Berita Viral
'Saya Ingin Bahagia', Tangis Fidya Atlet Taekwondo Bantah Dapat Tekanan Suami Ngaku Takut Orang Tua
Fidya Kamalinda eks atlet Taekwondo asal Bandung yang dikabarkan hilang 10 tahun membantah dalam tekanan.
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM - Fidya Kamalinda eks atlet Taekwondo asal Bandung yang dikabarkan hilang 10 tahun membantah dalam tekanan.
Diketahui, Fidya dilaporkan hilang oleh kedua orang tuanya, Hindarto (59) dan Khodijah Dede Indriany (50) selama 10 tahun.
Fidya rupanya bukan diculik melainkan kabur karena keinginannya sendiri.
Setelah kabur dari rumah, Fidya Kamalinda menikah dengan seorang pria berinisial Y di Kota Bekasi.
Fidya Kamalinda dan Y kemudian dikaruniai seorang anak.
Atlet Taekwondo itu lalu menegaskan dirinya tak mendapatkan tekanan apa-apa dari suaminya.

Ia memustukan kabur dari rumah karena sudah merasa tak tahan dengan sikap orangtuanya.
"Saya juga melarikan diri atas kesadaranku sendiri dan keinginan saya yang telah saya tahan selama bertahun-tahun," ucap Fidya Kamalinda lewat unggahan TikToknya.
"Saya tidak merasa tertekan. Saya berbicara tentang hal ini karena foto saya sudah beredar,"
"Saya juga bicara seperti ini, karena saya hanya berdua dengan suami kami tidak punya siapa-siapa. Tidak ada yang membela, kami hanya berdiri bersama sejak awal," imbuhnya.
Baca juga: Sosok Yuri, Suami Lindungi Fidya Atlet Taekwondo yang Kabur 10 Tahun, Disebut Petugas Damkar
Fidya Kamalinda menyebut hampir setiap hari ia keluar dari rumah untuk mengantar dan menjemput anaknya ke sekolah, ia menyebut jika dirinya memang tertekan tentunya dia bisa dengan mudah melarikan diri.
"Jika saya benar seperti apa yang mereka bilang saya mendapat tekanan ada orang di samping saya, nyatanya tidak ada seorang pun di sini," ujar Fidya Kamalinda.
"Jika saya memang tertekan, selama 10 tahun saya bisa melarikan diri kapan saja. Setiap hari saya keluar antar menjemput anak, tapi apa buktinya?," imbuhnya.

Fidya Kamalinda menyebut 10 tahun hidup bersama Y dan anaknya, dirinya merasa sangat bahagia.
"Karena saya merasa nyaman. Saya merasa seperti punya rumah. Saya punya keluarga di sini," kata Fidya Kamalinda.
Fidya Kamalinda mengaku sangat ketakutan.
Ia khawatir peristiwa di Disdukcapil Kota Bandung di 2019, terulang lagi.
Kala itu Hardianto dan Khodijah, menarik paksa Fidya Kamalinda serta berusaha memisahkannya dari sang anak yang kala itu baru berusia 3 tahun.
"Sejujurnya aku membuat video ini karena saya takut. Saya sangat takut," ucap Fidya Kamalinda.
"Saya tidak tahu ini akan menjadi viral. Saya takut apa yang terjadi tahun 2019 terjadi lagi pada kita,"
"Saya takut anak saya akan melihat ibunya ditarik-tarik lagi, anak saya sudah besar sekarang sudah ngerti,"
"Jika saya tidak ada, saya hilang. Saya berpisah dengan suami dan berpisah dengan anak saya berarti kalian tahu siapa yang menyebabkannya," imbuhnya.
Fidya Kamalinda menyebut sudah berulang kali mencoba berdamai dengan orangtuanya, namun hasilnya nihil.
"Berkali-kali kami melakukan mediasi kami lelah, banyak sekali mediasi. Tidak ada titik tengah, karena mereka tidak mau dan tidak ingin saya bahagia. Itulah intinya," ujar Fidya Kamalinda.
Kendati begitu, Fidya Kamalinda lalu meminta orangtuanya untuk berhenti menyalahkan suaminya, atas keputusannya untuk kabur dari rumah.
"Saya merasa kasihan pada suami, karena saya dia jadi seperti ini, jadi tolong jangan repot-repot tidak membawanya kemana-mana lagi. Karena inilah saya, ada atau tanpa dia (Y) saya akan tetap keluar dari rumah, jadi saya mohon padamu tidak perlu mengarahkan opini ke tempat lain," ujarnya.
"Saya ingin bahagia bersama anak dengan suami saya. Mengapa saya tidak bisa bahagia? Kenapa saya tidak bisa?," tegasnya sambil berderai air mata.
Orang Tua Duga Fidya Dalam Tekanan
Sebelumnya, ibunda Atlet Taekwondo Fidya Kamalinda, Khodijah (50) menyebut anaknya enggan pulang ke rumah sejak tahun 2015, karena mendapatkan tekanan.
Hal tersebut disampaikan Khodijah saat hadir sebagai narasumber di acara TV One, pada Jumat (14/3/2025).
Mulanya Khodijah menanggapi pernyataan Fidya Kamalinda yang menyebut orangtuanya tidak menerima keberadaan anaknya.
Diketahui setelah kabur dari rumah, Fidya Kamalinda menikah dengan seorang pria berinisial Y di Kota Bekasi.
Fidya Kamalinda dan Y kemudian dikaruniai seorang anak.
Pihak orangtua Fidya Kamalinda lantas menduga Y yang menyebabkan anaknya kabur dan enggan pulang ke rumah.
"Sebetulnya gini kalau dia punya anak pasti saya terima, ya Alhamdulillah," ucap Khodijah.
"Pertemuan terakhir di Disdukcapil di tahun 2019," imbuhnya
Dengan berderai air mata, Khodijah lalu mengaku rindu berat dengan Fidya Kamalinda.
Ia meminta anak sulungnya untuk segera pulang.
Khodijah mengaku mengetahui kalau Fidya Kamalinda tengah berada di dalam tekanan Y.
"Saya harap kakak pulang, mama udah rindu, kakak lebih tahu kakak itu ada tekanan," kata Khodija.
"Mama tahu persis siapa anak saya, kakak pulang ya, mama kangen," imbuhnya.
Handirto (59) ayah Fidya Kamalinda, juga menyampaikan hal serupa.
"Kalau bisa secepatnya pulang, kondisi seperti apapun kami siap menerima," ucapnya.
Tak cuma orangtuanya, pengacara pihak keluarga juga menduga Fidya Kamalinda mendapatkan tekanan.
"Kami menduga ada peristiwa pidana dimana anaknya yang tadinya ceria, anaknya yang nurut kok tiba-tiba kabur,terus enggak pulang-pulang," ucap pihak pengacara.
Ayah Fidya Bantah Penyiksaan
Selain itu, orang tua Fidya tampak kecewa mengetahui putrinya muncul mengungkap fakta mengejutkan setelah menghilang selama 10 tahun.
Fidya Kamalinda yang kini telah berusia 30 tahun itu mengaku kabur dari rumah lantaran mendapat penyiksaan dari ayahnya sejak kecil.
Mendenger hal itu, Hindarto tampak menahan amarahnya sampai istighfar dituduh menyiksa putrinya sendiri.
Diakui Hindarto, semua hal yang ia lakukan kepada Fidya bertujuan untuk mendidik sang putri.
"Mungkin umpama benar pun, kan didik anak. Enggak sampai sesadis itu. Astaghfirullah, hanya mendidik," ujar Hindarto, dilansir dari tayangan TVOne news, Jumat (14/3/2025).
Namun saat dituding menyiksa putrinya sejak kecil, Hindarto membantahnya dengan tegas.
Diungkap Hindarto, ia sangat sayang kepada Fidya sejak kecil.
"Kita sebagai orang tua, orang tua mana yang enggak sayang anaknya. Penjelasan tadi kan (katanya) umur 5 tahun, saya baru punya anak satu. Lagi sayang-sayangnya. Bahkan mamanya sampai iri karena (saya) sayang ke anak," tegas Hindarto.
Lebih lanjut, Hindarto juga mengurai fakta versinya saat dituduh sering memukuli Fidya saat Fidya kalah bertanding.
Hindarto yang merupakan mantan atlet mengaku hanya ingin mengajari putrinya.
"Seandainya kalah, kebetulan kami pernah jadi atlet, jadi tahu cara bertanding, kekurangannya apa dikasih tahu tekniknya harus begini. Sebetulnya enggak ada sama sekali, orang sayang sama anak kok," akui Hindarto.
Namun saat diminta tanggapan soal keseluruhan klarifikasi Fidya yang mengaku kabur dari rumah, Hindarto gelagapan.
Hindarto mengaku ingin membawa kasus tersebut ke jalur hukum bahkan sampai ke pengadilan.
"Kalau tanggapan kami ya boleh dibilang, mungkin saya enggak bisa ngasih jawaban sekarang kecuali ditempat tertentu. Mudah-mudahan dengan dikasih pertolongan, kesempatan untuk tayangan, mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan ada berkelanjutan ada bantuan dari polisi aparat negara, kita ada acara persidangan. Mungkin kami juga mempunyai sedikit bukti berupa cukup otentik bahkan tertulis," ungkap Hindarto.
Disisi lain, ibunda Fidya, Khodijah tak kuasa membendung tangisnya berharap putrinya kembali ke pangkuannya.
Khodijah menyayangkan pernyataan Fidya yang mengaku disiksa ayahnya.
"Bisa ditanyakan teman-temannya, soalnya setiap latihan bapaknya yang anter, tidak sesuai dengan apa yang dibicarakan (Fidya)," ujar Khodijah.
Perihal isu orang tua tak menerima anak Fidya, Khodijah membantahnya dengan tegas.
Khodijah mengaku justru senang jika tahu Fidya sudah punya anak.
"Kalau punya anak pasti diterima. Saya enggak tahu dia punya anak atau belum, kalau memang punya anak alhamdulillah kita terima aja," imbuh Khodijah.
Karenanya, Khodijah kini berharap Fidya bisa pulang ke rumah dan kembali rukun dengan orang tua.
Khodijah menduga jika putrinya itu sedang berada di bawah tekanan.
"Saya harap kakak pulang ya kak, mama udah kangen, udah rindu. Apapun kakak yang bicarakan, mama tidak akan bicarakan apa-apa. Mama lebih tahu bahwa kakak ada tekanan. Mama tahu persis siapa anak siapa. Saya tahu persis, cuma itu yang saya bisa sampaikan, kakak pulang ya kak," pinta Khodijah.
Diketahui, Fidya Kamalinda memulai kariernya di dunia olahraga bela diri sejak usia dini.
Bakat luar biasanya terlihat sejak awal, yang membawanya meraih berbagai prestasi di tingkat lokal maupun nasional.
Fidya pernah menyumbangkan medali bagi Jawa Barat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
Putri sulung Hindarto dan Khodijah ini juga meraih medali emas di Indonesia Open.
Keberhasilannya mengukir prestasi sejak muda menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya dalam meniti karier sebagai atlet profesional.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Tak Dapat Tekanan dari Suami, Fidya Kamalinda Justru Takut Orangtuanya: Kenapa Tak Boleh Bahagia?,
Beredar Foto Ahmad Sahroni Diduga Hendak ke Singapura, Youtuber Ferry Irwandi Sebut Pengecut |
![]() |
---|
PENGAKUAN Saksi Mata Lihat Mobil Rantis Brimob Lindas Ojol Saat Bubarkan Demonstran, Semua Dihajar |
![]() |
---|
MOBIL Baraccuda Brimob Lindas Driver Ojol di Pejompongan, Korban Dikabarkan Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Leganya Ridwan Kamil Hasil Tes DNA Buktikan CA Bukan Anaknya, Fitnah Lisa Mariana Terpatahkan |
![]() |
---|
Ini Pekerjaan Sintya Cilla Buat Denny Sumargo Syok, Rela Berkorban Uang Demi Ketemu Dj Panda |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.