.

3. Doa Buka Puasa Populer di Indonesia (Gabungan)

Doa berbuka puasa paling banyak diamalkan di Indonesia adalah gabungan dari dua doa di atas. 

Berikut ini lafal doanya:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى

Latin: 

Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allâh ta‘âlâ

Artinya: 

Ya Allah, untuk-Mulah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insyaaallah.

Dalam Kitab Fathul Muin dijelaskan, “Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka “Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika aftharthu” dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: “Dzahabadh dhamâ’u wabtalatl-‘urûqu wa tsabata-l-ajru insyâ-a-Llâh,” (Fath al-Mu’in, juz 2, hal. 279).

Bahwa ketentuan doa berbuka puasa yang baik adalah membaca doa sesuai dengan lafal doa dalam hadis riwayat sahabat Mu’adz bin Zuhrah di atas. Sedangkan lafal doa dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar ditambahkan ketika seseorang berbuka dengan menggunakan air.

Namun, nyaris tak ada orang berbuka puasa hanya berupa makanan tanpa minuman, kecuali sangat terdesak. Sehingga, bacaan yang sering di dapati adalah penggabungan doa dari hadis tersebut.

4. Doa Buka Puasa Syekh Bujairimi

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved