Berita OKU Timur
Padahal Masih Jam Kerja Tapi Sudah Tutup, Warga Adukan Puskesmas Muncak Kabau ke DPRD OKU Timur
Keluhan warga terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Muncak Kabau, OKU Timur mencuat dalam agenda Reses II DPRD OKU Timur.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA –- Keluhan warga terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Muncak Kabau, Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja, mencuat dalam agenda Reses II Tahun 2025 yang digelar anggota DPRD OKU Timur dari Dapil V, Muhammad Irfanjid, di Desa Anyar, Rabu (14/05/2025).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyampaikan kekecewaan terhadap pelayanan Puskesmas yang dinilai tidak maksimal.
Salah satu masalah utama yang diungkapkan adalah kebiasaan pegawai Puskesmas meninggalkan tempat kerja sebelum jam operasional resmi berakhir.
Sehingga masyarakat seringkali tidak mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan.
“Sering kami datang ke Puskesmas, tapi ternyata sudah tutup, padahal masih jam kerja. Kami mohon ada tindakan tegas agar pelayanan bisa kembali normal,” ungkap seorang warga di hadapan Irfanjid, disaksikan Kepala Desa Anyar, Jonsen Ismail, serta warga lainnya, Rabu (14/05/2025).
Baca juga: Reses ke Desa Sumber Mulyo, Irfanjid Dorong Pemasangan CCTV dan Lampu Jalan di Titik Rawan
Menanggapi hal tersebut, Irfanjid yang juga menjabat sebagai Bendahara Komisi II DPRD OKU Timur menyatakan keprihatinannya dan berjanji akan membawa persoalan ini ke rapat komisi untuk ditindaklanjuti.
Ia menilai, pelayanan publik terutama di sektor kesehatan, tidak boleh diabaikan karena menyangkut hajat hidup masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan kondisi ini. Pegawai Puskesmas seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Kita akan bawa masalah ini ke forum resmi agar ada evaluasi menyeluruh. Bahkan kami akan dorong agar Puskesmas Muncak Kabau bisa ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas rawat inap,” tegas Irfanjid politikus dari PAN.
Selain persoalan layanan kesehatan, masyarakat juga menyuarakan kebutuhan lain seperti perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan lembaga PAUD, dan penyediaan lampu penerangan jalan.
Sebagai bentuk komitmen pribadi, Irfanjid menyatakan akan merealisasikan pemasangan 10 titik lampu tenaga surya di beberapa lokasi menggunakan dana pribadi.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan OKU Timur, Yakub SKM, saat dikonfirmasi mengaku telah menerima laporan tersebut dan akan segera menindaklanjutinya.
“Terima kasih atas informasinya, akan segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya singkat.
Masalah pelayanan publik di Puskesmas menjadi cerminan pentingnya pengawasan dan komitmen aparatur dalam menjalankan tugas.
Warga berharap, keluhan yang sudah disampaikan ini tak berhenti hanya sebagai catatan.
Tetapi benar-benar ditangani secara serius agar kualitas layanan kesehatan di wilayah mereka bisa meningkat.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Panen Padi di OKU Timur Anjlok 80 Persen, Dampak Hama Penggerek Batang Hantam Sawah Sejak Awal Tanam |
|
|---|
| Sedang Menyadap Karet, Motor Muslim Petani di OKU Timur Hilang Dicuri, Satu Pelaku Ditangkap |
|
|---|
| RSUD Martapura dan RSUD OKU Timur Terancam Turun Akreditasi, DPRD Minta Bupati Ambil Langkah Darurat |
|
|---|
| Ngaku Jadi Polisi, Pemuda di OKU Timur Ditangkap Usai Rampok Pengendara, Korban Diancam Ditembak |
|
|---|
| Tantangan DLH OKU Timur Untuk Tangani 120 Ton Sampah per Hari, Disaat Armada Pengangkut Terbatas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Padahal-Masih-Jam-Kerja-Tapi-Sudah-Tutup-Warga-Adukan-Puskesmas-Muncak-Kabau-ke-DPRD-OKU-Timur.jpg)