Berita SMK PP Negeri Sembawa

Jalin Kerjasama dengan SMK PP Sembawa, PT SBA Wood Industries Cari SDM Kompeten

Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot pendidikan vokasi agar bisa menciptakan SDM berkualitas.

Editor: Sri Hidayatun
dokumentasi SMK PP Sembawa
Pendidikan vokasi pertanian dituntut untuk menghasilkan lulusan yang siap berwirausaha (job creator) dan siap bekerja (job seeker). Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot pendidikan vokasi agar bisa menciptakan SDM berkualit 

TRIBUNSUMSEL.COM,BANYUASIN - Pendidikan vokasi pertanian dituntut untuk menghasilkan lulusan yang siap berwirausaha (job creator) dan siap bekerja (job seeker).

Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot pendidikan vokasi agar bisa menciptakan SDM berkualitas.

Hal ini turut menjadi fokus SMK-PP Negeri Sembawa, sebagai salah satu UPT Pendidikan dibawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan.

Sebanyak 33 job seeker yang merupakan siswa tingkat akhir difasilitasi Bursa Kerja Khusus (BKK) mengikuti rekrutmen calon karyawan pada program cadet trainee untuk posisi supervisor plantation PT Sebangun Bumi Andalan (SBA) Wood Industries.

PT SBA merupakan grup dari Sinar Mas Forestry, perusahaan yang bergerak di bidang hutan tanaman industri yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menyatakan, pendidikan vokasi punya peran penting menghasilkan petani milenial yang berjiwa entrepeneur.

"Melalui pendidikan vokasi, kita menghubungkan kampus dengan industri-industri agar lulusannya sesuai kebutuhan dan siap untuk hal-hal yang baru," kata Mentan Amran.

Sejalan dengan Mentan, Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti mengatakan petani milenial merupakan ujung tombak pembangunan pertanian.

Baca juga: Kementan Launching Pertanian Modern, Transformasi Pertanian Nasional Dukung Swasembada Pangan

“Kalian harus menjadi qulified job seekers dan job creator. Kalian harus bisa menjadi SDM pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa entrepreneurship yang tinggi, karena hal itu akan mampu menggenjot produktivitas dan ekspor komoditas pertanian," kata Santi.

Santi optimis pendidikan vokasi Kementan dapat mencetak petani milenial berkualitas, SMK-PP Negeri dan Polbangtan merupakan pendidikan menengah dan tinggi vokasi yang mengedepankan kedisiplinan, pendidikan karakter dan berdaya saing sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja.

Sedangkan Kepala SMK-PP Negeri Sembawa, Budi Santoso menyampaikan Bursa kerja SMK-PP Negeri Sembawa siap untuk memfasilitasi apabila ada perusahaan yang ingin melakukan rekrutmen karyawan kepada alumni mereka.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi karena masih ada perusahaan yang melakukan proses rekrutmen karyawan setiap tahun, untuk tahun ini peserta seleksi cadet training sebanyak 33 peserta terdiri dari alumni dan siswa Kelas XII yang akan menyelesaikan pendidikannya.

Sementara itu, HRD PT SBA Devi dihadapan 33 peserta menjelaskan apa saja tahapan yang harus dilalui sebelum menjadi karyawan tetap di PT SBA, fasilitas selama di lokasi kerja, hingga hambatan di lokasi kerja seperti kekurangan sinyal karena lokasi kerja yang jauh.

Devi menegaskan bahwa yang terpenting adalah komitmen dari karyawan terhadap perusahaan.

Proses yang dilaksanakan pada hari ini tes psikotes online dan wawancara.

Hasil dari rekrutmen hari ini sebanyak 18 siswa dinyatakan lulus psikotes, 12 lolos wawancara, setelah ini akan ada medical chek up.

Direncanakan peserta yang lulus akan masuk ke lokasi kerja pada awal Juni 2025.

Baca berita menarik lainnya di google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved