Berita Banyuasin Bangkit

Kabupaten Banyuasin Dinobatkan Jadi Penghasil Beras Terbesar dan Penghasil Gabah Nomor 2

Kabupaten Banyuasin tahun 2025 menghasilkan 674.918 ton beras atau naik dari tahun 2024 sebesar 130.473 ton.

Tayang:
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Sri Hidayatun
Dokumentasi
Bupati Banyuasin Dr H Askolani saat menerima penghargaan Satyalencana Wira Karya, penghasil beras terbesar nomor satu dan penghasil gabah nomor dua nasional dari Presiden RI Probowo Subianto di Karawang, Rabu (7/1/2026) kemarin.  
Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Banyuasin memperoleh penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten terbesar penghasil beras se Indonesia. 
  • Kabupaten Banyuasin tahun 2025 menghasilkan 674.918 ton beras atau naik dari tahun 2024 sebesar 130.473 ton.
  • Kabupaten Banyuasin berhasil pengalahkan Kabupaten Indramayu, Karawang bahkan OKU Timur untuk peningkatan produksi beras secara nasional. 

 

TRIBUNSUMSEL. COM, BANYUASIN - Bukan hanya penghargaan Satyalencana Wira Karya, Kabupaten Banyuasin melalui Bupati Banyuasin  juga memperoleh penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten terbesar penghasil beras se Indonesia. 

Kabupaten Banyuasin tahun 2025 menghasilkan 674.918 ton beras atau naik dari tahun 2024 sebesar 130.473 ton.

Kabupaten Banyuasin berhasil pengalahkan Kabupaten Indramayu, Karawang bahkan OKU Timur untuk peningkatan produksi beras secara nasional. 

Bupati Banyuasin Dr H Askolani mengungkapkan, bila Banyuasin merupakan penghasil gabah terbesar di Sumatera dan nomor 2 di Indonesia dengan capaian 1.176.108 ton gabah kering giling pada akhir tahun 2025.

"Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia kembali mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target yang ditetapkan. Sebelumnya swasembada pangan akan diwujudkan dalam 4 tahun, namun berkat kerjasama banyak pihak swasembada pangan berhasil diwujudkan hanya dalam waktu 1 tahun," kata Askolani, Kamis (8/1/2026).

Presiden menyampaikan, lanjut Askolani keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan berkemampuan.

Hingga akhir tahun 2025, Indonesia tercatat memiliki cadangan beras lebih dari 3 juta ton yang tersimpan di gudang pemerintah.

Baca juga: Warga Sambut Positif Perbaikan Jalan di Air Batu Jaya Banyuasin, Askolani Janji Pembangunan Bertahap

Cadangan tersebut mencerminkan keberhasilan kebijakan pangan nasional sekaligus kekuatan bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri.

Stok beras pemerintah kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah, bahkan cadangan beras mencapai 4,2 juta ton pada pertengahan 2025 dan 3,25 juta ton di akhir tahun, dengan produksi beras nasional 34,71 juta ton.

Harga beras tetap terkendali, inflasi terjaga, dan kesejahteraan petani terus meningkat.

Lebih lanjut menurut Askolani, Presiden menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara optimal.

Presiden tidak bisa menerima kenyataan apabila negara yang begitu kaya dan dianugerahi sumber daya melimpah masih bergantung pada bangsa lain.

"Penghargaan mulai dari Satyalencana Wira Karya, penghargaan penghasil beras nomor satu nasional dan penghasil gabah terbesar nomor dua nasional, tidak lepas dari kerja keras dinas, PPL, terutama para petani dan bribade pangan. Pastinya, ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Banyuasin," pungkasnya. 

Baca berita lainnya di google news
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved