Breaking News

Seputar Islam

Dalil Tentang Orang yang Berkurban akan Mendapatkan Nikmat, Pahala dan Kebaikan yang Berlipat ganda

Dan pahala qurban itu di sisi Allah swt lebih dahulu dari pada darah yang menetes pada suatu tempat sebelum menetes ke tanah

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/lisma
ORANG YANG BERKURBAN -- Ilustrasi orang dan hewan kurban, berikut Dalil tentang orang yang berkurban akan mendapatkan nikmat, pahala dan kebaikan yang berlipat ganda. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Ibadah kurban menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan ketika Hari Raya Idul Adha tiba.

Ulama sepakat bahwa kurban merupakan syariat (tuntutan agama) yang hukumnya adalah sunah muakkad, atau sunah yang dikuatkan bagi yang mampu. 


Orang yang berkurban akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Dalam hadits disebutkan bahwa orang yang berkurban maka amal kurbannya dicatat sebagai amal yang paling dicintai oleh Allah SWT dan pahalanya lebih cepat.

Dalam hadits riwayat Imam at-Tirmidzi dan imam Ibnu Majah bahwa Nabi SAW bersabda:

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلِ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِإِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

(رواه الترمذي وابن ماجه

Artinya:

Dari Aisyah ra: Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah seorang anak Adam melakukan pekerjaan yang paling dicintai Allah pada hari nahr (Idul Adha) kecuali mengalirkan darah (menyembelih hewan qurban).

Hewan itu nanti pada hari kiamat akan datang dengan tanduk, rambut dan bulunya. Dan pahala qurban itu di sisi Allah swt lebih dahulu dari pada darah yang menetes pada suatu tempat sebelum menetes ke tanah. Maka hiasilah dirimu dengan ibadah qurban. (HR. Tirmidzy dan Ibnu Majah)


Nabi Muhammad SAW tidak pernah meninggalkan ibadah kurban sejak disyariatkannya sampai beliau wafat.

Berkurban sejatinya adalah media untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berkurban merupakan suatu bentuk kepatuhan dan ketaatan makhluk kepada sang pencipta.

Berikut ini adalah tulisan surat Al Kautsar ayat 1-3 beserta artinya yang dapat kita pahami:

Al-Kautsar

 
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ۝١
innâ a‘thainâkal-kautsar
Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ۝٢
fa shalli lirabbika wan-ḫar
Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُࣖ ۝٣
inna syâni'aka huwal-abtar
Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah).

Surat ini menunjukkan bahwa Allah SWT akan memberikan nikmat kepada Rasulullah dan umatnya, diantaranya adalah keturunan yang banyak dan telaga Al-Kautsar di surga kelak.

 
Kurban adalah bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan rezeki yang kita dapatkan dan bentuk pengorbanan diri kita dengan memadamkan ego dan keinginan pribadi kepada Allah SWT dengan cara berbagi harta dan makanan berharga untuk sesama.

Dalam QS. Al-Kautsar: 1-2, Allah SWT.

“Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak.Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”

Kenikmatan yang Allah berikan tak akan mampu ditandingi dengan materi serta amal yang manusia lakukan. Kenikmatan yang Allah berikan bisa dalam berbagai bentuk dan hal. Seperti kesehatan, kebahagiaan, fasilitas dalam hidup dan masih banyak lagi.

Oleh karena itu, sebagai salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan, manusia diperintahkan untuk shalat dan berqurban disimbolkan dengan menyembelih hewan kurban

Barang siapa berkurban karena takwa kepada Allah, maka Allah akan menerima kurban tersebut menjadi amalan baik di sisi-Nya. 

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Al-Maidah: 27)

Itulah Dalil Tentang Orang yang Berkurban akan Mendapatkan Nikmat, Pahala dan Kebaikan yang Berlipat ganda. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: Bacaan Doa Menerima Daging Kurban, Arab, Latin, dan Terjemahan, Wujud Syukur dan Terima Kasih

Baca juga: Kisah Singkat Nabi Ibrahim dan Putranya Nabi Ismail, Awal Mula Perintah Kurban, Taat dan Ikhlas

Baca juga: Arti Luhumuha Wala Dimauha Wala Kiyyanaluhut Taqwa, Surah Al Hajj Ayat 37, Tujuan Kurban Ketakwaan

Baca juga: Arti Allahumma Hadza Min Ka Walaka, Doa Menyembelih Kurban untuk Diri Sendiri atau oleh Orang Lain

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved