Ray Sahetapy Meninggal Dunia

'Hidupku Berubah', Curhat Surya Sahetapy Saat dengar Kabar Ray Sahetapy Meninggal, Langsung Lemas

Duka Panji Surya Sahetapy, sang ayah, Ray Sahetapy meninggal dunia, langsung lemas.

Tayang:
Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana
PEMAKAMAN RAY SAHETAPY - Panji Surya Sahetapy di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025). Surya menceritakan saat mendengar kabar kondisi sang ayah kritis hingga tiada membuat hidupnya berubah. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Duka Panji Surya Sahetapy, sang ayah, Ray Sahetapy meninggal dunia, langsung lemas.

Ray Sahetapy baru dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025) karena menunggu kedatangan putra ketiga Ray, Surya Sahetapy, yang menetap di Amerika Serikat. 

Sementara, Surya diketahui tiba di Indonesia pada Kamis (3/4/2025) malam dan langsung menuju ke rumah duka Sentosa. 

Kepergian Ray Sahetapy meninggalkan duka yang mendalam bagi Surya Sahetapy.

Surya yang dibantu dengan juru bahasa isyarat, mengucapkan terimakasih kepada pelayat yang sudah datang ke rumah duka dan pemakaman.

"Pertama terima kasih sudah hadir hari ini sudah meluangkan waktu. Ayah itu menginspirasi banyak orang, ayah termasuk pendiri teater untuk anak-anak tuli. Semoga legasinya tetap berjalan ke depannya, terima kasih sudah hadir," kata Surya dilansir dari Youtube Cumi-cumi, Jumat (4/4/2025).

PEMAKAMAN RAY SAHETAPY - Jenazah Ray Sahetapy dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025). Prosesi pemakaman Ray Sahetapy berjalan lancar, sang anak Rama Sahetapy minta seluruh kesalahan ayahnya dimaafkan
PEMAKAMAN RAY SAHETAPY - Jenazah Ray Sahetapy dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025). Prosesi pemakaman Ray Sahetapy berjalan lancar, sang anak Rama Sahetapy minta seluruh kesalahan ayahnya dimaafkan (Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)

Selain itu, Surya juga menceritakan saat mendengar kabar kondisi sang ayah kritis.

Diketahui, Surya menetap di Amerika Serikat menjadi seorang dosen.

"Tanggal 1 April pagi, berarti di Indonesia malam, Jam 9.33 dapet WhatsApp dari Om Nody yang mengatakan ayah kritis, sempat bingung mau lanjut kerja ke kampus atau gimana dan akhirnya bilang ke dosen karena ada situasi emergency," terangnya.

Baca juga: Duka Pilu Rama Sahetapy Usai Pemakaman Sang Ayah, Mohon Dimaafkan Kesalahan Almarhum

Tak lama kemudian, Surya menerima kabar duka kepergian sang ayah.

Ia mengaku hidupnya berubah, bahkan kondisinya lemas antara percaya atau tidak dengan kabar kepergian Ray Sahetapy.

"Jadi merasa hidupku berubah, lemas gitu, ya. Kayak antara percaya dan enggak. Tiap 30 menit sekali nangis, karena sebelumnya juga sudah tahu ayah sakit sejak 2017 jadi cukup lama," katanya.

PEMAKAMAN RAY SAHETAPY - Rama Sahetapy tak kuasa menangis peluk erat Dewi Yull di prosesi pemakaman Ray Sahetapy di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025).
PEMAKAMAN RAY SAHETAPY - Rama Sahetapy tak kuasa menangis peluk erat Dewi Yull di prosesi pemakaman Ray Sahetapy di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025). ((KOMPAS.com/Revi C Rantung))

Selain itu, Surya juga mengungkapkan rasa bangganya memiliki ayah seperti Ray Sahetapy.

Sebagai anak yang terlahir tuli, Surya merasa bahwa Ray selalu dengan bangga menunjukkan anak-anaknya meski memiliki kekurangan.

"Mungkin banyak yang sudah tahu, ayah punya empat anak, dua tuli dan dua pendengar," kata Panji Surya Sahetapy di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved