Program MBG Hadir di Pelosok 3T untuk Tingkatkan Gizi Siswa
Dapur-dapur SPPG di daerah 3T dengan kreatif memanfaatkan bahan pangan lokal agar anak-anak bisa menikmati menu MBG.
Penulis: Lilis Nur Mukhlisoh | Editor: Content Writer
TRIBUNSUMSEL.COM – Berangkat dari komitmen untuk meningkatkan status gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting dan malnutrisi, Presiden Prabowo menggagas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program unggulan nasional. Program ini terus diperluas ke berbagai wilayah, termasuk ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Perluasan MBG ke wilayah 3T menjadi hal yang perlu diprioritaskan mengingat sejumlah daerah masih mencatat persoalan gizi yang mengkhawatirkan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2024, meski angka stunting nasional menunjukkan penurunan, terdapat 11 provinsi yang justru mengalami kenaikan prevalensi. Di antaranya Riau, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Barat, Maluku, Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Papua Barat.
Adapun tiga provinsi dengan angka stunting tertinggi masih ditempati oleh Nusa Tenggara Timur (37 persen), Sulawesi Barat (35,4 % ), dan Papua Barat Daya (30,5 % ). Data ini menunjukkan betapa pentingnya menerapkan intervensi gizi secara konsisten di wilayah-wilayah dengan beban stunting tertinggi, salah satunya melalui MBG.
Baca juga: Dari Dapur Subuh hingga Semangat Belajar: Dampak Nyata Program MBG di Daerah
Lalui Rintangan untuk Sukseskan Distribusi Makanan
Menjalankan program MBG di daerah 3T bukanlah pekerjaan mudah. Sejumlah Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus menghadapi berbagai tantangan lapangan, mulai dari sulitnya distribusi bahan baku, medan berat, hingga akses antarpulau yang terbatas.
Di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan misalnya, distribusi makanan harus mencapai distrik-distrik yang medannya sulit dijangkau. Kehadiran Satgas Yonif 733/Masariku turut membantu memastikan proses penyaluran dapat berlangsung lebih lancar, mengingat TNI memiliki pemahaman yang baik terhadap kondisi geografis setempat.
Tantangan berbeda terlihat di Maluku Barat Daya. Sebagai wilayah kepulauan, distribusi antarpulau menjadi salah satu hambatan terbesar. Cuaca tidak menentu dan keterbatasan akses laut membuat suplai makanan bergizi semakin krusial bagi anak-anak di daerah.
Sementara itu, di Kabupaten Morotai, Maluku Utara, kendala utama justru terletak pada ketersediaan bahan baku. Meski demikian, keterbatasan ini tidak menghentikan langkah para petugas SPPG. Mereka berinovasi dengan memanfaatkan hasil laut yang melimpah seperti ikan sebagai sumber protein utama, serta memaksimalkan bahan lokal dari pertanian warga untuk memastikan menu MBG tetap bergizi dan sesuai kebutuhan anak.
MBG Dorong Anak-anak Lebih Semangat Bersekolah
Di tengah berbagai tantangan yang menerpa, manfaat program MBG sudah menunjukkan dampak nyata.
Relawan Dapur SPPG Putri Merauke, Papua Selatan, Novella E. Ginuni, menyebut bahwa setiap harinya proses pemorsian MBG di dapur SPPG Putri Merauke dimulai sejak sekitar jam 3 pagi. Meski begitu, Novella menyebut senang dengan program ini.
"Dengan adanya makanan gratis, anak-anak jadi lebih rajin masuk sekolah. Semoga program MBG ini dapat terus berjalan ke depannya," ucap Novella.
Di sejumlah sekolah di Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pelaksanaan MBG pun terbukti mendorong peningkatan kehadiran siswa. Sejak program berjalan pada bulan Februari 2025, ratusan siswa menunjukkan antusiasme lebih tinggi untuk datang ke sekolah setiap hari.
Kepala SPPG Kabupaten Biak Numfor, Diana Yulita Klemen, menjelaskan bahwa tingkat kehadiran siswa meningkat signifikan selama program berlangsung.
“Sejak kami terapkan MBG di tiga SD dan satu SMP di Distrik Biak Timur selama dua minggu, kehadiran siswa meningkat dari biasanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, para siswa sangat menikmati makanan bergizi yang diberikan melalui program ini.
“Siswa sangat senang bisa mendapatkan MBG di sekolah. Mereka bahkan hadir setiap hari sepanjang pelaksanaan MBG selama dua minggu di Biak Timur,” tuturnya.
Diana juga berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
“Dukungan orang tua dan sekolah sangat luar biasa sehingga program MBG ini bisa terus dilakukan di Distrik Biak Timur. Ke depannya, kami berharap MBG dapat melayani distrik-distrik lain di Kabupaten Biak Numfor,” tambahnya.
Baca juga: Teknologi di Dapur MBG: Sistem Modern untuk Jaga Keamanan Pangan Siswa
| Kunci Jawaban PKN Kelas 9 Halaman 175 Uji Kompetensi, Mari Kita Bermain Anagram |
|
|---|
| Kumpulan Kutipan RA Kartini untuk Motivasi Perempuan Masa Kini Semangat Berkarya dan Berdaya |
|
|---|
| 40 Ucapan Kelulusan SMA untuk Anak dari Orang Tua, Inspiratif Menyentuh Hati |
|
|---|
| 30 Contoh Catatan Wali Kelas 12 Semester 6, Apresiasi dan Memotivasi Setelah Kelulusan |
|
|---|
| Kunci Jawaban Uji Kompetensi Pendidikan Pancasila Kelas 12 Halaman 211, Pelopor Pemilih Pemula |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Program-MBG-Hadir-di-Pelosok-3T-untuk-Tingkatkan-Gizi-Siswa.jpg)