Arti Kata

Arti Ngabuburit dalam Bahasa Malaysia, Memiliki Makna Berbeda dengan Indonesia

Belakangan ini viral kata ngabuburit dalam bahasa malaysia yang populer di berbagai media sosial, seperti TikTok, Instagram hingga Twitter.

Editor: Abu Hurairah
Tribunsumsel
Ngabuburit dalam Bahasa Malaysia 

TRIBUNSUMSEL.COM - Belakangan ini viral kata ngabuburit dalam bahasa malaysia yang populer di berbagai media sosial, seperti TikTok, Instagram hingga Twitter.

Kata ngabuburit sering kita terdengar pada saat bulan puasa Ramadhan. Istilah ini merupakan kegiatan untuk menghabiskan waktu saat menjalankan ibadah puasa.

Melansir dari laman kbbi.kemdikbud.go.id, ngabuburit atau mengabuburit adalah aktivitas menuju berbuka puasa.

Asal usul kata Ngabuburit, menurut Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS), kata ngabuburit secara lengkap diambil dari kalimat "ngalantung ngadagoan burit" yang memiliki arti bersantai-santai sambil menunggu waktu sore.

Ngabuburit merupakan kegiatan yang dilakukan sembari menunggu waktu berbuka puasa tiba.

Ngabuburit Puasa Bersama Sahabat
Ngabuburit Puasa Bersama Sahabat (Tribun Sumsel)

Baca juga: Arti Kata Gacor dalam Bahasa Gaul, Istilah Populer di Media Sosial

Namun lain halnya arti ngabuburit dalam bahasa Malaysia. kata ini memiliki makna yang berbeda.

Di Malaysia tidak menggunakan kata ngabuburit untuk menunggu adzan magrib jelang berbuka puasa di bulan Ramadhan.

Kata ngabuburit dalam bahasa Malaysia memiliki arti yang cukup sensitif bagi masyarakat Malaysia.

Berdasarkan beberapa sumber ngabuburit di Malaysia adalah bagian sensitif wanita. Ini berbanding terbalik dengan pengertian kata ngabuburit di Indonesia.

Sebenarnya ada banyak perbedaan kosakata bahasa Indonesia dan Malaysia. Buat yang penasaran berikut daftar lengkapnya :

1. Wayang

Wayang di Indonesia sebagai karya seni dari kulit binatang. Kalau Malaysia, wayang adalah film.

2. Kemarin

Kemarin di Indonesia dan Malaysia sama-sama tentang rentang hari.

Dalam bahasa Indonesia, kemarin bermakna satu hari yang telah terlewat. Kalau bahasa Melayu, kemarin adalah dua hari yang telah terlampaui.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved