Berita OKU Timur

Sosok Wakimin, Kepala Dinas Pendidikan OKU Timur, Mengabdi Lebih Dari 3 Dekade di Dunia Pendidikan

Pria kelahiran Belitang, 25 Desember 1966 ini merupakan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) senior di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Timur.

Penulis: Choirul Rahman | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/ Choirul Rahman
MENGABDI -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Wakimin, SPd MM, mengabdikan diri lebih dari tiga dekade untuk dunia pendidikan, dari guru olahraga hingga pejabat birokrasi, Minggu (13/04/2025). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Dibalik kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten OKU Timur, terdapat sosok Wakimin, SPd MM yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) OKU Timur

Pria kelahiran Belitang, 25 Desember 1966 ini merupakan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) senior di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Timur.

Ia telah mengabdi sejak awal berdirinya kabupaten ini pada tahun 2004.

Wakimin bukanlah sosok baru dalam dunia pemerintahan daerah.

Ia telah melewati masa kepemimpinan empat Bupati OKU Timur, mulai dari Bupati pertama Drs Amri Iskandar MM, hingga saat ini di bawah kepemimpinan H. Lanosin Hamzah ST. 

Loyalitas dan konsistensinya dalam mengabdi membuatnya menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan birokrasi pendidikan di daerah tersebut.

Anak bungsu dari lima bersaudara ini memulai kariernya dari titik nol.

Usai menyelesaikan pendidikan di Sekolah Guru Olahraga Negeri (SGON) Palembang dan Pendidikan Guru Sekolah Menengah Tingkat Pertama Negeri (PGSMTPN) Palembang.

Ia juga sempat menjadi guru honorer selama satu tahun di Palembang dan enam bulan di Belitang.

Pada tahun 1988, Wakimin mengikuti seleksi Calon ASN yang kala itu hanya dibuka untuk 15 formasi, sementara peserta yang mendaftar hanya lima orang.

Ia lulus dan resmi diangkat menjadi ASN pada tahun 1989. 

"Kalau dulu teman-teman banyak yang lebih memilih bekerja di swasta, tidak banyak yang tertarik menjadi pegawai negeri," kenangnya.

Anak dari Sabarwiknyo dan Rajina ini pertama kali bekerja sebagai ASN Guru olahraga di SMPN 1 Belitang Madang Raya pada tahun 1989 hingga 2004.

Wakimin pertama kali ditugaskan sebagai guru olahraga di SMPN 1 Belitang Madang Raya, tempat ia mengabdi selama 15 tahun hingga tahun 2004. Masa-masa itu ia kenang sebagai salah satu bagian terindah dalam hidupnya.

“Menjadi guru itu punya kenikmatan tersendiri, terutama ketika melihat anak-anak berprestasi. Rasa lelah itu seakan terbayar,” katanya, Minggu (13/04/2025).

Baca juga: Sosok Alexander, Jabat Camat Ilir Barat I Palembang, Pernah Jadi Lurah dan Camat Terbaik

Baca juga: Sosok Sunarso Kades Gunung Sugih OKU Timur Hadirkan Pos Bantuan Hukum Gratis Bagi Warga, Mantan Kuli

Selain mengajar, ia juga dikenal sebagai pelatih bola voli di SMK PGRI Belitang.

Dibawah asuhannya, tim voli sekolah tersebut berhasil menorehkan prestasi gemilang.

Diantaranya tiga kali berturut-turut meraih juara pertama dalam turnamen bola voli tingkat SLTA se-Sumatera Selatan.

“Piala tetapnya sekarang masih disimpan di sekolah. Itu kenangan yang tak terlupakan,” katanya penuh bangga.

Pada tahun 2004, seiring dengan pemekaran dan terbentuknya Kabupaten OKU Timur, Wakimin dipercaya mengemban tugas sebagai Kasi Pemuda Olahraga di Dinas Pendidikan Nasional OKU Timur.

Inilah awal mula pengabdiannya sebagai ASN di tingkat kabupaten.

Saat itu, kondisi pemerintahan masih sangat terbatas, bahkan untuk surat-menyurat pun belum ada anggaran.

“Saya pernah pakai uang pribadi untuk operasional karena memang tidak ada anggaran. Saya bahkan sempat ingin berhenti karena kondisi yang serba sulit. Apalagi rumah saya di Belitang, harus menempuh perjalanan sekitar 50 menit ke Martapura yang saat itu jalannya masih rawan dan minim sarana,” ucapnya.

Namun, niat tersebut urung ia wujudkan berkat dorongan dan dukungan dari rekan-rekannya.

Ia tetap bertahan dan terus menjalani tugas dengan penuh dedikasi.

Setelah itu, kariernya terus menanjak.

Ia pernah menjabat sebagai Kabid Pendidikan Luar Sekolah Pemuda Olahraga (2008–2010). Lalu Kepala Kantor Pemuda Olahraga OKU Timur (2015). Serta sempat menduduki posisi Kepala Dinas Pendidikan Nasional OKU Timur selama tiga bulan.

Ia juga pernah menjadi Asisten III Bidang Kesejahteraan, serta Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata Seni dan Budaya.

Pada Februari 2019, ia sempat kembali menjabat sebagai Asisten III selama 21 hari, hingga akhirnya pada 1 Maret 2019 resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, posisi yang masih ia emban hingga kini.

Menurut Wakimin, sejak awal pemekaran hingga saat ini, kemajuan OKU Timur, khususnya dalam hal anggaran dan infrastruktur pendidikan, mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Ia juga mengakui bahwa keberhasilan yang ia capai tak lepas dari dukungan banyak pihak.

“Kalau saya ditanya tentang kesuksesan, saya tidak bisa menilai diri sendiri. Tapi yang jelas, setiap tugas yang diberikan selalu saya upayakan sebaik mungkin. Saya bersyukur dikelilingi teman-teman yang pintar, inovatif, dan juga wartawan yang mendukung publikasi kegiatan-kegiatan kami,” ucap ayah dari tiga anak ini.

Wakimin mengenyam pendidikan dasar di SDN Tebung Sari Tegal Rejo Belitang, kemudian melanjutkan ke SMP Pembina, dan SGON Palembang. Setelah itu, ia melanjutkan ke PGSMTPN Palembang. 

Pendidikan tingginya ia tempuh di Sekolah Tinggi Olahraga Metro Lampung untuk jenjang S1 dan menamatkan S2 di STIE Trisna Negara Belitang.

Kini, di usia 59 tahun, Wakimin tetap mengabdikan diri sepenuh hati untuk pendidikan dan kebudayaan di OKU Timur. Ketekunan dan dedikasinya menjadi bukti bahwa kesuksesan lahir dari konsistensi dan komitmen, bahkan sejak dari titik awal yang paling sederhana.

 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved