Pembunuhan Anggota Paskibra di Sumut

Siasat Licik Yunus Usai Membunuh DF di Mandailing Natal, Pura-pura Ikut Cari Korban

- Inilah siasat licik dari Yunus (25) yang membunuh gadis paskibraka bernama DF (15). Yunus saat itu pura-pura peduli dengan ikut

|
tribunbatam.com
PELAKU PEMBUNUHAN- (kiri) pelaku. (kanan) korban. Polisi berhasil mengamankan pelaku pembunuhan DF, remaja berusia 15 tahun di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Yunus (25), warga Desa Sikara-kara 

TRIBUNSUMSEL.COM - Inilah siasat licik dari Yunus (25) yang membunuh gadis paskibraka bernama DF (15).

Yunus saat itu pura-pura peduli dengan ikut mencari DF.

Bahkan Yunus ikut bersama warga dalam upaya mencari gadis tersebut.

Warga Desa Sikara-kara IV, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kini masih sulit percaya, tetangga sendiri berubah menjadi pelaku tragedi paling kelam yang mengguncang desa mereka.

PEMBUNUHAN DI MADINA - Diva Febriani Anggota paskibra di Mandailing Natal yang dibunuh dan jasadnya dibuang ke dalam bekas Galian
PEMBUNUHAN DI MADINA - Diva Febriani Anggota paskibra di Mandailing Natal yang dibunuh dan jasadnya dibuang ke dalam bekas Galian (Dokumentasi Diva Febriani)


Yunus tinggal tak jauh dari rumah orang tua DF. Istrinya, Devi Tika Suryani, tengah hamil tujuh bulan. Sehari-hari, Yunus dikenal hanya bekerja serabutan kadang jadi buruh bangunan, pernah juga menjadi petugas keamanan di PT RMM meski sudah lama berhenti.

Malam Selasa (29/7/2025), Diva pulang latihan Paskibraka untuk persiapan HUT RI ke-80. Namun sejak magrib, ia tak pernah lagi pulang ke rumah.

Kabar hilangnya Diva cepat menyebar di kampung. Yunus pun muncul, ikut pura-pura peduli, membantu warga menyusuri jalan dan kebun sawit mencari korban. Saat itu, tak ada satu pun warga yang curiga, apalagi mereka bertetangga.

Namun, tabir kelam mulai terkuak. Sekitar pukul 21.00 WIB malam itu, rombongan Badan Perwakilan Desa (BPD) Sikara-kara 1 yang hendak membakar sarang tawon justru menemukan sepeda motor yang disembunyikan di kebun sawit milik warga.

Ketua BPD segera memberi tahu Satlinmas, lalu diteruskan ke Kepala Desa Sikara-kara 1, Pitoko GS. Saat dicek, seorang warga mengenali motor Beat itu sebagai milik Diva Febriani.

“Betul, kami menemukan motor yang diduga milik Diva di areal kebun sawit,” ungkap Pitoko, Sabtu (2/8/2025).

Sejak itulah warga dan polisi mulai mencurigai Yunus. Apalagi, keesokan malamnya, Rabu (30/7/2025), beredar cerita Yunus sempat pulang ke rumah dengan baju, badan, dan sepeda motor yang penuh lumpur.

Tensi di desa makin memanas. Yunus pun seperti tahu bahwa warga mulai menaruh curiga. Kamis (31/7/2025) malam, sekitar pukul 23.00 WIB, sejumlah warga Sikara-kara 1 melihat Yunus melintas mengendarai motor dengan gelagat mencurigakan. Ia tampak ketakutan, berusaha melarikan diri.

Warga yang geram mengejar. Seorang pemuda bahkan menendang motornya hingga Yunus terjatuh. Namun Yunus masih berhasil bangkit dan kabur ke arah kebun sawit yang menjadi jalan satu-satunya menuju Desa Bonda Kase.

Benar saja, keesokan paginya, Jumat (1/8/2025), Yunus akhirnya ditangkap di rumah iparnya di Desa Bonda Kase. Ia diamankan tanpa perlawanan, setelah polisi dan Babinsa mengepung lokasi.

Tragisnya, DF yang dicari Yunus bersama warga itu justru sudah ia bunuh sendiri malam saat korban pulang latihan. Diva ditemukan terkubur tanpa busana di lubang kebun sawit, Kamis (31/7/2025) sore.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved