Berita Banyuasin Bangkit
Kabupaten Banyuasin Dinobatkan Jadi Penghasil Beras Terbesar dan Penghasil Gabah Nomor 2
Kabupaten Banyuasin tahun 2025 menghasilkan 674.918 ton beras atau naik dari tahun 2024 sebesar 130.473 ton.
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Sri Hidayatun
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Banyuasin memperoleh penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten terbesar penghasil beras se Indonesia.
- Kabupaten Banyuasin tahun 2025 menghasilkan 674.918 ton beras atau naik dari tahun 2024 sebesar 130.473 ton.
- Kabupaten Banyuasin berhasil pengalahkan Kabupaten Indramayu, Karawang bahkan OKU Timur untuk peningkatan produksi beras secara nasional.
TRIBUNSUMSEL. COM, BANYUASIN - Bukan hanya penghargaan Satyalencana Wira Karya, Kabupaten Banyuasin melalui Bupati Banyuasin juga memperoleh penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten terbesar penghasil beras se Indonesia.
Kabupaten Banyuasin tahun 2025 menghasilkan 674.918 ton beras atau naik dari tahun 2024 sebesar 130.473 ton.
Kabupaten Banyuasin berhasil pengalahkan Kabupaten Indramayu, Karawang bahkan OKU Timur untuk peningkatan produksi beras secara nasional.
Bupati Banyuasin Dr H Askolani mengungkapkan, bila Banyuasin merupakan penghasil gabah terbesar di Sumatera dan nomor 2 di Indonesia dengan capaian 1.176.108 ton gabah kering giling pada akhir tahun 2025.
"Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target yang ditetapkan. Sebelumnya swasembada pangan akan diwujudkan dalam 4 tahun, namun berkat kerjasama banyak pihak swasembada pangan berhasil diwujudkan hanya dalam waktu 1 tahun," kata Askolani, Kamis (8/1/2026).
Presiden menyampaikan, lanjut Askolani keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan berkemampuan.
Hingga akhir tahun 2025, Indonesia tercatat memiliki cadangan beras lebih dari 3 juta ton yang tersimpan di gudang pemerintah.
Baca juga: Warga Sambut Positif Perbaikan Jalan di Air Batu Jaya Banyuasin, Askolani Janji Pembangunan Bertahap
Cadangan tersebut mencerminkan keberhasilan kebijakan pangan nasional sekaligus kekuatan bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri.
Stok beras pemerintah kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah, bahkan cadangan beras mencapai 4,2 juta ton pada pertengahan 2025 dan 3,25 juta ton di akhir tahun, dengan produksi beras nasional 34,71 juta ton.
Harga beras tetap terkendali, inflasi terjaga, dan kesejahteraan petani terus meningkat.
Lebih lanjut menurut Askolani, Presiden menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara optimal.
Presiden tidak bisa menerima kenyataan apabila negara yang begitu kaya dan dianugerahi sumber daya melimpah masih bergantung pada bangsa lain.
"Penghargaan mulai dari Satyalencana Wira Karya, penghargaan penghasil beras nomor satu nasional dan penghasil gabah terbesar nomor dua nasional, tidak lepas dari kerja keras dinas, PPL, terutama para petani dan bribade pangan. Pastinya, ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Banyuasin," pungkasnya.
Baca berita lainnya di google news
| Jadi Pembina Apel, Wabup Netta Tegaskan Larang ASN Live Saat Jam Kerja : Jaga Integritas |
|
|---|
| Optimalkan Pengelolaan Aset Negara, Pemkab Banyuasin Jalin MoU dengan Badan Bank Tanah |
|
|---|
| Wabup Netta Indian Ajak Pemuda Banyuasin Jadi Agen Perubahan Anti Narkoba |
|
|---|
| Bupati Askolani Berharap Kormi Banyuasin Bisa Memasyarakatkan Olahraga Kreasi |
|
|---|
| Wabup Netta Lepas Siswa-Siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Banyuasin III |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/askolani-dan-presiden.jpg)