Pembunuh di Palembang Ditangkap

Ternyata Pelajar SMK, Pembunuh Wanita Paruh Baya di Palembang Ngaku Kesal Tak Diberi Utang Rokok

Pembunuh wanita paruh baya yang ditemukan tewas bersimbah darah di Kecamatan Sukarami Palembang ternyata masih pelajar SMK. 

Facebook @Dapur Ummah Salahuddin/Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan
DITANGKAP -- Tangkapan layar dari video pelaku pembunuhan Turyati (59) wanita paruhbaya di Griya Bersama Boster, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Kilometer 12 Palembang saat diinterogasi polisi, Selasa (6/5/2025). Pelaku melakukan itu karena tak diberi utang rokok dan sakit hati dengan ucapan korban. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pembunuh wanita paruh baya yang ditemukan tewas bersimbah darah di Kecamatan Sukarami Palembang ternyata masih pelajar SMK. 

Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andriyan mengatakan, pelaku ditangkap kurang lebih 4 jam setelah kejadian.

Pelaku diketahui masih berstatus pelajar.

"Masih pelajar SMK," singkat Alex, saat dikonfirmasi, Selasa (6/5/2025). 

Sebelumnya, jasad Turyati (59) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Griya Bersama Boster, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Kilometer 12 Palembang.

Video pengakuan pelaku saat diinterogasi anggota polisi pun tersebar di media sosial Facebook dan akun Instagram @palembangkeraz.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Paruh Baya di Palembang 4 Jam Setelah Kejadian

Dari tampangnya, pelaku masih muda dengan rentang usia sekitar belasan tahun.

Saat ditanya oleh petugas di dalam sebuah mobil, pelaku mengaku nekat melakukan aksinya lantaran sakit hati dengan ucapan korban dan tidak diberi utang rokok di warung korban.

"Aku pertama mau beli rokok, tapi aku katek duet om (aku tidak punya uang), jadi aku bilang ke korban boleh ngutang gak bude?. Dijawab 'ah kamu ini ngutang-ngutang awak miskin'," ujar pelaku dari video yang dilihat Tribunsumsel.com, Selasa (6/5/2025).

Setelah tidak diberi utang rokok pelaku duduk di depan rumah korban, tapi ia mendengar korban masih berkata-kata yang membuatnya terpancing emosi.

"Tidak tau dia ngomong apa di dalam jadi buat panas telinga saya om," katanya.

Pelaku tersulut emosi dan akhirnya masuk ke dalam rumah ketika korban berjalan hendak ke dapur, lalu pelaku mencekik korban hingga terjatuh dan pingsan.

Ia panik ketika melihat korban yang tidak sadarkan diri.

"Saya cemas om, gara-gara mau ngutang malah jadi begini ," katanya.

Melihat korban masih bergerak, pelaku mengambil pisau di dapur korban dan menusuk leher belakang sebanyak 7 kali.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved