Seputar Islam

Doa Nabi Musa Ketika Menghadapi Kesulitan Dikejar Firaun, Allahumma Lakalhamdu Wa Ilaikal Musytaka

Nabi Musa kemudian diberi mukjizat oleh Allah SWT berupa mampu membelah Laut Merah sehingga Nabi Musa dan pengikutnya bisa menyebarang lautan

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
DOA NABI MUSA -- Ilustrasi tulisan Arab dan latin Arab, Doa Nabi Musa Ketika Menghadapi Kesulitan Dikejar Firaun, Allahumma Lakalhamdu Wa Ilaikal Musytaka, lengkap terjemahannya. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Lafal Allahumma lakalhamdu wa ilaikal musytaka wa antal musta’anu wa laa haula wa laa quwwata illa billah adalah salah satu doa dari Nabi Musa Alaihissalan, doa munajat mohon pertolongan Allah saat kesulitan.

Berikut bacaan doa selengkapnya, tulisan Arab, latin Arab dan arti.

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Arab latin:
Allahumma lakalhamdu wa ilaikal musytaka wa antal musta’anu wa laa haula wa laa quwwata illa billah hil ‘aliyyil ‘adzim.

Artinya: 
“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, hanya kepada-Mu Dzat yang diminati pertolongan. Tidak ada kekuatan untuk menjalankan sebuah ketaatan dan menghindari kemaksiatan kecuali pertolongan Allah yang Maha Agung.”


Kalimat Allahumma Lakalhamdu Wa Ilaikal Musytaka, adalah bacaan doa munajat yang diucapkan Nabi Musa Alaihissalam ketika dikejar Raja Firaun.

Nabi Musa kemudian diberi mukjizat oleh Allah SWT berupa mampu membelah Laut Merah sehingga Nabi Musa dan pengikutnya bisa menyebarang lautan dengan berjalan. Kemudian ketika Firaun dan tentara melewati lautan tersebut, atas kuasa Allah mereka tenggelam dan binasa.

Dalam hadis yang di riwayatkan Abdullah bin Mas’ud Rasulullah mengajarkan munajat yang dibaca oleh nabi Musa saat menghadapi situasi sulit dan berat :


اللَّهُمَّ , لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى , وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ , وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Arab Latin:

Allahumma lakalhamdu wa ilaikal musytaka wa antal musta’anu wala haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adzim.

Ya Allah segala puji bagimu, hanya kepadamu kami mengadu atas kesulitan yang kami hadapi, dan engkaulah penolong kami.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) pernah bersabda, "Barang siapa yang pada waktu pagi hari (memasuki waktu subuh) dalam keadaan mengadu kepada manusia tentang kesulitan hidupnya, maka seakan-akan ia telah mengadukan Tuhannya".

Dalam Kitab Nashoihul 'Ibad (kumpulan nasihat bagi para hamba).

Syeikh Nawawi Al-Bantani (1813-1897) mengatakan bahwa pengaduan selayaknya hanya kepada Allah Ta'ala. Adapun mengadu kepada manusia menunjukkan tidak adanya rida dengan pembagian Allah Ta'ala.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved