Prof Romli Meninggal

Mantan Ketua PW Muhammadiyah Sumsel, Prof Dr Romli Meninggal Dunia di RS Muhammadiyah Palembang

Prof Dr Romli  SA M, Ag ketua umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2010-2022

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Handout
MENINGGAL DUNIA - Mantan Ketua PW Muhammadiyah Sumsel, Prof Dr Romli Meninggal Dunia di RS Muhammadiyah Palembang, Minggu (15/6/2025) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Innalilahi wainnailaihi Raji'un, telah meninggal dunia Prof Dr Romli  SA M, Ag ketua umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2010-2022.

Ia merupakan Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang maupun dosen S2 Universitas Muhammadiyah Palembang.

Prof Romli diketahui meninggal pada Sabtu (14/6/2025) atau 19 Dzulhijjah 1446 pukul 19.17 (19.23) Wib di RS Muhammadiyah Palembang. 

Meninggalnya Prof Dr Romli dibenarkan ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumsel Ridwan Hayatuddin. 

"Almarhum meninggal semalam pada Sabtu 19 Dzulhijjah jam 19.23 malam di RS Muhammadiyah Palembang, " kata Ridwan, Minggu (15/6/2025). 

Menurut Ridwan, almarhum sempat dimandikan dengan pelayat cukup banyak disholatkan di Masjid yang ada di lingkungan RS Muhammadiyah Palembang Jl Jenderal Ahmad Yani Palembang, Sabtu (14/6/2025) malam sebelum diantar ke rumah duka di komplek RSS Kebun Bunga Sukarame Palembang sekitar pukul 22.00 Wib. 

"Kalau tidak salah sampai tiga kali disholatkan rombongan yang datang, dan hari ini habis Zuhur disholatkan dan dimakamkan di TPU Kebun Bunga dekat rumah beliau, " jelasnya. 

Diterangkan Ridwan, sosok almarhum Romli sudah dikenal cukup lama, karena almarhum yang merupakan sepupunya ibu (dua beradik ibu), sejak alm. melanjutkan ke PGA Pakjo hingga kuliah dikenal tekun dan fokus atas pekerjaanya. 

"Sangking tekun dan fokus pada pekerjaannya kadang- kadang sampai sakit beliau dalam belajar, setiap pekerjaan betul-betul dihayatinya. Itu yang membuat ia sukses sampai sekarang. Jadi apapun yang ia kerjakan berhasil, karena fokus, konsisten dengan pekerjaan, " ucapnya. 

Selain itu dikatakan Ridwan sosok almarhum sudah banyak berbuat bagi perkembangan organisasi Muhammadiyah di Sumsel, karena sempat menjabat Ketua pimpinan cabang Muhammadiyah Ilir Timur (IT) I selama dua periode, Ketua pimpinan daerah Muhammadiyah kota Palembang dua periode, kemudian Ketua PW Muhammadiyah Sumsel dua periode 2010-2022, hingga digantikan dirinya sebagai ketua PW Muhammadiyah Sumsel

"Jadi memang keunggulan beliau dalam hidup yang patut dicontoh itu, terutama fokus dan tekun, ketika fokus dan tekun segala kesulitan pelan- pelan akan teratasi, " paparnya. 

Kemudian hal kedua diungkapkan Ridwan, almarhum sosok yang cinta ilmu makanya bergelar Profesor, karena relatif keilmuan selama ini. 

"Ketiga, beliau juga gemar bersilahturahmi. Itu sosok patut kita contoh dari beliau, " jelasnya, seraya almarhum selalu memberikan  masukan dan kadang mengkritisi gagasan bagi PW Muhammadiyah Sumsel

Mengenai penyakit pastinya, Ridwan menyatakan jika setahun dirinya selama ini almarhum memang memiliki riwayat penyakit diabetes. 

"Kadang-kadang kalau tidak terkontrol bisa ke mana-mana, dan terakhir ada masalah jantung, " tukas Ridwan yang rencananya akan ikut mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir di TPS Kebun Bunga bada Dzuhur. 

Baca juga: Di Hadapan Warga Muhammadiyah, Rachmat Hidayat Ajak Maknai Idul Adha Dengan Saling Membantu

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved