Berita Adv

Video Kampung Jengkol di PALI, Produk Unggulan Siap Guncang Pasar Nasional

Yana, pengusaha UMKM Jengkol Barokah PALI, mengungkapkan bahwa ide usaha keripik dan kerupuk jengkol ini berawal dari kebiasaan. 

Editor: Sri Hidayatun

TRIBUNSUMSEL.COM,PALI - Di sebuah sudut Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tepatnya di Kelurahan Talang Ubi Timur, berdiri sebuah kawasan yang kini menjadi simbol ketekunan dan kemandirian ekonomi lokal: Kampung Jengkol.

Tidak sekadar nama, kawasan ini menjelma menjadi ikon kebanggaan daerah, menghasilkan produk unggulan yang membawa harapan baru bagi perekonomian masyarakat.

Yana, pengusaha UMKM Jengkol Barokah PALI, mengungkapkan bahwa ide usaha keripik dan kerupuk jengkol ini berawal dari kebiasaan. 

“Kami memulai usaha keripik jengkol ini berawal dari coba-coba, karena di rumah kan kita sering dikasih orang tua jengkol dari desa. Terus kami bingung kalau disayur terus kan bosan. Jadi kami cari ide gimana bisa jengkol itu dibuat makanan yang lebih bervariasi yaitu keripik dan kerupuk jengkol,” ujarnya. 

Setelah mencoba dan menaruhnya di warung, respons masyarakat ternyata sangat positif. Proses pembuatannya pun terbilang unik dan membutuhkan ketelatenan, termasuk proses perendaman dua kali untuk menghasilkan kualitas keripik yang prima.

Muhammad Ali, Ketua RW 10 Lorong Asrama Kelurahan Talang Ubi, menyebutkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 30-an pelaku usaha yang terbagi dalam beberapa kelompok di tiap RT.

Ia menyatakan ambisi mereka, “Kami pengen usaha kami ini mulai dari saat ini lebih maju dan lebih maju dari daerah-daerah lain.”

Dukungan pun datang dari pemerintah setempat. Lurah Talang Ubi Timur, Aan Supriadi, SE, MM, membenarkan bahwa daerah tersebut dinamakan Kampung Jengkol karena maraknya produksi rumahan jengkol.

Ia menyoroti keunggulan jengkol dari daerahnya yang bisa berfungsi lama. Ia pun menekankan potensi ekonomi yang signifikan.

“Ini kan harganya Rp100.000 per kilo. Kalau dia bisa produksi 2 kilo saja per hari, artinya ada Rp200.000 per hari. Kalau Rp200.000 itu untuk kebutuhan sehari-hari mungkin cukuplah, ya,” katanya.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved