Berita Palembang

Harga Ayam Hidup di Sumsel Hanya Rp 16 Ribu per Kg, Perternak Rugi Miliaran Rupiah Setiap Hari

Peternak ayam di Sumatera Selatan (Sumsel) kini resah bukan kepalangan karena harga ayam hidup saat ini hanya dihargai Rp 16 ribu per kilogram (kg). 

Dokumentasi Ismaidi
HARGA AYAM ANJLOK -- Suasana di perternakan milik Ismaidi, Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumatera Selatan. Ismadi mengungkapkan ayam di pertenakan kini hanya dihargai Rp 16 ribu per kilogram. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Peternak ayam di Sumatera Selatan (Sumsel) kini resah bukan kepalangan karena harga ayam hidup saat ini hanya dihargai Rp 16 ribu per kilogram (kg). 

Padahal harga ayam potong di pasar kini stabil yakni berada di kisaran Rp 30 ribu per kg. 

"Harga rata-rata Rp 16 ribu per kg on farm, sedangkan BEP setidaknya Rp 19.500," kata Ketua Asosiasi Masyarakat Perunggasan Sumsel (AMPS) Ismaidi, Rabu (9/4/2025). 

Menurutnya, dengan produksi 350 ribu per hari dan berat rata-rata ayam 2 kg.

Peternak Sumsel mengalami kerugian Rp 2,5 miliar per hari. 

"Ditambah masuknya ayam dari provinsi lain seperti Lampung, makin memperburuk kondisi perunggasan di Sumsel. Terlebih daya beli masyarakat belum ada peningkatan," katanya. 

Ia pun berharap, pemerintah turun tangan membatasi bahkan menutup lalu lintas ayam dari luar provinsi lain yang bersifat situasional.

Kalau tidak dilakukan, maka peternak bakal  bangkrut. 

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Efendi mengatakan, bahwa memang saat ini permintaan masih stabil belum ada peningkatan. 

"Kemungkinan karena sebelumnya juga libur lebaran jadi produsen tidak beli. Akibatnya umur ayam melebihi ketentuan dan harganya turun. Karena idealnya ayam itu dijual 29-31 hari, kalau sudah lebih dari itu harganya turun," katanya 

Lalu, saat lebaran banyak ayam merah, ayam petelor yang sudah tidak produktif lagi dijual yang harganya juga turun. Kemudian masyarakat juga banyak beralih ke ayam beku. 

"Kita sudah buat surat edaran agar produsen memantau Doc. Kalau over Capacity disesuaikan kebutuhan atau permintaan dilakukan cuting atau dibatasi sesuai kebutuhan," katanya. 

Menurutnya, dalam waktu dekat juga akan ada musim haji dan biasanya akan banyak hajatan. Untuk itu Pemprov Sumsel juga sudah membuat surat edaran untuk menjaga stabilitas perunggasan. 

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved