Berita Viral

Bantah Pisahkan Fidya Kamalinda dan Cucunya, Sang Ibu Ngaku Tak Tahu Putrinya Sudah Punya Anak

Ibunda Fidya Kamalinda, Khodijah Dede Indriany membantah tuduhan putrinya yang menyebut memaksa memisahkan Fidya dengan buah hatinya, ngaku tak tahu

|
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Youtube TvoneNews/ig/ryukijanessa
EKS ATLET TAEKWONDO KABUR. (kiri) Khodijah, Ibunda Fidya Kamalinda, (kanan) Fidya Kamalinda. Khodijah Dede Indriany membantah tuduhan putrinya yang menyebut memaksa memisahkan Fidya dengan buah hatinya, ngaku tak tahu 

TRIBUNSUMSEL.COM- Ibunda Fidya Kamalinda, Khodijah Dede Indriany membantah tuduhan putrinya yang menyebut memaksa memisahkan Fidya dengan buah hatinya.

Sebelumnya, Fidya Kamalinda eks atlet Taekwondo asal Bandung itu mengaku sakit hati atas perlakuan orang tuanya saat pertemuan mediasi.

Padahal diakui Fidya, ia dan kedua orang tuanya pernah saling bertemu untuk melakukan mediasi ketika ia telah memiliki anak berusia berumur tiga tahun. 

Baca juga: Sakit Hatinya Fidya Kamalinda Dipaksa Orang tua Pisah dengan Anaknya usia 3 Tahun, Bantah Menghilang

Ibunda Fidya bahkan disebut sempat berteriak histeris di Disdukcapil Kota Bandung menghina cucunya sendiri dan memaksa putrinya pulang tanpa mengajak cucunya.

Perihal isu orang tua tak menerima anak Fidya, Khodijah membantahnya dengan tegas. 

Khodijah baru-baru ini mengaku bahwa ia tidak mengetahui putrinya itu sudah memiliki seorang anak., 

Khodijah mengaku justru senang jika tahu Fidya sudah punya anak. 

"Kalau punya anak pasti diterima. Saya enggak tahu dia punya anak atau belum, kalau memang punya anak alhamdulillah kita terima aja," imbuh Khodijah, dilansir dari tayangan TVOne news, Jumat (14/3/2025).

Selain itu, Khodijah juga menyayangkan pernyataan Fidya yang mengaku disiksa ayahnya.

Menurutnya, sang suami selalu memberikan yang terbaik untuk putrinya. 

"Bisa ditanyakan teman-temannya, soalnya setiap latihan bapaknya yang anter, tidak sesuai dengan apa yang dibicarakan (Fidya)," ujar Khodijah.

Baca juga: Pengakuan Fidya Kamalinda Eks Atlet Taekwondo Sebut Suami Pernah Dikeroyok Ayahnya hingga Gegar Otak

Setelah 10 tahun pasca Fidya kabur, Khodijah masih berharap putrinya bisa pulang ke rumah dan kembali rukun dengan orang tua. 

Khodijah menduga jika putrinya itu sedang berada di bawah tekanan. 

"Saya harap kakak pulang ya kak, mama udah kangen, udah rindu. Apapun kakak yang bicarakan, mama tidak akan bicarakan apa-apa. Mama lebih tahu bahwa kakak ada tekanan. Mama tahu persis siapa anak siapa. Saya tahu persis, cuma itu yang saya bisa sampaikan, kakak pulang ya kak," pinta Khodijah sambil menangis.

Pengakuan Fidya Sakit Hati Dipisahkan Dengan Anak

Diberitakan sebelumnya, Fidya muncul setelah 10 tahun dilaporkan menghilang mengaku sengaja kabur karena tidak tahan dengan perbuatan ayahnya yang kerap menyiksanya sejak kecil.

Fidya dan orang tuanya ternyata pernah saling bertemu ketika ia telah memiliki anak berusia berumur tiga tahun. 

Adapun pertemuan tersebut terjadi di Disdukcapil Kota Bandung.

"Kan waktu anak aku umur 3 tahun kita udah pernah ketemu di Disdukcapil (Kota Bandung)," ujar Fidya dalam video klarifikasinya di Tiktoknya, @ryukijanessa, pada Kamis (13/3/2025). 

Alih-alih berdamai, amarah Fidya semakin memuncak saat kedua orang tuanya memaksa memisahkannya dengan buah hatinya.

KLARIFIKASI AYAH FIDYA. Hindarto ayah Fidya Kamalinda menahan amarahnya sampai istighfar dituduh menyiksa putrinya sendiri, akui bertujuan untuk mendidik sang putri.
KLARIFIKASI AYAH FIDYA. Hindarto ayah Fidya Kamalinda menahan amarahnya sampai istighfar dituduh menyiksa putrinya sendiri, akui bertujuan untuk mendidik sang putri. (Youtube TVOneNews)

Kedua orang tuanya teriak-teriak di kantor tersebut hingga membuat anak Fidya trauma. 

"Ingat enggak waktu kalian misahin aku dari Disduk, kalian misahin aku sama anak aku sampai hati kan kayak gitu katanya enggak butuh anak aku kan?" katanya. 

"Kalian teriak-teriak disana ingin memisahkan saya dan anak saya, saya dibawa pergi terus sampai rumah namanya saya ibu saya pergi lagi keluar karena kemauan saya sendiri," katanya.

Tak sampai di situ, saat Fidya sempat balik ke rumah, orang tuanya memanggil anjing peliharaan mereka dengan sebutan nama anak Fidya.

"Hati ibu mana sih yang enggak sakit, nama anaknya dipakai nama anak anjing. Aku mah masih punya hati, enggak tahu tuh kenapa kalian sampe gitu ke aku," ujarnya.

Fidya sendiri mengaku sudah 10 tahun memendam pengalaman buruk tersebut lantaran sering dinasihati oleh sang suami.

"Maaf bangat aku harus ngomong udah 10 tahun mendem ini, karena ditahan suami gak boleh ngomong karena ga boleh durhaka karena kalian orang tua saya.

Bahkan, jauh sebelum pertemuan itu, Fidya sempat dipanggil Polda Jabar terkait laporan penculikan oleh orang tuanya.

"Saat hamil empat bulan saya dipanggil Polda Jabar saya bolak-balik berbulan-bulan karena dimediasi," .

Baca juga: Pulang ya Kak, Tangis Ibu Fidya Kamalinda Eks Atlet Taekwondo yang Kabur 10 Tahun, Duga Ditekan

Ia menegaskan bahwa keputusannya untuk pergi adalah pilihan pribadi dan bukan karena paksaan dari pihak mana pun.

Hingga akhirnya pihak kepolisian menghentikan laporan orang tua Fidya.

"Karena kerasnya mereka, akhirnya bapak polisi sendiri melihat kok gimana kalian, akhirnya mereka sendiri yang berbesar hati 'oh ternyata Fidya ini gak diculik, Fidya gak diapa-apain sama suaminya bahkan dengan sadar kita gak ada hak nahan anak ini' sampai bahasanya seperti itu," ujarnya.

Fidya juga menyatakan bahwa kini ia hidup bahagia bersama suami dan anaknya. 

"Setelah kabur, saya ketemu laki-laki yang alhamdulillah nerima saya sekarang jadi suami saya, saya menikah dengan beliau dari Wali Hakim Bekasi saat itu, dan sekarang saya udah punya anak," katanya.

Fidya menegaskan tidak ingin memaksakan anaknya seperti yang dilakukan oleh orangtuanya terhadapnya saat masih kecil.

Ayah Fidya Bantah Penyiksaan

Disisi lain, Hindarto sang ayah tampak menahan amarahnya sampai istighfar dituduh menyiksa putrinya sendiri.

Diakui Hindarto, semua hal yang ia lakukan kepada Fidya bertujuan untuk mendidik sang putri. 

"Mungkin umpama benar pun, kan didik anak. Enggak sampai sesadis itu. Astaghfirullah, hanya mendidik," ujar Hindarto.

Namun saat dituding menyiksa putrinya sejak kecil, Hindarto membantahnya dengan tegas. 

Diungkap Hindarto, ia sangat sayang kepada Fidya sejak kecil. 

"Kita sebagai orang tua, orang tua mana yang enggak sayang anaknya. Penjelasan tadi kan (katanya) umur 5 tahun, saya baru punya anak satu. Lagi sayang-sayangnya. Bahkan mamanya sampai iri karena (saya) sayang ke anak," tegas Hindarto. 

Lebih lanjut, Hindarto juga mengurai fakta versinya saat dituduh sering memukuli Fidya saat Fidya kalah bertanding. 

Hindarto yang merupakan mantan atlet mengaku hanya ingin mengajari putrinya. 

"Seandainya kalah, kebetulan kami pernah jadi atlet, jadi tahu cara bertanding, kekurangannya apa dikasih tahu tekniknya harus begini. Sebetulnya enggak ada sama sekali, orang sayang sama anak kok," akui Hindarto. 

Namun saat diminta tanggapan soal keseluruhan klarifikasi Fidya yang mengaku kabur dari rumah, Hindarto gelagapan.

Baca juga: Fidya Kamalinda Kabur 10 Tahun, Sang Ayah Bantah Siksa Anak Jika Kalah Bertanding : Astaghfirullah

Hindarto mengaku ingin membawa kasus tersebut ke jalur hukum bahkan sampai ke pengadilan. 

"Kalau tanggapan kami ya boleh dibilang, mungkin saya enggak bisa ngasih jawaban sekarang kecuali ditempat tertentu. Mudah-mudahan dengan dikasih pertolongan, kesempatan untuk tayangan, mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan ada berkelanjutan ada bantuan dari polisi aparat negara, kita ada acara persidangan. Mungkin kami juga mempunyai sedikit bukti berupa cukup otentik bahkan tertulis," ungkap Hindarto. 

Sebelumnya, Fidya Kamalinda muncul membantah dilaporkan hilang jadi korban penculikan seperti yang disampaikan orangtuanya.

Fidya mengungkap fakta mengejutkan jika ia sengaja pergi dari rumah karena menjadi korban penyiksaan ayah sendiri sejak kecil.

Orang tuanya, Hindarto dan Khodijah Dede Indriany, melaporkan kehilangan Fidya kepada pihak kepolisian dan secara aktif melakukan pencarian.
 
Peristiwa itu bermula saat pagi hari, Fidya meminta izin kepada orang tuanya untuk pergi ke warnet mencetak beberapa dokumen karena printer di rumah sedang rusak.

Di warnet tersebut, Fidya Kamalinda dikatakan bertemu seorang pria lalu dibawa paksa menggunakan mobil.

Hingga kabar hilangnya atlet Taekwondo Fidya Kamalinda sempat ramai diberitakan pada tahun 2016.

"Kekerasan pertama yang dilakukan ayah, ketika saya berusia 5 tahun. Saya sudah ditampar, ditendang, dan diseret oleh ayah sendiri dan hal ini terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya" imbuhnya.

Fidya Kamalinda menyebut penganiayaan tersebut terjadi karena ambisi ayahnya, agar sang putri bisa menghasilkan uang sebagai atlet Taekwondo.

"Saya tidak mengerti kenapa, mungkin karena dia mempunyai ambisi yang besar terhadap saya untuk menghasilkan uang,  usahanya tidak mengalami kemajuan pada saat itu mungkin sampai sekarang," katanya.

"Sejak saya kecil orangtua hanya mengandalkan salah satu pengurus taekwondo yang tinggal di rumah kami  untuk membiayai kami, aneh, dia bahkan bukan murim bagi saya," imbuhnya.

Tak cuma karena dianiaya, Fidya Kamalinda juga merasa sangat gerah dengan sikap orangtuanya yang selalu pergi ke dukun sebelum dirinya bertanding.

"Orangtua saya ini suka sekali datang ke dukun. Setiap kali saya ingin bertarung dibawa ke dukun, dijampe-jampe, meminta air doa, mandi bunga dan itu dilakukan setiap kali saya ingin berkompetisi," ujar Fidya Kamalinda.

"Terkadang saya merasa bingung. Kenapa harus seperti ini," tambahnya.

Mendapatkan siksaan mental dan fisik, Fidya Kamalinda bertahun-tahun memilih untuk memendamnya.

Fidya Kamalinda mengaku bingung untuk bercerita ke siapa soal penderitaannya, pasalnya ia yakin tak akan ada yang mempercayai ucapannya.

Puncaknya di usianya ke-21 tahun, Fidya Kamalinda memberanikan diri untuk keluar dari cengkraman orangtuanya.

"Saat itu umur saya sudah 21 tahun. Saya merasa aku bisa memilih hidupku sendiri. Mengapa aku berani? Karena saya sudah merasa lelah selama bertahun-tahun," ujar Fidya Kamalinda.

"Saya merasa punya hak atas hidup saya sendiri. Meskipun mereka bilang, Anda seharusnya bersyukur karena dibesarkan oleh kami. Siapa yang ingin dilahirkan di dunia?" imbuhnya.

Bahkan, untuk biaya kuliah sendiri pun Fidya berusaha sendiri tanpa bantuan dari kedua orang tuanya.

"Uang bulanan saya, uang gaji saya orang tua saya yang nikmatin, padahal saya juga pengin kayak orang-orang pengin kuliah, tapi apa buktinya saya lulus kuliah 3 tahun pun saya gak dikuliahin sama bapak saya," beber Fidya.

Fidya akhirnya memutuskan untuk berjualan online setelah kabur dari rumah.

"Saya kuliah pakai uang saya sendiri itu dari hasil jualan online, karena uang pertandingan diambil semua sama beliau," terangnya.

Menanggapi kemunculan putrinya yang kini berusia 30 tahun itu, pihak orang tua Fidya, melalui kuasa hukumnya membenarkan jika wanita yang unggah video di media sosial Instagram merupakan Fidya.
 
"Betul," ungkap Frandes Iko, saat dihubungi Tribunjabar.com, Jumat, (14/3/2025).

Saat dimintai tanggapan atas video Fidya, dia mengatakan jika orang tua Fidya tetap mengharapkan Fidya untuk kembali pulang ke pangkuan mereka.

"Intinya dari keluarga sangat mengharapkan kepulangan Fidya, karena sudah 10 tahun berlalu kerinduan orang tua terhadap anaknya," katanya.

Diketahui, Fidya Kamalinda memulai kariernya di dunia olahraga bela diri sejak usia dini. 

Bakat luar biasanya terlihat sejak awal, yang membawanya meraih berbagai prestasi di tingkat lokal maupun nasional.
 
Fidya pernah menyumbangkan medali bagi Jawa Barat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Putri sulung Hindarto dan Khodijah ini juga  meraih medali emas di Indonesia Open.

Keberhasilannya mengukir prestasi sejak muda menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya dalam meniti karier sebagai atlet profesional.


(*)

Baca berita lainnya di google news

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved