Berita PALI

Kendaraan Mudik Pelat B Dilarang Lewat Kabupaten PALI, Disuruh Putar Balik

Dengan berbekal panduan dari google maps, pemudik memilih jalan pintas dari simpang Belimbing menuju Cecar hingga ke Kota Lubuklinggau

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Reigan
Para pemudik dari daerah pandemi Covid-19 saat melintasi wilayah Kabupaten PALI diminta putar balik arah, Senin (13/4/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Para pemudik dari daerah pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 saat hendak melintasi wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diminta memutar arah atau putar balik.

Berdasarkan pantauan, Senin (13/4/2020) di Posko Pantau Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi, beberapa kendaraan roda dua maupun roda empat yang bernomor polisi dari Jakarta diminta balik arah.

Kendaraan dengan tujuan beberapa provinsi di pulau Sumatera seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Riau hendak menuju lintas barat melalui Kota Lubuk Linggau.

Dengan berbekal panduan dari google maps, pemudik memilih jalan pintas dari simpang Belimbing menuju Cecar hingga ke Kota Lubuklinggau.

2 Jambret di Jalan Sudirman Palembang Dibekuk Polisi,  Uangnya untuk Foya-foya Traktir Teman

"Kalau melintas melalui PALI memang lebih cepat. Selisihnya bisa tiga jam jika dibandingkan lewat Lahat dan Empatlawang," ujar Arman (25) salah satu pengendara melintas, Senin.

Kendati demikian, pemudik yang melintas melalui Posko Covid-19 di Talang Bulang tersebut dipaksa berbalik arah.

Para pengendara ini diminta kembali ke jalur Jalan Lintas Sumatera yang melewati Kabupaten Lahat dan Empatlawang.

Andri pengendara asal Padang Sumatera Barat mengaku bahwa dirinya dari Jakarta.

Ia mengatakan, baru kali ini melintasi jalan Simpang Belimbing menuju Lubuklinggau dengan mengandalkan peta google Maps.

Sementara, Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten PALI, Junaidi Anuar mengatakan, bahwa pihaknya sudah perintahkan setiap pemudik untuk melewati jalinsum.

Profesor Yuwono: Jenazah Korban Covid-19 Dimakamkan di TPU Saja

Sebab, kata dia, kebanyakan mereka tidak mengetahui medan jalan dan mengandalkan google Maps. Sementara di jalur tersebut tidak ada sinyal telepon.

Sehingga, dikhawatirkan mereka tersesat, apalagi jalan tersebut belum di aspal.

"Kami khawatirkan keselamatan mereka. Jadi kami sarankan pemudik ini untuk berbalik arah kembali ke Jalinsum. Kalau jalur ini kami tidak rekomendasikan. Terlalu berbahaya," ungkap Junaidi.

Junaidi menambahkan, dia meminta warga tersebut berbalik arah, karena sesuai anjuran pemerintah pusat untuk tidak mudik.

Bagaimana Jika Kylian Mbappe dan Erling Haaland Beduet, Real Madrid Bakal Wujudkan

"Tampaknya mereka tidak mengindahkan himbauan pemerintah. Kita juga tidak ingin kecolongan, sebab diantara pengendara itu belum diketahui membawa virus atau tidak. Jadi untuk lebih amannya lebih baik mereka tidak melintasi daerah kita." katanya.

Junaidi yang juga kepala BPBD Kabupaten PALI ini mengatakan, salah satu tujuan didirikannya posko ini untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi warga PALI.

"Jangan sampai warga PALI terpapar virus. Toh pemerintah sudah memberikan himbauan untuk tidak mudik," jelasnya. (SP/ Reigan0

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved