Empat Lawang Madani

Bupati dan Wabup Empat Lawang Selesai Ikuti Retret Kepala Daerah Gelombang II di IPDN Jawa Barat

Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad dan Arifai telah selesai mengikuti retret kepala daerah gelombang ke II di Institusi Pemerintaha

Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Moch Krisna
Istimewa
RETRET GELOMBANG II - Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad dan Arifai saat ikuti retret kepala daerah rombongan gelombang ke II di IPDN Jawa Barat, kini keduanya telah selesai ikuti prosesi retret dan siap kembali bekerja di Kabupaten Empat Lawang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad dan Arifai telah selesai mengikuti retret kepala daerah gelombang ke II di Institusi Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jawa Barat.

Tidak hanya Bupati dan Wabup Empat Lawang sejumlab kepala daerah dan wakil kepala daerah dari berbagai penjuru Indonesia juga menyelesaikan retret gelombang ke II ini.

Mereka membagikan kesan mendalam usai mengikuti Retret yang berlangsung sejak 22 hingga 26 Juni 2025 ini.

Dimana 5 hari lamanya retret ini menekankan pelatihan kedisiplinan, memupuk semangat persaudaraan, kesederhanaan, dan keteladanan yang menjadi nilai dasar bagi seorang pemimpin daerah.

Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad menyampaikan jika kegiatan apel pagi dan baris-berbaris menjadi favoritnya saat ikuti retret.

Menurutnya apel bukan hanya sekadar rutinitas seremonial melainkan media untuk menunjukkan sikap disiplin dan teladan di hadapan para praja IPDN.

“Apel ini betul-betul ditunggu karena melatih kedisiplinan dan menunjukkan di depan para praja bahwa kami para kepala daerah harus menjadi teladan,” kata Joncik Muhammad.

Sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) ia menilai pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk membangun budaya kerja yang positif di lingkungan pemerintahan nanti.

Ia juga menyoroti sesi kebersamaan seperti makan bersama tanpa ajudan maupun staf pendamping yang dimana hal ini menurutnya membangun rasa egaliter antar pemimpin.

“Kebersamaan seperti makan bersama tanpa ajudan maupun staf pendamping hal ini dapat membangun rasa egaliter antar pemimpin,” imbuhnya

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved