Arti Bahasa Arab

Arti Hadits Min Husni Islamil Mari Tarkuhu Mala Yanihi, Anjuran Meninggalkan Hal yang tak Bermanfaat

Di antara yang termasuk bagusnya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tak berguna (bermanfaat) baginya.(HR Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah)

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
GRAFIS TRIBUNSUMSEL/LISMA
ARTI HADITS -- Ilustrasi orang membaca berikut arti Hadits Min Husni Islamil Mari Tarkuhu Mala Yanihi, Anjuran Meninggalkan Hal yang tak Bermanfaat. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Lafal hadits Min husni islamil mar-i tarkuhu maalaa ya'niihi diriwayatkan oleh sahabat yang bernama Abu Hurairah atau Abdurrahman bin Shakhrin.

Tulisan Arabnya:


مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ  

Arab latin:
 Min husni islamil mar-i tarkuhu maalaa ya'niihi

Artinya:

 “Di antara yang termasuk bagusnya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tak berguna (bermanfaat) baginya. (HR Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah)

Hadits ini intinya menyarankan umat muslim untuk meninggalkan hal hal yang tidak bermanfaat.

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai hadits tersebut, dikutip dan disrakian dari laman nu.or.id.

 Secara hukum hadits ini shahih dan bisa diamalkan. Hadits ini mengandung makna yang mendalam mengenai akhlak dan perilaku seorang muslim dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Makna hadits ini adalah:

Pertama, Definisi "Bagusnya Keislaman", Dalam hadits ini, Rasulullah SAW menyatakan bahwa salah satu indikator baiknya keislaman seseorang adalah kemampuannya untuk menghindari hal-hal yang tidak berguna atau tidak bermanfaat.

Ini mencakup aktivitas, perbuatan, atau pembicaraan yang tidak memberikan manfaat bagi dirinya maupun orang lain. 

Kedua, Menghindari Hal-Hal yang Tidak Bermanfaat, Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat dapat berarti menghindari berbagai macam aktivitas atau perilaku yang sia-sia, seperti, Ghibah (bergossip) yaitu membicarakan orang lain dengan cara yang tidak baik.

Membahas isu-isu yang tidak relevan atau terlibat dalam pembicaraan yang tidak ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari yang produktif.

Menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak bermanfaat seperti menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tidak ada faidahnya, baik dalam hal spiritual maupun duniawi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved