Berita Viral

Juliana Marins Pendaki Asal Brasil Ditemukan Meninggal Dunia Usai Jatuh di Jurang Gunung Rinjani

Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akhirnya berhasil menemukan Juliana pendaki asal Brasil yang terjatuh ke jura

Editor: Moch Krisna
Dok. Humas Kantor SAR Mataram/kolase
POTRET JULIANA : Juliana (Kiri) Proses evakuasi pendaki wanita asal Brasil yang jatuh saat mendaki gunung Rinjani, Senin (23/6/2025) (Kanan) 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) akhirnya berhasil menemukan Juliana pendaki asal Brasil yang terjatuh ke jurang di Gunung Rinjani dengan kondisi sudah meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii

Syafii mengatakan pencarian yang dilakukan tim telah mencapai titik krusial pada pukul 16.52 WITA.

Tujuh orang rescuer yang diturunkan, kata Syafii, bisa menjangkau di kedalaman 400 meter.

Pada pukul 18.00 WITA, seorang rescuer dari Basarnas, Khafid Hasyadi, berhasil menjangkau korban pada kedalaman 600 meter atau di titik datum point. 

"Selanjutnya dilakukan pemeriksaan korban dan tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan," kata Syafii melalui keterangan tertulis, Selasa (24/6/2025) melansir dari Tribunnews.com

POTRET JULIANA : Juliana (Kiri) Proses evakuasi pendaki wanita asal Brasil yang jatuh saat mendaki gunung Rinjani, Senin (23/6/2025) (Kanan)
POTRET JULIANA : Juliana (Kiri) Proses evakuasi pendaki wanita asal Brasil yang jatuh saat mendaki gunung Rinjani, Senin (23/6/2025) (Kanan) (Dok. Humas Kantor SAR Mataram/kolase)

Setelah itu, tiga orang dari tim SAR yakni Syamsul Fadli dari unit Lombok Timur, serta Agam dan Tiyo dari Rinjani Squad melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap korban.

"Pukul 18.31 WITA, 3 orang potensi SAR menyusul turun mendekati korban dan setelah dikonfirmasi dipastikan korban dalam kondisi meninggal dunia, selanjutnya korban dilakukan wrapping survivor," ungkap Syafii.

Setelah informasi mengenai kondisi korban diperoleh, tim SAR gabungan yang berada di lokasi terakhir korban terlihat mulai menyiapkan sistem evakuasi.

Tim yang berjumlah tujuh orang kemudian melakukan sistem flying camp, dengan tiga orang berada di anchor point kedua (400 meter) dan empat orang lainnya di samping korban di datum point 600 meter.

"Pukul 19.00 WITA, dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan dengan visibility terbatas maka diputuskan evakuasi korban akan dilakukan pada hari Rabu tanggal 25 Juni 2025 pukul 06.00 WITA dengan metode lifting (korban diangkat ke atas/LKP)," katanya.

Korban rencananya akan dievakuasi menyusuri rute pendakian menuju Posko Sembalun dengan cara ditandu.

Selanjutnya dari Posko Sembalun akan dievakuasi menggunakan helikopter ke RS Bhayangkara Polda NTB.

"Demikian perkembangan informasi penemuan korban yang saya sampaikan pada malam ini. Semoga proses evakuasi korban yang akan dilaksanakan besok pagi dapat berjalan dengan lancar dan aman sesuai rencana," ujar Syafii.

Sebelumnya, pendaki Brazil itu dilaporkan terjatuh ke arah Danau Segara Anak pada Sabtu (21/6/2025) sekitar pukul 06.30 WITA, tepatnya di titik Cemara Nunggal yang merupakan jalur menuju puncak Rinjani.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved