Hari Kartini 2025

Contoh Kata Sambutan Pembina Upacara Hari Kartini 2025 Singkat dan Mengesankan, Cocok untuk Sekolah

Artikel berikut menyajikan Contoh Kata Sambutan Pembina Upacara Hari Kartini 2025 Singkat dan Mengesankan, Cocok untuk Sekolah.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
GRAFIS TRIBUN SUMSEL/VANDA via CANVA
KATA SAMBUTAN HARI KARTINI 2025 - Contoh kata sambutan Pembina Upacara Hari Kartini 2025 singkat dan mengesankan yang cocok untuk disampaikan di sekolah. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Artikel berikut menyajikan Contoh Kata Sambutan Pembina Upacara Hari Kartini 2025 Singkat dan Mengesankan, Cocok untuk Sekolah.

Hari Kartini diperingati setiap 21 April untuk memperingati jasa pahlawan emansipasi wanita Raden Ajeng Kartini. 

Kartini berjuang melawan ketidakadilan yang dialami perempuan pada zamannya dengan mendirikan sekolah dan menulis surat kepada sahabatnya. 

Umumnya saat Hari Kartini 2025, diadakan upacara bendera di sekolah dan siswa diajak untuk terus melanjutkan semangat perjuangan Kartini dalam pendidikan.

Berikut ini Contoh Kata Sambutan Pembina Upacara Hari Kartini 2025 Singkat dan Mengesankan, Cocok untuk Sekolah 

_______


Contoh Kata Sambutan Pembina Upacara Hari Kartini  


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yang terhormat kepala sekolah 

Yang saya hormati para guru dan karyawan 
Dan yang saya banggakan para siswa SD/ SMP/ SMA......

Hadirin yang saya hormati,

Puji syukur kita haturkan kepada Allah yang telah memberikan kesehatan dan hidayah sehingga pada pagi ini kita bisa melaksanakan upacara bendera di lapangan sekolah

Para peserta upacara yang saya banggakan

Saya mengimbau agar kalian semua selalu tetap rajin belajar dengan penuh kedisiplinan. 
Selanjutnya, perlu saya ingatkan bahwa pada bulan April ini, kita wajib mengingat dan mengenang sosok pahlawan emansipasi wanita yang hari kelahirannya kita peringati setiap tanggal 21 April. 
Beliau adalah Raden Ajeng Kartini. 

Dilahirkan sebagai seorang putri bangsawan, Kartini tumbuh menjadi gadis yang lincah, rajin dan pemberani. Beliau dengan cepat merasakan adanya ketidakadilan dalam sistem budaya yang berlaku di sekitarnya.

Perempuan kerap dianggap remeh dan di beberapa tempat sering mengalami perlakuan, penindasan dan ketidakadilan dari para laki-laki.  Singkatnya, kaum lelaki menganggap dirinya berhak melakukan apa saja terhadap kaum perempuan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved