Kecelakaan di Palembang

FAKTA Pilu Irma Tewas Kecelakaan Maut di Palembang, Seorang Ibu Tunggal, Baru Antar Anak Sekolah

Irma (48 tahun) tewas seketika dalam kecelakaan maut di  Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Palembang depan Graha Tribun, Kamis (17/7/2025) pagi.

Dokumentasi Keluarga/Dokumentasi Warga
KECELAKAAN MAUT -- Foto semasa hidup Irma, korban tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Kecamatan Ilir Barat I, Kamis (17/5/2025). Terungkap, Irma ternyata seorang ibu tunggal dan baru saja pulang mengantar anaknya sekolah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Irma (48 tahun) tewas seketika dalam kecelakaan maut di  Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara, Palembang depan Graha Tribun, Kamis (17/7/2025) pagi.

Korban tewas usai sepeda motornya terlibat kecelakaan dengan sebuah truk yang melintas di lokasi kejadian. 

Terungkap, Irma adalah seorang ibu tunggal yang memiliki empat orang anak. 

Ia tinggal di Jalan Tanjung Rawo, Gang Bilal, RT 55 Kecamatan Ilir Barat I.

Keluarga korban sudah berdatangan ke kamar jenazah rumah sakit umum Muhammad Hoesin, anak dan saudara-saudara korban tak kuasa menangis mengetahui anggota keluarganya menjadi korban lakalantas.

Menurut Elis (45) adik almarhumah mengatakan, sebelum kejadian korban mengantar anak perempuannya yang baru duduk di bangku SMPN 18 Palembang.

"Habis nganter anaknya yang bungsu sekolah di SMPN 18," ujar Elis saat dijumpai.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara Palembang Tewaskan Ibu-ibu

Elis mengetahui kalau kakaknya mengalami kecelakaan setelah diberitahu oleh suaminya yang pada saat itu melintas di lokasi, namun belum mengetahui siapa yang menjadi korbannya karena tubuh tertutup terpal.

"Suami saya pulang dan cerita ada kecelakaan terus, salah satu anaknya juga bilang kok ibu belum pulang habis anter adik sekolah. Jadi kami datang ke lokasi untuk memastikan, ternyata melihat kunci motornya benar itu punya kakak saya," tuturnya.

Elis mengungkapkan firasat kurang enak muncul dari anak bungsu korban yang diantar sekolah. 

"Tadi anaknya cerita kalau pas pergi diantar oleh korban ada perasaan tidak enak. Kemarin juga waktu di pengajian biasanya almarhumah ini ceria, tapi kemarin banyaklah diam," katanya.

Almarhumah juga seorang single parent dengan bekerja sehari-hari sebagai buruh cuci dan asisten rumah tangga. Ada dua orang anaknya yang masih bersekolah.

"Ada empat anaknya, yang masih sekolah dua orang satu SMP satu lagi SMA," katanya.

Kronologi

Korban diduga diserempet sebuah truk dan sempat terjatuh dari sepeda motornya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved