Wisata Alam Kebun Bunga Matahari Musirawas Ditutup, Banyak Bunga Layu dan Mati
Satu setengah bulan terakhir wisata alam kebun bunga matahari di Desa G 1 Mataram, Kecamatan Tugu Mulyo
Penulis: Eko Hepronis |
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS - Satu setengah bulan terakhir wisata alam kebun bunga matahari di Desa G 1 Mataram, Kecamatan Tugu Mulyo, Kabupaten Musi Rawas (Mura) akhirnya ditutup.
Sebelumnya objek wisata ini selalu ramai dikunjungi masyarakat.
Apalagi sejak viral di akun media sosial, Instagram dan Facebook.
Ditambah lokasinya sangat mudah di jangkau dari jalan poros utama.
Saat itu wisata alam ini nampak hamparan bunga berwarna kuning berpadu dengan hijaunya persawahan begitu menakjubkan, pengunjung yang berasal dari semua usia dapat langsung menikmati keindahannya.
Darmanto penjaga tiket masuk kebun bunga matahari menuturkan, ditutupnya kebun tersebut lantaran bunga-bunga matahari sudah layu dan mati.
"Sekarang sudah ditutup karena bunganya sudah tua, meskipun pengunjung yang datang masih cukup ramai" ujarnya saat dibincangi Tribunsumsel, Jumat (16/11).
Setelah sempat dibuka selama satu setengah bulan, rencananya bunga yang sudah tua dan layu tersebut akan dipanen dan diganti dengan tanaman yang baru.
Karena melihat animo pengunjung yang masih cukup ramai, bahkan ketika sudah ditutup dan digratiskan masih banyak pengunjung yang datang untuk berswafoto.
"Rencana mau dipanen ganti baru, karena kemarin pengunjungnya ramai, hari-hari biasa bisa mencapai 400-500 orang, sementara weekend Sabtu - Minggu bisa 1000 orang," terang Darmanto.
Saking ramainya, omset dari penjualan tiket kebun bunga matahari tersebut mencapai Rp 3-4 juta perhari, sedangkan setiap akhir pekan bisa mencapai Rp 14 juta perhari.
"Kemaren masuknya Rp 10 ribu perorang, kalau anak-anak dikenakan Rp 5 ribu, kalau masih kecil gratis," tambahnya.
Ramainya kebun bunga matahari dilokasi ini karena berbeda dengan kebun bunga matahari yang viral sebelumnya, sebab ditempat ini berbagai macam tempat swafoto disediakan.
Mulai dari titik selfi berupa tangga kayu yang dapat dinaiki hingga lima orang. Spot yang paling ramai berswafoto membelakangi kebun bunga tersebut.
Bahkan dilokasi itu pengelola menyediakan badut bunga matahari yang selalu siap diajak berswafoto oleh para pengunjung.
Kesuksesan kebun bunga matahari tersebut membuat Ngadimin pemilik lahan berencana akan memperluas lahan kebun bunga matahari menjadi 3.750 meter persegi.
"Kedepan akan ada penambahan pondok-pondok tempat istirahat dan makan, karena kita mengakomodir permintaan pengunjung kemarin," ujar Ngadimin.
Bahkan untuk tanaman kedua ini ngadimin bersama anaknya sebagai pemilik ide akan menambah spot -spot swafoto untuk menarik pengunjung.
"Akan ditambah bentuk love dan jembatan sebagai tempat foto baru, ditengah-ditengahnya nanti ditambah kuda, pengunjung bisa foto disana," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kebun-bunga-matahari.jpg)