Berita Kilang Pertamina Plaju
110 Anggota PWP Kilang Pertamina Plaju Semangat Ikuti Kreasi Batik Jumputan
Dengan slogan "Cantik, Unik, Kreatif", kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari anggota PWP, jajaran pengurus, hingga ketua bidang.
TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG- Ratusan wanita yang tergabung dalam Perkumpulan Wanita Patra (PWP) Kilang Pertamina Plaju berkumpul untuk menorehkan kreativitas dalam helai kain batik jumputan.
Lewat kegiatan bertema "Kreasi Batik Jumputan Teknik Tie Dye dengan Teknologi Pewarnaan Sintetis", para peserta diajak memperdalam teknik dasar jumputan sembari mengekspresikan diri dalam warna dan pola yang khas.
Dengan slogan "Cantik, Unik, Kreatif", kegiatan ini diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari anggota PWP, jajaran pengurus, hingga ketua bidang.
Diawali dengan penyampaian prosedur keselamatan dan evakuasi, kegiatan berlangsung penuh antusiasme dan tawa, menunjukkan bahwa proses belajar dapat berjalan seiring dengan keceriaan.
Ketua PWP Tingkat Wilayah RU III Plaju, Acil Hermawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang pelatihan, tetapi juga ruang pemberdayaan.
"Kami ingin para anggota tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga sebagai pribadi yang terus belajar, berdaya, dan mampu menularkan nilai positif bagi lingkungan sekitar," ujarnya. Melalui kolaborasi bersama pelaku usaha lokal Batiq Colet, kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara pelestarian budaya lokal dan inovasi pewarnaan modern.
Lebih dari sekadar menghasilkan kain, kegiatan ini membuktikan bahwa semangat perempuan dapat menjadi pemantik perubahan, dimulai dari sehelai kain, hingga menyentuh ruang yang lebih luas.
Baca juga: Kilang Pertamina Plaju Raih PROPER Emas, Herman Deru Tegaskan Integritas Lingkungan Jadi Ukuran
"Setelah menguasai teknik dasar inilah nantinya ibu-ibu dapat mengembangkan batik jumputan sesuai dengan kreasinya masing-masing. Barangkali dapat menjadi cikal bakal terbentuknya usaha berdampak bagi masyarakat" Ujarnya sembari memberikan semangat kepada anggota PWP.
Bersama dengan tim, Siti Badriah dari Batiq Colet memperkenalkan Batik Jumputan dimulai dari sejarahnya yang sudah ada sejak lama di Kota Palembang.
"Batik Jumputan punya makna tersendiri, sebagai bukti dari sejarah, ia sudah ada sejak masa penjajahan belanda, masa ketika Kota Palembang menjadi pusat industri perdagangan tekstil," kata dia.
Sementara itu, Batiq Colet juga memiliki sejarahnya tersendiri, Batiq Colet merupakan usaha keluarga yang diupayakan oleh Siti Badriah sebagai anak perempuan tertua di keluarga nya.
Berawal dari usaha rumahan yang dipasarkan terbatas, beranjak menjadi usaha yang produknya sudah merancah hingga keluar kota.
Batik Jumputan ini dibuat dengan teknik pewarnaan ikat celup, atau yang dikenal dengan Tie Dye.
Ada banyak jenis kain yang dapat digunakan untuk membuat jumputan, selagi tidak mengandung banyak polyester, kain tersebut cocok untuk dikreasikan dengan teknik tie dye.
Peserta Kreasi Batik diajak untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan Batik Jumputan menggunakan teknik tie dye.
| Fire Protection System, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Perkuat Sistem Keselamatan Operasional |
|
|---|
| Kilang Pertamina Plaju Terus Jaga Keandalan Energi, Perkuat Infrastruktur dan Disiplin Operasi |
|
|---|
| Laboratory Kilang Plaju Raih 5 Penghargaan di Laboratory Awards 2025 |
|
|---|
| Komunikasi Humanis di Pemberdayaan Masyarakat Bawa Kilang Pertamina Plaju Raih Penghargaan PRIA 2026 |
|
|---|
| Pekerja dan Keluarga Kilang Plaju Ikuti Fun Run dan Edukasi Kesehatan, Perkuat Budaya HSSE |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ratusan-wanita-pwp.jpg)